Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Asyiknya aktivitas yang dikerjakan seseorang dapat membuat seseorang terlambat datang sholat berjemaah. Ketika datang, orang tersebut sudah berada di rekaat ke dua sholat.
Lantas apakah orang tersebut harus membaca doa Iftitah?
Beberapa ulama mengatakan, doa Iftitah merupakah anjuran.
Diriwayatkan, Abu Hurairah pernah bertanya kepada Nabi Muhammad SAW mengenai hal ini. Nabi Muhammad memiliki kebiasaan, usai takbiratul ihram, membaca Al Fatihah dan diam sejenak.
" Ya Rasulullah, Anda diam antara takbiratul ihram dan Fatihah, apa yang Anda baca?"
Nabi Muhammad menjawab,

Aku membaca, “ Allahumma baaid bainii wa baina khathaayaaya… dst.” (Muttafaq ‘alaihi).
Hadis ini menunjukkan, doa Iftitah hukumnya sunah, bagi yang membacanya mendapatkan pahala dan jika tidak dibaca, sholat tidak batal.
Sementara itu Ibnu Qudamah berpendapat,

Doa iftitah termasuk sunah dalam sholat menurut pendapat mayoritas ulama. (al-Mughni, 1/341).
Sementara al-Fatihah hukumnya rukun dalam sholat.
Dalam hadis Ubadah bin Shamit, Nabi Muhammad berkata,

“ Tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca al-Fatihah.” (Muttafaq ‘alaih).
Melihat kondisi ini, maka ada tiga hal yang bisa disarankan. Apakah itu? Lanjutan penjelasan mengenai doa iftitah dapat dibaca dengan mengklik tautan ini.