Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Www.vewe.xyz)
Dream - Pengorbanan seorang ibu sungguh sangat besar. Mulai dari masa kehamilan hingga saat melahirkan.
Meski begitu, masih ada juga anak yang sanggup mengirim orang tuanya ke panti jompo dengan alasan tidak sempat mengurus atau agar orang tuanya tidak kesepian.
Seorang ibu bisa menjaga sembilan anak, tapi sembilan anak belum tentu dapat menjaga seorang ibu. Tulisan yang dibagikan ini benar-benar menyentuh hati. Mari ambil pelajaran dari kisah ini, mudah-mudahan selalu tersemat dalam jiwa bahwa ibu adalah segalanya.
Setelah ayahnya meninggal, seorang anak mengirim ibunya ke panti jompo. Karena sibuk bekerja, awalnya dia rajin mengunjungi ibunya. Namun lama-lama dia berkunjung ke panti jompo jika sempat.
Pada satu hari dia mendapat panggilan dari panti jompo yang memberitahukan ibunya tengah sekarat.
" Apa yang ibu ingin aku lakukan untuk ibu? Bicaralah, aku akan lakukan apa saja untuk ibu," katanya saat duduk di dekat ibunya pada saat-saat terakhir.
Ibunya menjawab agar anaknya itu membeli kipas angin untuk disumbangkan ke panti jompo. " Panti jompo ini tidak punya kipas angin. Selain itu belikan kulkas, sewa tukang masak dan belikan makanan karena seringkali aku tidur dalam keadaan lapar tidak makan," kata ibunya.
" Ibu, kenapa baru sekarang ibu mengatakan masalah ini?" anak itu bertanya lagi.
Ibunya memberi alasan, " Tidak apa anakku, ibu sudah menyesuaikan diri dengan keadaan di panti jompo tanpa kipas angin dan tidur dengan perut lapar."
" Lalu kenapa ibu?" tanya anak itu.
" Ibu cuma khawatir dan bimbang jika nanti saat anak-anakmu mengantar kamu ke sini, kamu tidak bisa menyesuaikan diri seperti ibu," ujar ibunya.
Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita. Bacalah dengan hati yang bersih sehingga dapat melunturkan ego kita yang keras. Kapan terakhir kali menanyakan kabar ibu dan bapak di rumah?
(Sumber: ohbulan.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya