Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Derry Sulaiman (about.me)
Dream - Nama Derry Sulaiman begitu lekat dengan dunia musik cadas. Dia terkenal sebagai gitaris band aliran metal Betrayer.
Itu kisah yang berlangsung dulu. Kini, Derry telah meninggalkan dunia musik dan memilih hijrah sebagai pendakwah serta melahirkan sejumlah tembang religi.
Kisahnya bermula pada tahun 1998, ia memutuskan pergi dari Jakarta dan menetap di Bali. Dia ingin mengembangkan minat yang kala itu menyukai musik aliran cadas.
Bali menjadi tempat yang dipilihnya karena merasa tidak akan ada aturan yang akan mengikatnya. Di samping itu, Derry berpikir tidak akan lagi mendengar azan yang bisa merusak konsentrasinya.
" Karena musik saya metal itu, saya nggak cocok di Jakarta, apalagi di Sumatera, saya kira Bali yang pas untuk acara musik metal itu," kata Derry di acara Jakarta Ramadhan Festival, Minggu, 12 Juni 2016 kemarin.
Bagaiman Derry yang membenci suara azan hingga akhirnya menjadi pendakwah, klik halaman berikutnya.
© Dream
Niat awal menghindari azan, Derry justru mendapat pengalaman yang berkebalikan. Ia malah mengenal Islam lebih dalam.
" Ketika saya datang ke Bali ingin bermain musik, dan saya beranggapan di sana nggak ada azan, justru di Bali saya mengenal Islam," ucap dia.
" Setiap wisatawan orang Islam, da'i yang datang ke Bali, pasti cari masjid, cari orang Islam. Karena saya punya studio musik di Legian, itu pasti mereka datang ke tempat saya untuk tanyakan sholat. Legian kan kalau orang mau ke Kuta, pasti lewat ke Legian," kata Derry.
Derry berujar, selama di Jakarta dengan penduduk mayoritas Muslim, dia tidak pernah bertemu dengan acara keagamaan. Tetapi ketika berada di Bali, dia malah sering ditemui pedakwah.
Derry mengaku ia pun kerap diajak oleh para pendakwah tersebut pergi ke masjid atau mushola. Tetapi, ajakan itu baru dapat dia jalankan sekitar tahun 2000.
" Ketika teman saya bilang, 'Der, ciri-ciri orang Islam itu sholat lima waktu, kalau laki-laki sholat berjamaah lima waktu di masjid'," terang dia.
© Dream
Dia sempat mengalami kebingungan. Mendengar azan saja merupakan hal sulit terjadi di Bali, apalagi bisa sholat lima waktu berjamaah di masjid.
Temannya lantas menyuruh Derry berlatih terlebih dahulu untuk berdiam diri di masjid selama tiga hari. Ia turuti kata perintah itu.
" Saya tiga hari tiga malam dikurung di masjid dan nggak boleh keluar. Hari pertama itu berat sekali, karena hati sudah terpaut ke tempat hiburan, cafe, jadi rasanya sangat berat. Hari kedua mulai merasa nikmatnya masjid. Di hari ketiga, saya tahu tempat yang saya cari adalah Masjid," kata dia.
" Pada saat itu, akhirnya saya nggak mau keluar lagi dari masjid, karena waktu itu wudhu saya terjaga, sholat lima waktu berjamaah di awal waktu nggak pernah ketinggalan," sambungnya.
Selama menjalani proses hijrah, Derry mengaku merasakan semakin banyak tantangan berat yang dihadapinya. Ia mulai dikucilkan dari lingkungannya, dicemooh karena berpakaian gamis. Apalagi pada saat awal dia berhijrah di tahun berikutnya terjadi bom Bali, sehingga di juga sering dihujat sebagai teroris.
Tetapi, semua itu tidak mengurungkan niatnya untuk lebih mendekatkan diri pada Allah SWT. " Saya ini maksiatnya banyak, salahnya banyak. Jadi, taubatnya harus sungguh-sungguh," tutur dia.
Laporan: Ilman Nafian
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya