Gusti Noeroel, Putri Keraton yang Dicintai Soekarno Wafat

Reporter : Eko Huda S
Rabu, 11 November 2015 12:13
Gusti Noeroel, Putri Keraton yang Dicintai Soekarno Wafat
Semasa muda, Gusti Noeroel menjadi "rebutan" banyak tokoh nasional untuk dipersunting. Di antaranya Bung Karno, Sutan Syahrir, dan Sri Sultan Hamengkubuwono IX.

Dream - Istana Mangkunegaran, Surakarta, berduka. Gusti Raden Ayu (GRAy) Siti Noeroel Kamaril Ngasarati Koesoemowardhani Soerjosoejarso atau yang karib disapa Gusti Noeroel meninggal dunia di Rumah Sakit St Carolus, Bandung, Selasa kemarin, pukul 08.20 WIB.

" Ibu meninggal di Bandung karena gerah sepuh," kata Putra pertama Gusti ‎Noeroel, KPH Sularso Basarah Soerjosoejarso, di Pura Mangkunegaran, Solo, Rabu 11 November 2015. Gusti Noeroel wafat dalam usia 94 tahun.

Jenazah telah tiba di Pura Mangkunegara pada hari Rabu sekitar pukul 08.00 WIB. Gusti Noeroel akan dikebumikan di kompleks pemakaman keluarga Mangkunegara di Astana Girilayu, Matesih, Kabupaten Karanganyar.

" Beliau tiba di Pura Mangkunegara Rabu pagi setelah diterbangkan dari Jakarta. Sebelumnya jenazah diberangkan dengan perjalanan darat dari Bandung menuju Jakarta sebelum diterbangkan ke Solo," jelas Sularso Basarah.

Semasa muda, Gusti Noeroel menjadi " rebutan" banyak tokoh nasional untuk dipersunting. Di antaranya Bung Karno, Sutan Syahrir, dan Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Sultan Jawa itu ingin menjadikan Gusti Noeroel sebagai permaisuri.

" Beliau merasa tidak nyaman karena Ngarso Dalem (Sri Sultan) sudah punya garwo (istri). Jadi ibu tidak mau menyakiti garwo Ngarso Dalem lainnya. Untuk itu lebih baik tidak menerima pinangan itu," kata dia.

Bung Karno juga jatuh hati dengan Gusti Noeroel. Kala itu, sang Proklamator Bangsa tengah mencari istri untuk " first lady" . Namun Gusti Noeroel tak bersedia. " Saat itu Bung Karno belum sama ibu Fatma. Ibu nggak suka yang sifatnya bersuami seorang politisi kan nanti sering ditinggal-tinggal, jadi tidak nyaman," jelas Sularso Basarah.

Sularso Basarah menambahkan, selain kedua tokoh itu, ada pula Sutan Syahrir. Bahkan, saat itu Syahrir sering sekali memberikan hadiah kepada Gusti Noeroel. Begitupun sebaliknya. Namun, Gusti Noeroel tidak begitu sreg dengan aktifitas politik yang digeluti Syahrir. " Ya karena aktifitas berpolitik itu yang kurang disenangi Beliau," papar dia.

Akhirnya, cinta Gusti Noeroel berlabuh ke hati seorang perwira militer bersama, Soerjosoejarso. Mereka dikaruniai tujuh anak. Gusti Noeroel juga dikaruniai 14 cucu serta 4 cicit.

Salah satu momen mengesankan adalah saat Gusti Noeroel menari dalam acara pernikahan Putri Juliana dengan Pangeran Benhard di Kerajaan Belanda tahun 1937. Saat menari, iringan gamelan disiarkan langsung dari ndalem Pura Mangkunegaran yang disiarkan melalui siaran radio Solosche Radio Vereeniging.

Gusti Noeroel juga dikenal sangat gemar olahraga berkuda, tenis, dan renang. Bahkan, anak-anaknya pun dilatih untuk bisa berkuda. " Adik-adik saya juga dilatih untuk bisa berkuda," ujar Sularso.

Laporan: Ben Satrian

Beri Komentar