Dream - Bagi pasangan Supandi dan Arsi, pergi haji bukanlah perkara sepele. Penghasilan mereka, jika dihitung-hitung, tidak cukup untuk ongkos beribadah ke Tanah Suci.
Tetapi, pasangan suami istri asal Desa Patemon, Kecamatan Jati Banteng, Situbondo, Jawa Timur ini membuktikan sebaliknya. Berkat niat yang teguh, mereka bisa melaksanakan haji tahun ini.
Supandi berprofesi sebagai tukang bangunan sementara istrinya adalah kuli. Itupun bukan di daerah mereka sendiri, melainkan di pulau seberang, Bali.
Upah yang mereka dapatkan tidaklah besar. Setiap hari, Supandi dibayar Rp55 ribu dan Arsi Rp50 ribu.
Beruntung, keduanya bekerja di proyek bangunan. Mereka cukup tinggal di tempat yang disediakan pelaksana proyek.
Sebelumnya, mereka harus bekerja seadanya. Terkadang mengangkut kayu di gunung atau mengangkat pasir. Pekerjaan kasar memang.
Meski berpendapatan kecil, niat keduanya berhaji sungguh kuat. Alhasil mereka sisihkan sebagian penghasilan untuk ditabung demi bisa berkunjung ke Baitullah.
Makan pun cukup seadanya. Tidak lebih dari Rp10 ribu. Itupun untuk berdua.
" Seadanya, Rp10 ribu untuk makan sehari berdua, cukup sayur dan ikan asin," kata Arsi sesenggukan mengenang masa pahitnya bersama suami tercinta.
Keduanya kini tengah menjadi tamu Allah. Sepulang haji nanti, Supandi dan Arsi tetap ingin menjalani profesi mereka sebagai tukang dan kuli. Harapannya, bisa menghajikan sang anak dari hasil jerih payah keduanya.
Advertisement

Suhu yang Terus Meningkat Ternyata Memperlambat Perkembangan Anak Usia Dini

Gujarat, Jejak Jalur Dagang yang Ikut Membentuk Islam di Nusantara

Sering Nyeri Sendi Saat Menua? Terlalu Jarang Bergerak Bisa Memperburuk Kondisinya

Serunya Mampir ke Booth AXIS di Cherrypop Festival 2026, Ada Photo Booth AI hingga Charging Station

BCA Kumpulkan Desa dan UMKM Binaan dalam Desa Bakti BCA Community Forum 2026

BNI Rangkul 3 Komunitas Beda Fokus, dari Bisnis sampai Gowes Bareng

Menjelajah Pulau Obi, Komunitas Libas Harita Nickel Tumbuhkan Kepedulian Lingkungan