Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Nur Amalina Nejihat, Santriwati Ponpes Darul Hikam Mojokerto (suaramojokerto.com)
Nur Amalina Nejihat berhasil mengalahkan peserta asal Malaysia.
Dream - Kemampuan yang dimiliki para pelajar santri tidak kalah dengan para pelajar dari sekolah-sekolah umum. Bahkan para santri bisa berprestasi dan bersaing dengan para pelajar umum.
Salah satunya seperti ditunjukkan santriwati Nur Amalina Nejihat, 17 tahun. Pelajar kelas XII SMA Unggulan Harapan Ummat di Tambakagung, Puri, Mojokerto, Jawa Timur yang juga santriwati Pondok Pesantren Darul Hikam ini menyabet medali emas kompetisi robotik tingkat pelajar di Osaka, Jepang.
Nur berhasil mengalahkan para pelajar dari sejumlah negara seperti Singapura, Tiongkok, Filipina dan Vietnam di babak penyisihan dan semi final Osaka Robotic Games pada 25-31 Oktober 2017 lalu. Di babak final, dia berhasil menaklukkan lawannya asal Malaysia.
Nur mengaku tidak pernah menyangka bisa menang. Ini mengingat lawan-lawannya adalah perwakilan terbaik dari masing-masing negara.
"Sebenarnya tidak menyangka bisa menang, tapi saya tetap berusaha dengan mempersiapkan diri sejak enam bulan, dibantu guru ekstrakurikuler dan Alhamdulillah akhirnya bisa mendapat juara," kata Nur.
Ada beberapa kategori yang dilombakan di ajang ini. Seperti soccer robotic, sumo robotic, line follower, micro robotic, dan maze solving. Nur terjun di kategori sumo robotic.
"Saya mengikuti kelas pelajar kategori sumo robotic, yang lebih mengandalkan kekuatan, jadi semua robot diadu satu lawan satu," kata Nur.
Lebih lanjut, Nur berharap robot buatannya dapat dikembangkan. Dia juga mengajak para santri untuk tidak sekadar memperdalam ilmu agama, melainkan juga meningkatkan pengetahuan di bidang sains.
(ism, Sumber: suaramojokerto.com)