Muslim Beri Tumpangan 2 Orang Ateis, Obrolannya Buat Bangga

Reporter : Sugiono
Senin, 25 Juni 2018 10:01
Muslim Beri Tumpangan 2 Orang Ateis, Obrolannya Buat Bangga
Seorang Muslim ditakdirkan bertemu dengan dua orang turis yang tidak percaya adanya Tuhan. Apa yang terjadi selanjutnya?

Dream - Belakangan ini isu mengenai ateis dan gerakan 'Free Thinker' menjadi perbincangan hangat di kalangan netizen Malaysia.

Sejumah golongan modernis dan feminis menganggap Islam terlalu konservatif. Praktisi ateis dan free thinker ini memandang bahwa kebenaran dibentuk dari logika dan alasan.

Bahkan, banyak yang sebelumnya percaya pada Islam juga menceritakan pengalaman dan keyakinan mereka di situs media sosial, khususnya di Twitter.

Tidak mau ketinggalan, seorang Muslim Malaysia juga ingin bercerita tentang perbincangannya dengan dua orang warga Jerman yang tidak percaya pada Tuhan.

Warga bernama Hilal Asyraf itu mengatakan perbincangannya itu terjadi selama perjalanan di Tol Sungai Besi pada tahun 2013.

1 dari 3 halaman

Ditanya Ateis Soal Islam

Dream - Bersama adiknya, Hilal pulang ke Johor dari Kuala Lumpur. Saat itu hujan deras mengguyur ketika mereka sampai di Tol Sungai Besi.

Ketika melintas, mereka melihat dua orang backpacker berteduh di bawah halte. Dua orang bule itu membuat tanda ingin menumpang.

" Mereka bilang mau ke Melaka. Kami pun tak tega, dan membiarkan mereka naik mobil," kata Hilal.

Hilal dan adiknya kemudian berkenalan dengan dua bule itu. Mereka ternyata turis asal Jerman yang sedang keliling Malaysia.

Setelah berbincang-bincang agak lama, kedua bule itu tiba-tiba bertanya apakah Hilal beragama Islam?

" Saya jawab iya. Mereka kemudian menjawab bahwa mereka ateis. Mereka bilang jika ingin menjadi manusia yang baik, tidak perlu memeluk agama atau Tuhan," ujar Hilal.

Kata mereka, manusia bisa menjadi baik dengan sendirinya dengan memahami moral. Kedua bule itu kemudian meminta pendapat Hilal sebagai seorang Muslim.

" Mereka tanya 'Bisakah kita menjadi orang tidak baik tanpa beriman kepada agama dan Tuhan?', saya jawab 'Bisa saja'," kata Hilal.

2 dari 3 halaman

Penjelasannya Menohok

Dream - Hilal kemudian menjelaskan soal hubungan iman terhadap Tuhan dan perbuatan baik.

" Iman itu ibarat jangkar atau sauh. Iman akan membantu kita dalam menghadapi cobaan dan ujian selama hidup di dunia agar tetap berada di jalan yang benar. Kemudian saya beri mereka dua contoh," katanya.

Misalkan, jika kita berbuat baik kepada orang lain, tidak selalu orang itu akan membalas kebaikan kita.

Di dunia ini, perbuatan baik tidak selalu mendapat balasan yang baik pula. Terkadang kita sudah berbuat baik, tapi dikhianati orang.

Demikian juga dengan cinta yang terbalas. Kalau manusia tadi beriman kepada agama dan Tuhan, dia akan ridha. Dia yakin bahwa Tuhan yang mengatur dan akan diberi yang lebih baik di hari nanti.

" Akibatnya, saya tidak harus gundah gulana sepanjang waktu memikirkan cinta yang terbalas," kata Hilal.

Situasi-situasi ini akan menggoda manusia untuk menganggap bahwa menjadi baik atau berbuat baik ternyata tidak ada maknanya. Akibatnya, kita akan punya pikiran untuk tidak lagi berbuat baik kepada sesama.

" Tetapi, jika ada iman kepada agama dan Tuhan, dalam kasus saya Islam dan Allah, maka kita akan percaya bahwa dunia ini sebenarnya sebuah tempat untuk kita diuji," kata Hilal.

Dalam setiap ujian itu, manusia akan diberi ganjaran berupa kesenangan bila bersabar. Dan manusia juga akan beriman adanya akhirat di mana saat itu akan ada pembalasan.

Maka manusia jadi yakin bahwa kebaikan itu, walaupun terlihat seperti tidak terbalas di dunia, akan diganti di akhirat. Dengan iman itulah, manusia akan terus melakukan kebaikan.

3 dari 3 halaman

Kedua Ateis Baru Sadar

Dream - Hilal kemudian menambahkan bahwa baik dalam Islam bukan sekadar baik biasa. Islam adalah agama yang aplikasinya mencakup seluruh kehidupan.

Baik di dalam Islam adalah sebuah tujuan. Karena itulah Islam mengajarkan tentang akhirat, sesuatu yang tidak mungkin kita peroleh jika tidak beriman kepada Allah.

Wawasan tentang akhirat membuat hidup seorang Muslim penuh integritas, antara kehidupan di dunia dan kehidupan setelah mati.

Islam bukan agama yang memenjara umatnya di pagar masjid, dan ibadahnya sebatas ritual.

Sayang, perbincangan mereka terputus saat kendaraan Hilal telah sampai di Melaka.

Namun kedua turis itu merasa kagum dengan penjelasan Hilal soal agama dan Tuhan. Mereka mengaku bahwa mereka tidak punya perspektif seperti itu sebelumnya.

(Sumber: Ohbulan.com)

Beri Komentar
Babak Baru Daus Mini Vs Daus Mini ‘KW'