Perasaan Seorang Mualaf Saat Pertama Kali Puasa Ramadan

Reporter : Ismoko Widjaya
Sabtu, 19 Mei 2018 16:02
Perasaan Seorang Mualaf Saat Pertama Kali Puasa Ramadan
"Saya ingin bisa bangun dengan lebih awal agar punya banyak waktu untuk sahur."

Dream - Pernahkah Sahabat Dream harus mencoba atau memulai sesuatu yang baru? Bagaimana perasaannya saat itu? Tegang dan khawatir?

Itulah yang dirasakan mualaf asal Kolombia bernama Luis Carreno, ketika akan menjalani ibadah puasa untuk pertama kali dalam hidupnya tahun ini.

Setelah menjalankan sholat tarawih di masjid, Carreno buru-buru pulang untuk tidur agar bisa bangun dan menyambut hari pertama berpuasa di bulan Ramadan.

" Saya ingin bisa bangun dengan lebih awal agar punya banyak waktu untuk sahur," ujar pria berusia 36 tahun itu kepada Khaleej Times.

Sayangnya, meskipun sudah ke tempat tidur lebih awal, dia tidak dapat langsung tidur. Carreno masih terbaring dengan mata menyala selama satu setengah jam.

" Saya merasa tegang. Di pikiran hanya ada bayangan 'akankah saya bisa berpuasa dengan benar atau saya akan merasa haus; atau apakah saya akan sakit kepala karena tidak makan," katanya.

Carreno tetap berusaha agar bisa tidur. Dan, Alhamdulillah, dia akhirnya bisa tidur dengan nyaman setelah beberapa saat. Carreno kemudian bangun jam 3.30 pagi untuk makan sahur.

Sebelum makan sahur, Carreno menyempatkan diri untuk sholat malam sebelum membuat bubur oatmeal dengan pisang. Carreno juga ingat makanan sunnah yang menyehatkan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

" Saya ambil air hangat yang dicampur madu, beberapa biji kurma dan air biasa untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi," kata Carreno.

Carreno merasa bersyukur bisa menjalankan langkah-langkah pertama untuk berpuasa. Setelah makan, dia segera mengambil air wudhlu dan menunggu azan Subuh berkumandang.

" Prosedur sebelum puasa yang saya lakukan langkah demi langkah telah memberi saya rasa spiritual yang tinggi. Meski saya tidak bisa sholat jemaah di masjid karena jauh dari rumah, saya bisa merasakan kehadiran Allah dan saya merasa damai," katanya.

Karena Ramadan adalah bulan Alquran, Carreno banyak membaca dan memahami kitab yang diturunkan pada bulan suci itu.

Setelah sholat Subuh, Carreno akan bangun jam 7.30, mandi, dan kemudian wudhlu untuk mulai membaca Alquran.

" Setiap kali saya membacanya, semakin banyak hal yang saya temukan. Ini semua sangat menyenangkan bagi saya," kata Carreno.

Seiring berjalannya waktu, Carreno merasa sedikit lapar tetapi tidak sampai membuatnya sangat kelaparan. Carreno tidak mengalami sakit kepala atau kehausan seperti yang dia takutkan.

" Terima kasih kepada Allah karena saya merasa bahagia dan termotivasi. Saya dapat merasakan bahwa Allah membuatnya begitu mudah bagi saya. Alhamdulillah," pungkasnya.

Carreno memeluk Islam sejak Januari 2018 lalu. Dia mengucapkan dua kalimat syahadat di sebuah pusat informasi Islam di Satwa, Dubai, Uni Emirat Arab.

Pria kelahiran Brasil ini menjadi pelatih ilmu bela diri di Angkatan Bersenjata UEA di Dubai.

(ism, Sumber: khaleejtimes.com)

Beri Komentar
Indah Permatasari: Karena Mimpi Aku Hidup