Kutipan Terkenal Lee Kuan Yew tentang Homoseksual dan Kematian

Reporter : Sandy Mahaputra
Senin, 23 Maret 2015 13:02
Kutipan Terkenal Lee Kuan Yew tentang Homoseksual dan Kematian
Ia dikenal dengan bicaranya yang ceplas-ceplos. Namun ini adalah sosok pemimpin yang cerdas dan pernyataannya yang kadang menimbulkan kontroversial.

Dream - Pendiri dan Perdana Menteri Singapura pertama, Lee Kuan Yew, yang meninggal pada Senin 23 Maret 2015. di usia 91 tahun, terkenal karena bicaranya yang ceplas-ceplos.

Namun ini adalah sosok pemimpin yang cerdas dan pernyataannya yang kadang menimbulkan kontroversial. Berikut adalah beberapa pilihan komentar dari Lee Kuan Yew.

Tentang Kematian

" Bahkan dari tempat tidur saya, bahkan jika Anda akan menurunkan saya ke liang kubur dan saya merasa ada sesuatu yang tidak beres pada Singapura, saya akan bangkit kembali."

Tentang Pemerintahan

" Saya sering dituduh campur tangan dalam kehidupan pribadi warga. Ya, jika saya belum atau tidak melakukan itu, kita (Singapura) tidak akan berada di sini hari ini. Dan saya katakan itu tanpa penyesalan sedikit pun, bahwa kita tidak akan berada di sini, kita tidak akan membuat kemajuan dalam bidang ekonomi, jika kita tidak campur tangan pada hal-hal yang sangat pribadi - seperti siapa tetangga Anda, bagaimana Anda hidup, keributan yang Anda buat, bagaimana Anda meludah, atau apa bahasa yang Anda gunakan. Kami memutuskan apa yang benar. Tak peduli apa yang orang pikirkan. " (National Day Rally pada tahun 1986)

Tentang Kebebasan Pers

" Silakan gunakan Internet, Anda boleh mempublikasikan pandangan partai Anda, Anda boleh membuat majalah partai, surat kabar partai, tak ada apa pun yang mencegah Anda untuk melakukan semua itu. Tetapi jika Anda melakukan sesuatu yang bersifat memfitnah, kami akan menuntut Anda. Apa pun yang tidak benar dan fitnah, kami akan mengambil tindakan.

" Dulu media asing sering mengatakan kami kolot, mandul, tidak menyenangkan, tidak punya hal-hal baru, sekarang mereka melihat sebaliknya. Tapi kami tak akan menjauh dari keyakinan kami. Kami tidak akan goyah di bawah serangan mereka yang berkelanjutan. Jika Anda goyah, Anda lemah dan bodoh."

Tentang Demokrasi

" Di negara-negara baru, demokrasi telah bekerja dan membuahkan hasil hanya jika ada pemerintahan yang jujur dan efektif, yang berarti ada orang yang cukup cerdas untuk memilih pemerintah tersebut. Ingat, pemerintahan yang baik hanya bisa terjadi jika ada orang-orang baik yang memilih mereka."

Tentang Homoseksual

Hubungan seks sejenis adalah ilegal di Singapura dan dihukum penjara sampai dua tahun, meskipun jarang ditegakkan.

Dalam sebuah wawancara dengan CNN pada tahun 1998 dia mengatakan:

" Yah, itu bukan masalah yang saya dapat memutuskan atau pemerintah dapat memutuskan. Ini adalah pertanyaan tentang apa yang dianggap diterima oleh masyarakat. Dan seperti yang Anda tahu, Singapura adalah masyarakat ortodoks yang sangat konservatif, sangat, saya akan mengatakan, benar-benar berbeda dari, katakanlah, Amerika Serikat, dan saya tidak berpikir gerakan hak-hak gay agresif akan membantu. Tapi apa yang kita lakukan sebagai pemerintah adalah membiarkan orang-orang untuk menjalani kehidupan mereka sendiri selama mereka tidak merugikan orang lain. Maksudku, kita tidak mengganggu siapa pun."

Kemudian pada tahun 2011 dalam bukunya Hard Truths, dia berkata:

" Tidak, itu bukan gaya hidup. Anda dapat membaca buku-buku yang Anda inginkan, semua artikel. Ada perbedaan genetik sehingga itu bukan masalah pilihan hidup. Mereka dilahirkan seperti itu dan itulah mereka. Jadi jika dua orang atau dua wanita seperti itu, biarkan saja mereka."

Tentang Golf

" Saya dulu sering bermain golf tapi ternyata tidak memberi manfaat kesehatan bagi saya karena permainannya seperti orang malas."

" Untuk sembilan hole Anda perlu satu setengah hingga dua jam. Sementara saya jalan-jalan cukup 20 menit dan saya merasa lebih baik. Jadi karena manfaatnya lebih besar saya tak main golf."

Tentang Permen Karet

Singapura melarang penjualan permen karet pada tahun 1992, alasannya membuat orang membuang sampah sembarangan -seperti menempel bekas kunyahan permen karet di meja dan kursi- serta vandalisme. Penumpang komuter di Singapura dilaporkan sering menempelkan permen karet pada sensor pintu kereta sehingga mengganggu layanan komuter.

" Jika Anda tidak bisa berpikir karena Anda tidak mengunyah sesuatu, cobalah pisang."

Tentang Singapura

" Saya selalu memikirkan Singapura sampai akhir hidup saya. Siapa yang tak ingin melihat Singapura untuk terus sukses?

" Saya tidak menyesal. Saya telah menghabiskan hidup saya, begitu banyak, membangun negara ini. Tidak ada lagi yang harus saya lakukan."

(Sumber: themalaymailonline.com)

Beri Komentar
Belajar Jadi Orangtua yang Lebih Baik di Fimelahood #MindfulParenting