Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Seseorang tentu ingin menjadi sholeh. Mereka kemudian berusaha sebisa mungkin untuk rajin menjalankan ibadah, mematuhi segala perintah Sang Kuasa dan menjauhi segala larangan-Nya.
Tetapi, tanpa disadari, ada bahaya yang juga mengintai mereka ketika berusaha menjadi sholeh. Jika tidak berhati-hati, mereka justru bisa melakukan amalan yang sia-sia.
Bahaya itu adalah sifat riya. Sifat ini begitu berbahaya sehingga setiap Muslim sangat dianjurkan menghindarinya. Lantas, mengapa riya sangat berbahaya?
Dikutip dari rubrik Ubudiyah Nahdlatul Ulama, riya berarti mengerjakan amalan dengan mengharap pujian dari orang lain. Sifat ini bertentangan dengan ajaran Islam yang menuntut adanya keikhlasan dalam beramal.
Apalagi jika riya terbawa ke urusan ibadah. Bahayanya, amalan ibadah bisa tidak ada nilainya di mata Allah karena sifat riya, seperti dijelaskan oleh Izzuddin bin Abdus Salam dalam kitab Maqashidur Ri'ayah li Huquqillah.
"Terdapat tiga bentuk riya. Pertama, orang yang terbesit riya sebelum mengerjakan amalan dan dia mengerjakan amalan tersebut hanya semata karena riya. Agar selamat, orang semacam ini harus menunda amalannya sampai timbul rasa ikhlas. Kedua, orang yang timbul di dalam hatinya riya syirik (mengerjakan ibadah karena ingin mengharap pujian manusia serta ridha Allah SWT). Orang seperti ini juga dianjurkan menunda amalan hingga benar-benar ikhlas. Ketiga, riya yang muncul di saat melakukan aktivitas/amalan. Orang yang dihadang riya di tengah jalan seperti ini, dianjurkan untuk menghalau gangguan itu sambil meneruskan amalannya. Kalau godaaan riya terus hadir, ia tidak perlu menggubrisnya. Insya Allah amalannya diterima karena tetap berpijak pada niatnya semula."
Tiap-tiap kondisi di atas mudah kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Meski sudah kuat berniat ibadah hanya karena Allah SWT semata, bahaya riya tetap mengintai dan bisa menyerang siapapun.
Bahkan orang yang rajin ibadah belum tentu bebas dari godaan sifat riya' ini. Malah, ujian bagi mereka jauh lebih besar.
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


Penelitian Ungkap Protein Bisa Bantu Membersihkan Sisa Sel dan Kurangi Tanda Peradangan

Mengapa Tempat Sepi seperti Lorong Kosong Bisa Terasa Menyeramkan? Ini Penjelasan Psikologinya


Bagaimana Harga Emas Ditentukan? Apakah Harganya Sama di Seluruh Dunia?

JKT48 dan Bernadya Tampil di AXIS Nation Cup 2026, Bikin Grand Final Makin Meriah!

Kadar Oksigen di Laut, Sungai, dan Danau Terus Menurun, Ilmuwan Peringatkan Ancaman bagi Kehidupan

Bagaimana Harga Emas Ditentukan? Apakah Harganya Sama di Seluruh Dunia?