Hukum Ucap Salam di Acara Lintas Agama

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 21 Desember 2017 08:02
Hukum Ucap Salam di Acara Lintas Agama
Forum dengan hadirin dengan latar belakang agama berbeda banyak terselenggara di sekitar kita.

Dream - Di Indonesia, kegiatan yang melibatkan Muslim dan non-Muslim sering berlangsung. Beberapa di antaranya seperti diskusi membahas tema-tema tertentu.

Tidak hanya tingkat nasional, forum dengan peserta campuran juga ada di tingkat RT. Ini karena tidak semua warga yang tinggal di suatu kawasan adalah Muslim.

Saat datang ke sebuah forum atau majelis, seorang Muslim diharuskan mengucap salam. Tetapi, bagaimana jika datang ke forum dengan peserta dengan latar belakang agama beragam?

Dikutip dari laman rumaysho, Imam An Nawawi dalam kitab Al Adzkar berpendapat dianjurkan tetap mengucapkan salam dalam majelis yang diisi Muslim dan non-Muslim. Tetapi, salam tersebut diucapkan dengan maksud umum dan diniatkan untuk Muslim.

Salah satu dasarnya adalah hadis riwayat Bukhari dan Muslim, dari Usamah RA.

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah melewati suatu majelis yang di situ bercampur antara muslim, orang musyrik -penyembah berhala-, dan orang Yahudi. Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memberi salam kepada mereka.

Pendapat Imam An Nawawi tidak bertentangan dengan hadis riwayat Muslim, dari Abu Hurairah RA, dari Rasulullah Muhammad SAW.

Jangan kalian mengawali mengucapkan salam kepada Yahudi dan Nasrani. Jika kalian berjumpa salah seorang di antara mereka di jalan, maka pepetlah hingga ke pinggirnya.

Selengkapnya...

(ism) 

Beri Komentar