Nur Holisah, Wasit Berhijab yang `Galak` di Lapangan

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 13 November 2015 08:15
Nur Holisah, Wasit Berhijab yang `Galak` di Lapangan
Meski perawakannya kecil, Lisa dikenal sebagai wasit yang tegas.

Dream - Gadis berhijab mungil itu tampak berbaur dengan kawan-kawannya. Sesekali dia tertawa cekikikan.

Tetapi, wajah itu tidak akan pernah ditemukan saat dia tengah bertugas sebagai wasit. Dia sangat tegas saat memimpin pertandingan sepak bola.

" Kalau di dalam lapangan saya tidak seperti ini. Di lapangan saya tegas," kata Nur Holisah saat berbincang dengan Dream di kampus Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jakarta. 

Profesi sebagai wasit sepakbola memang kerap menuntut Nur memasang mimik muka tegas. Itu dia lakukan agar para pemain segan kepada dia.

Meski begitu, dia mengaku kerap menjadi korban kerasnya dunia sepakbola. Sejumlah makian sering dia peroleh dari pemain yang protes atas teguran dia.

" Ya sering aja seperti itu. Tapi saya selalu berprinsip, dia makannya nasi, saya juga makan nasi, ngapain takut. Kalau sampai mengarah ke pemukulan, nanti tinggal laporin saja ke penegak hukum," tegas hijabers kelahiran Bekasi, 20 Juli 1997.

Sikap tegasnya ini telah diakui oleh beberapa pengadil senior. Bahkan, oleh seniornya, dia ditunjuk untuk " menghadapi" M Firdaus, pemain asal klub Perkasi Bekasi yang kerap melontarkan protes keras.

" M Firdaus itu memang dikenal suka protes keras. Sampai-sampai wasit senior jadi malas," katanya.

Dipercaya untuk menghadapi pemain yang emosional itu, tak membuat Nur gentar. Lisa memutar otak agar tidak terjadi insiden dengan mengubah sikap tegasnya dengan gaya pendekatan khas perempuan.

" Kebetulan kan dia (M Firdaus) ganteng. Nah, kalau dia marah dan protes, saya cuma deketin sambil bilang 'ntar nggak ku cium lho'," jelasnya sembari tersenyum.

Hijabers yang dijuluki Cinderela oleh teman-temannya ini pun berharap bisa mengembangkan karir ke depan. Lisa ingin bisa menembus pentas Indonesia Super League (ISL).

" Rencananya oleh Asosiasi Wasit DKI Jakarta saya dipersiapkan menjadi wasit perempuan berhijab pertama di ISL. Sebagai persiapannya saya terus mengasah diri dan melakukan tes untuk sertifikat C1," ungkap pengidola wasit Handiyana ini.

Beri Komentar