Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Sembilan perempuan mualaf dari berbagai negara mendapatkan penghargaan dalam sebuah acara, yang diselenggarakan oleh badan dakwah bernama Maulana Hifzur Rehman Seoharvi Academy.
Salah satu mualaf berasal dari India dan delapan lainnya dari Filipina. Selain 9 perempuan mualaf tersebut, Maulana Hifzur juga mengundang dua warga Barat. Masing-masing dari Inggris dan Amerika Serikat, sebagai tamu kehormatan.
Mereka adalah Mariam Sani (sebelumnya dikenal sebagai Pauttine Thomas) dan Mariya Attarji (Lisa Quiroga).
Para mualaf ini ada yang baru saja memeluk Islam. Sementara yang lain lebih dari setahun yang lalu. Selama acara para perempuan mualaf ini bergantian menceritakan perjalanan mereka menuju Islam, termasuk hambatan yang mereka hadapi.
" Saya harus mengatakan bahwa ini adalah takdir saya untuk memilih jalan yang benar," kata Nureman, salah satu dari perempuan muslim baru tersebut.
" Mencari pekerjaan di sini (Arab Saudi) adalah langkah pertama dari perjalanan saya menuju Islam. Di sini saya mulai membaca buku-buku tentang agama Islam tanpa benar-benar menyangka akhirnya menjadi muslim. Semakin saya membaca, saya semakin tertarik, dan sekarang saya mempelajari Islam di sebuah pusat dakwah."
Fatima adalah salah satu mualaf dari India. Dia memeluk Islam setelah saudaranya yang telah bekerja di Arab Saudi pulang ke rumah mereka di India. Saudaranya itu menganjurkan Fatima untuk memeluk Islam saat bekerja di Saudi.
" Pada awalnya, saya tidak menerima Islam dalam hati saya," katanya. Namun pengalaman traumatis yang berhubungan dengan putrinya yang berusia satu tahun membuatnya berubah pikiran tentang Islam.
" Sejak itu saya menerima Islam dari hati paling dalam. Keluarga saya di India sudah tahu bahwa sekarang saya muslim," katanya.
Sementara itu Mariam Sani mengatakan bahwa sudah menjadi kehendak Allah bahwa perjalanan hidupnya yang dahulu seorang misionaris kini menjadi seorang muslim.
(Ism, Sumber: Arab News)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya