Kisah Haru Rasul Menikahkan Fatimah dengan Ali

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 7 November 2017 10:01
Kisah Haru Rasul Menikahkan Fatimah dengan Ali
Ali tidak punya harta apapun, tetapi Rasulullah tidak mempedulikannya.

Dream - Pernikahan antara Fatimah Az Zahra, putri keempat Rasulullah Muhammad SAW dari istri pertama, Khadijah binti Khuwailid, dengan Ali bin Abi Thalib merupakan kisah paling mengharukan dalam sejarah Islam. Sebab, pernikahan itu berlangsung sangat sederhana namun penuh kisah hikmah.

Sebagai putri Rasulullah, Fatimah menjadi idola di masanya. Selain cantik dan cerdas, Fatimah merupakan pewaris keturunan Rasulullah.

Diriwayatkan dari Ummu Salamah RA, sejumlah sahabat menemui Rasulullah dan menyampaikan maksud mereka untuk menikahi Fatimah. 

Tetapi, tak satupun lamaran diterima Rasulullah. Termasuk lamaran dua sahabat terdekat Rasulullah yakni Abu Bakar As Shiddiq RA dan Umar bin Khattab RA.

Dalam sebuah riwayat, usai lamaran mereka ditolak, Abu Bakar dan Umar mendorong Ali untuk mengajukan pinangan. Ali pun pergi menemui Rasulullah.

Melihat kedatangan Ali, Rasulullah terlihat gembira dan langsung bertanya maksud kedatangan Ali.

" Untuk apa kau datang? Sepertinya kau datang untuk melamar Fatimah?" tanya Rasulullah.

" Benar, wahai Rasulullah," jawab Ali.

Rasulullah pun mengatakan kepada Ali sudah banyak orang yang ingin meminang Fatimah. Tetapi, Fatimah tidak memberikan jawaban atas pinangan itu.

" Tunggulah sebentar, aku memberitahu Fatimah tentang niatmu," kata Rasulullah.

Rasulullah lalu menemui putrinya dan menyampaikan niat Ali.

" Anakku, Ali anak pamanku datang melamarmu. Dia bukan orang asing bagimu dan kau sudah tahu keutamaannya. Ia ingin menjadikanmu sebagai istrinya. Apa pendapatmu?" tanya Rasulullah.

" Engkau lebih berhak untuk memberi pendapat," jawab Fatimah.

" Anakku, sesungguhnya Allah telah mengizinkanmu menikah dengannya," ucap Rasulullah.

Mendengar perkataan sang ayah, Fatimah bergembira.

" Aku ridha dengan apa yang diridhai oleh Allah dan Rasul-Nya," kata Fatimah.

Rasulullah kemudian kembali menemui Ali dan menyampaikan jawaban Fatimah. Rasulullah juga bertanya mahar apa yang akan diberikan Ali.

" Mahar apa yang hendak kau berikan kepadanya?" tanya Rasulullah.

Ali pun mengatakan tidak punya apa-apa selain sebilah pedang, seekor unta dan baju zirah. Alhasil, Rasulullah menyuruh Ali menjual baju zirahnya, yang termasuk ghanimah atau rampasan perang.

" Wahai Ali, pedangmu akan kau gunakan untuk berjihad dan untamu akan kau gunakan untuk mengambil air dan mengangkut barang. Karena itu, juallah baju besimu," kata Rasulullah.

Ali lalu menjual baju zirahnya dan laku 500 dirham. Hasil penjualan baju zirah itu dia serahkan kepada Rasulullah.

Rasulullah kemudian membagi uang itu menjadi tiga bagian. Satu bagian untuk membeli perlengkapan rumah, satu bagian untuk membeli minyak wangi, dan satu bagian diserahkan kepada Ummu Salamah sebagai amanat.

Sebelum pernikahan berlangsung, Fatimah mendapat celaan dari kaum wanita Quraisy lantaran mau menikah dengan Ali yang sangat miskin. Fatimah pun menangis dan mengadukan apa yang dia alami kepada Rasulullah.

" Wahai Fatimah, apakah engkau tidak ridha aku nikahkan engkau dengan orang yang lebih dahulu masuk Islam, paling berilmu dan paling bijak?" tanya Rasulullah.

Fatimah menjawab, " Aku ridha dengan apa yang diridhai Allah dan rasul-Nya."

Di hadapan para pembesar Quraisy, Rasulullah menikahkan Ali dengan Fatimah. Setelah prosesi akad nikah berjalan, Rasulullah mengatakan telah mendapat perintah dari Allah SWT untuk menikahkan Ali dan Fatimah.

" Sesungguhnya Allah telah memerintahkanku untuk menikahkan putriku Fatimah dengan saudaraku dan anak pamanku, Ali bin Abi Thalib."

Ikuti kisah selengkapnya di sini.

(ism)

Beri Komentar