Dari Rp10 Ribu/Hari, Pasangan Tukang Bangunan & Kuli Pergi Haji

Reporter : Ahmad Baiquni
Minggu, 29 Juli 2018 06:00
Dari Rp10 Ribu/Hari, Pasangan Tukang Bangunan & Kuli Pergi Haji
Mereka rela bersusah payah demi bisa menjadi tamu Allah.

Dream - Bagi pasangan Supandi dan Arsi, pergi haji bukanlah perkara sepele. Penghasilan mereka, jika dihitung-hitung, tidak cukup untuk ongkos beribadah ke Tanah Suci.

Tetapi, pasangan suami istri asal Desa Patemon, Kecamatan Jati Banteng, Situbondo, Jawa Timur ini membuktikan sebaliknya. Berkat niat yang teguh, mereka bisa melaksanakan haji tahun ini.

Supandi berprofesi sebagai tukang bangunan sementara istrinya adalah kuli. Itupun bukan di daerah mereka sendiri, melainkan di pulau seberang, Bali.

Upah yang mereka dapatkan tidaklah besar. Setiap hari, Supandi dibayar Rp55 ribu dan Arsi Rp50 ribu.

Beruntung, keduanya bekerja di proyek bangunan. Mereka cukup tinggal di tempat yang disediakan pelaksana proyek.

Sebelumnya, mereka harus bekerja seadanya. Terkadang mengangkut kayu di gunung atau mengangkat pasir. Pekerjaan kasar memang.

Meski berpendapatan kecil, niat keduanya berhaji sungguh kuat. Alhasil mereka sisihkan sebagian penghasilan untuk ditabung demi bisa berkunjung ke Baitullah.

Makan pun cukup seadanya. Tidak lebih dari Rp10 ribu. Itupun untuk berdua.

" Seadanya, Rp10 ribu untuk makan sehari berdua, cukup sayur dan ikan asin," kata Arsi sesenggukan mengenang masa pahitnya bersama suami tercinta.

Keduanya kini tengah menjadi tamu Allah. Sepulang haji nanti, Supandi dan Arsi tetap ingin menjalani profesi mereka sebagai tukang dan kuli. Harapannya, bisa menghajikan sang anak dari hasil jerih payah keduanya.

Beri Komentar