JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Pendidikan Islam di Indonesia memiliki ciri khas dan keunikan yang tak akan ditemukan di banyak negara lain. Pesantren menjadi salah satunya.
Untuk mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi yang pesat, pesantren mulai berbenah. Tanpa meninggalkan kekhasannya, di beberapa pesantren mulai berdiri perguruan tinggi ala pesantren atau disebut ma'had aly. Santri yang belajar di ma'had aly disebut mahasantri.
Ketua Asosiasi Ma'had Aly (Amaly), Abdul Jalal, mengatakan saat ini perguruan tinggi ala pesantren ini tersebar di 26 daerah di seluruh Indonesia.
" Kekhasan ma'had aly ini sebagai perguruan tinggi ala pesantren. Oleh karena itu, ini perguruan tinggi tapi harus ada di dalam pesantren dan diselenggarakan oleh pesantren. Jadi nanti enggak ada Ma'had Aly negeri, itu enggak ada," kata Jalal di Ace BSD, Serpong, Banten, Selasa 21 November 2017.

Metode belajar di ma'had aly pun memiliki perbedaan dengan perguruan tinggi Islam negeri. Di ma'had aly, para mahasiswa diajarkan materi sorongan, bandongan, bahsul masa'il, tahfiz, hingga riyadallah.
© Dream
Lembaga pendidikan tinggi pesantren ini sudah memilik program kurikulum kitab kuning dan program Strata-2.
" Kostumnya ya santri, pakai sarung, pakai peci, baju koko, songkok, pakai bakiak," ucap dia.
Jalal mengatakan, untuk masuk ke ma'had aly, calon mahasantri diwajibkan memiliki hafalan Alquran. Minimal satu juz.
Tujuan utama dari ma'had aly, tambah Jalal, mencetak ulama atau orang yang mampu menyampaikan dan mengamalkan ajaran Islam. Selain itu, mahasantri juga akan mendapat ijazah bergelar Sarjana Agama atau Magister Agama.
© Dream
Salah satu ma'had aly berada di Pesantren Kebon Jambu Babakan, Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat. Di sana terdapat program khusus untuk mencetak ulama wanita.
Mudir (Rektor) Ma'had Aly Kebon Jambu, Marziky Wahid, mengatakan, program tersebut dibuat karena saat ini jumlah Muslimah yang menjadi alim ulama terbilang langka. Sehingga, perlu ada dorongan agar Muslimah tergerak ikut menyiarkan ajaran Islam.
" Dalam kenyataannya seperti kita ketahui itu kan sangat langka sekali ulama perempuan. Di MUI misalnya, selalu didominasi oleh laki-laki, enggak pernah ketuanya perempuan. Bahkan masuk dalam kepengurusan harian pun jarang sekali, paling kalau pun masuk ada di urutan buncit," kata Marziky.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun