Kesederhanaan Istri Wakil Walikota yang Tetap Berjualan Nasi

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 26 April 2016 14:15
Kesederhanaan Istri Wakil Walikota yang Tetap Berjualan Nasi
Endang Taqiyyati berjualan nasi di kantin UIN Maliki Malang. Padahal, dia adalah istri Wakil Walikota Malang Sutiardji.

Dream - Menjadi istri pejabat tentu dekat dengan segala hal yang berbau glamor. Tampilan menawan nan elegan mungkin menjadi semacam keharusan.

Tapi, semua itu tidak berlaku bagi Endang Taqiyyati, 45 tahun. Wanita yang merupakan istri dari Wakil Walikota Malang Sutiardji ini tetap tampil apa adanya.

Yang lebih mengharukan, dia tidak bermain di bisnis kelas kakap mengandalkan jabatan sang suami. Endang memilih berjualan nasi di kantin Mahad (Asrama) Putri Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim, Malang.

Berjualan nasi sudah menjadi kebiasaan Endang. Rasa malu sama sekali tidak pernah terlintas dalam benak Endang.

Hal ini membuat banyak orang, terutama mahasiswa dan alumni UIN Maliki Malang kagum. Salah satunya dari Fitriyah Yuni Rachmawati. Dia menyanjung kesederhanaan dari Endang, dan mengunggahnya di akun Facebook miliknya.

" Saya kenal betul dengan Ibu Endang ini, memang benar orangnya sangat ramah, siapapun yang pernah kenal kenal beliau pasti dianggap seperti anaknya sendiri, nyemanak kata orang jawa, penampilannya jauh dari kata mewah," tulis Fitriyah.

Endang mulai berjualan di lingkungan UIN Maliki sejak 2007. Kantin yang dikelolanya kerap ramai dikunjungi sivitas akademika UIN lantaran masakannya yang enak dan harganya miring.

Endang memulai aktivitas jualannya sejak pukul 02.30 WIB dini hari. Dia mulai memasak di pagi buta itu yang akan dihidangkan sepanjang hari. Aktivitas kantinnya baru ditutup sekitar pukul 21.00 WIB.

Meski suaminya adalah wakil walikota, Endang tidak pernah mau mendapat layanan khusus. Dia sudah terbiasa dengan kehidupan yang sederhana dan lebih mementingkan mendapatkan berkah atas usahanya.

 

1 dari 4 halaman

Perabot Rumah dan Kesederhanaan Rasulullah

Dream - Di sebelah timur masjid Nabawi Madinah, tampak sebuah bangunan yang akan membuat kita takjub, terpesona karena kesederhanaannya .

Itulah tempat tinggal Nabi Muhammad SAW. Rumah itu sangat kecil dengan hamparan tikar usang dan nyaris tanpa perabot.

Bahkan cerita tentang tempat tidur Rasulullah SAW pernah menyembabkan Umar bin Khatab menangis. Padahal, Umar bin Khatab terkenal sebagai pemuda gagah perkasa, disegani banyak orang baik dari kalangan lawan maupun kawan. Kisah selengkapnya di sini. (Ism) 

 

Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke redaksi@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi

Ayo berbagi traffic di sini!

[crosslink_1]

2 dari 4 halaman

Kesederhanaan Kapolres Bersepeda Ontel

Dream - Polisi berseragam itu mengayuh sepeda tua. Santai. Meluncur perlahan dari rumah menuju kantor. Meski hanya menunggang sepeda ontel, dia tak kurang gagah dari polisi-polisi lain. Apalagi, saat melintas di depan pos polisi, semua prajurit yang berjaga berdiri. Menghormat kepadanya.

Pria itu memang bukan orang sembarangan. Dia adalah perwira menengah kepolisian. Dua melati di pundak menandakan pangkatnya yang lumayan tinggi. Dialah Ajun Komisaris Besar Polisi Agus Setiyoko. Pucuk pimpinan polisi di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Beberapa bulan yang lalu, nama Agus banyak dibicarakan di media sosial. Pemberitaan sejumlah media juga menyorot namanya. Mengupas kegemaran Pak Kapolres menggowes sepeda untuk berdinas.

Agus memang menolak menggunakan mobil dinas saat berkantor. Saban hari, mantan anggota pasukan perdamaian PBB di Sudan ini menggowes sepeda ontel dari rumahnya pukul 06.45 WIB.

Sebelum menuju kantor, dia terlebih dahulu mengantar anaknya yang masih duduk di bangku SD ke sekolah. Sementara, anaknya yang sudah SMA mengikutinya dari belakang. Juga menggunakan sepeda.

Agus sadar, penggunaan sepeda ontel ini mendapat tanggapan beragam dari masyarakat. Ada yang bilang hanya gaya-gayaan alias pencitraan. Namun dia tak peduli. Agus tetap saja menggunakan sepeda butut yang sebelumnya hanya teronggok di rumah dinasnya itu.

Bagi Agus, penilaian orang itu hanya angin lalu saja. Toh, dia bukan kali ini saja bergaya hidup sederhana. Selama berdinas di Jakarta, Agus juga melaju dari rumahnya di kawasan BSD dengan menumpang Commuter Line dan bahkan Kopaja.


Baca kisah AKBP Agus selengkapnya di tautan ini.  (Ism)

 

Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi

Ayo berbagi traffic di sini!

[crosslink_1]

3 dari 4 halaman

Cerita Kesederhanaan, dari CEO sampai Presiden

Dream - Pria renta itu turun dari sebuah bus umum. Mengenakan jas lusuh dan menjinjing tas plastik, pria tua itu tahu benar arah yang dituju. Sebuah gala besar penganugerahan pebisnis terbaik Swedia di sebuah hotel.

Mendadak langkahnya terhenti. Penjaga keamanan mencegat dan menghardiknya. Melihat dia turun dari bus umum, si petugas dengan jumawa menghalanginya masuk ke lokasi acara. Alasannya, mencegah kalangan tak pantas masuk ke perhelatan khusus dan eksklusif. 

Penampilan sang kakek memang jauh dari golongan berada. Dengan jas lusuh, kacamata murahan, serta sepatu kumal, pria ini layaknya seorang pensiunan tua dengan uang pas-pasan. Tak masuk dalam gambaran orang kaya. 

Siapa nyana, si petugas salah besar. Kakek lusuh ini justru tamu utama acara itu. Dialah calon penerima penghargaan bergengsi bagi pebisnis terbaik di Swedia tersebut. Namanya Ingrav Kampard.

Tak banyak yang tahu siapa Ingrav Kamprad. Namun coba sebut nama IKEA. Siapa tak mengenalnya. Kakek tua Ingrav Kamprad inilah pemilik supermarket furnitur ternama dunia. 

Kisah arogan petugas keamanan kepada Kamprad ini pun mendunia. Cerita kesederhanaan seorang miliarder yang pernah menjadi salah satu orang terkaya dunia menyebar cepat. Apalagi namanya pernah bersanding dengan Bill Gates, Warren Bufett, dan sederet manusia tajir dunia. 

Kesederhanaan Kamprad bukan polesan apalagi pencitraan. Kebiasaannya naik bus umum sudah dilakoni sejak lama. Ini baru secuil kisah kesederhanaan Kampard, si pemilik raksasa furniture dunia IKEA.

Ketika para hartawan pamer harta  membeli jet pribadi atau kapal pesiar mewah, Kamprad setia dengan mobil tua Volvo 240 keluaran 1993 yang menemaninya selama 15 tahun sebelum akhirnya dipensiunkan. 

Urusan perut tak berbeda jauh. Bukan restoran  mewah apalagi menu mahal yang dipilih. Kamprad sudah kenyang dengan menyantap makanan di rumah makan pinggir jalan atau membeli makanan di pasar becek. 

Pria dengan harta US$ 3,7 miliar atau Rp 44,4 triliun per Juli 2014 ini juga tak malu memangkas rambut di salon bertarif murah. Ratusan salon rela dikunjunginya. Ia rata-rata membayar ongkos potong rambut 6 pound sterling atau Rp 120 ribu.

" Saya memang sangat ketat untuk urusan uang. Ini tipikal orang Swedia keturunan Skotlandia. Namun, apa masalahnya," ujar Kamprad di sebuah kesempatan seperti dikutip Dailymail.

****

Gaya hidup sederhana Kampard memang merupakan barang langka. Di tengah budaya konsumtif dan gaya hidup glamor kalangan jetset, kehidupan Kamprad naik-turun bus umum seolah dongeng di kalangan miliarder dunia. 

Tak hanya pemilik IKEA saja yang bisa hidup sederhana. Dari tanah India, muncul nama Azim Hashim Premji. Majalah Forbes menempatkan Azim di peringkat 3 sebagai orang paling tajir di India dan ranking ke-61 terkaya di dunia serta paling berpengaruh di 2014. 

Lewat perusahaan software Wipro Products Limited, total kekayaan Azim saat ini diperkirakan Rp 198 triliun. 

Meski super tajir, ia dikenal rendah hati, tidak angkuh. Lihat saja tunggangan pribadinya. Cuma sedan butut, Ford Escort lansiran 1995. Harga pasarannya sekarang cuma Rp 50 juta.

Sebagai CEO di perusahaannya, pria kelahiran Mumbai, 24 Juli 1945 itu justru tak memiliki tempat parkir khusus. Bila terbang dia lebih suka naik pesawat di kursi ekonomi. Bahkan, bila perlu, mencari tiket diskonan.

Ia juga sering berjalan kaki atau naik angkutan umum. Bajaj bertarif murah adalah kendaraan favoritnya. Bukan taksi premium. 

Masih dari Asia. Singapura juga punya nama Lim Siong Guan. Dialah Chief Executive Officer (CEO) dari the Government of Singapura Investment Corporation (GIC), perusahaan beraset US$ 330 miliar atau Rp 3.916 triliun. Jabatan tinggi di perusahaan super kaya itu tak membuat Lim Siong bergaya hidup mewah. 

Penduduk Singapura mungkin sering bertatapan muka dengan anak sopir taksi ini. Maklum, Lim Siong adalah pengguna setia transportasi umum MRT.

Lim Siong tak cuma mengesankan dalam gaya hidupnya. Pria yang dianggap sosok Superman di mata pegawainya ini juga tak segan membeli sendiri perangko. Sebagai CEO, Lim Siong pasti mempunyai sekretaris yang siap membantunya setiap saat. Tapi ia memilih membeli sendiri perangko yang dia butuhkan.

Dunia politik juga tak ketinggalan dalam melahirkan sosok sederhana di saat dunia makin rakus. Siapa tak kenal dengan presiden termiskin di dunia, Jose Alberto Mujica Cordani. Presiden Uruguay ini pernah mendapat gelar sebagai pemimpin negara termiskin di dunia. 

Tengok saja rumahnya. Hanya sebuah bangunan tua di tengah areal pertanian. Siapa saja yang lewat tak bakal menyangka rumah jelek itu ditinggali seorang presiden. 

Urusan kendaraan apalagi. Jangan bayangkan sedan Mercedes Benz atau sedan limosine jadi kendaraan pengantar Jose Mujica. Halaman parkirnya hanya ditempati sebuah mobil tua Volkswagen Beetle.

Kesederhanaan memang barang langka bagi dunia metropolis seperti saat ini. Tapi cerita tentang pengusaha kaya, CEO, bahkan presiden, adalah sebuah kisah nyata. Bukan rekaaan.

Kesederhanaan mereka adalah inspirasi. Bersentuhan dengan nilai dasar semua agama secara universal. Mereka benar: sederhana itu indah. (eh)

4 dari 4 halaman

Menteri-menteri Sederhana Indonesia

Dream - Sebentar lagi, Indonesia akan memiliki kabinet baru. Di bawah pimpinan Presdien Joko Widodo alias Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla atau yang karib disapa JK. Presiden dan Wakil Presden terpilih yang akan dilantik pada 20 Oktober mendatang ini sudah menetapkan ada 34 menteri yang akan membantu mereka.

Salah satu yang biasanya disorot masyarakat dari para menteri itu adalah fasilitas. Bahkan beberapa waktu yang lalu, Sekretariat Negara di bawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah mengajukan pengadaan mobil mewah untuk para menteri yang akan datang.

Jokowi maupun JK tegas menolak dengan tegas. Bahkan, JK mengatakan sungguh tak elok jika para menteri itu menunggang mobil mewah, sementara mayoritas rakyat mengalami kesulitan ekonomi. Setelah terjadi pro dan kontra, akhirnya SBY membatalkan pengadaan mobil Mercedes Benz itu.

Namun, bicara soal menteri tak melulu identik dengan fasilitas mewah. Jika membaca kisah para menteri tempo dulu, maka akan kita jumpai sejumlah sosok yang perlu menjadi teladan. Tak jarang mereka menolak kemewahan saat menjabat posisi penting di pemerintahan.

Berikut beberapa kisah keteladanan menteri-menteri Indonesia zaman dulu seperti dikutip Dream.co.id dari merdeka.com, Selasa 16 September 2014:

Baca selengkapnya di tautan ini

Beri Komentar
Cara Samuel Rizal Terapkan Hidup Sehat Pada Anak