3 Peristiwa Penting yang Terjadi Pada 10 Muharram

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 18 September 2018 14:01
3 Peristiwa Penting yang Terjadi Pada 10 Muharram
Muharram merekam banyak peristiwa penting bagi umat Islam.

Dream - Muharram menyimpan rekaman sejarah begitu penting bagi umat Islam. Di awal tahun hijriah ini, umat muslim dianjurkan menjalankan ibadah puasa 10 Muharram.

Ada sejumlah peristiwa penting yang sangat berharga bisa umat Islam yang terjadi pada 10 Muharram, atau lebih dikenal dengan Asyura. Sedikitnya ada tiga peristiwa besar yang tercatat.

Dikutip dari Islami.co, Al Hafiz Ibnu Nashir Al Din Al Dimasqyi dalam kitab Majmu' fihi Rasail, menyebutkan tiga peristiwa besar pada hari Asyura. Peristiwa pertama yaitu Nabi Nuh AS keluar dari kapalnya usai banjir bandang selama 5 bulan.

(Baca: Besok Tanggal 9 Muharram, Ini Niat Puasa Tasu'a)

Para ahli sejarah meyakini banjir tersebut melanda seluruh permukaan bumi dan menenggelamkan semua makhluk hidup. Sementara Nabi Nuh menaiki kapal atas perintah Allah SWT.

1 dari 3 halaman

Nabi Nuh AS Keluar Kapal

Dalam caratan Ibnu Jarir Al Thabari, panjang kapal Nabi Nuh mencapai 1200 harta (sekitar 540 meter) dengan lebar mencapai 600 hasta (sekitar 270 meter) dan terdiri dari tiga lantai. Lantai pertama untuk hewan ternak maupun buas lantai kedua untuk manusia, dan lantai ketiga untuk para burung.

Keterangan Ibnu Abbas RA, Nabi Nuh naik kapal itu dengan 80 orang beserta keluarganya. Mereka berada di dalam kapal selama 150 hari.

(Baca: Berpuasa Sunah Asyura Lupa Niat, Batal?)

Allah SWT mengarahkan kapal itu ke Mekah dan selama 40 hari mengelilingi Baitullah. Setelah itu, kapal digerakkan oleh Allah menuju bukit Judi untuk berlabuh.

Pada 10 Muharram, Nabi Nuh beserta pengikutnya keluar dari kapal besar itu.

 

2 dari 3 halaman

Nabi Musa AS Diselamatkan dari Kejaran Firaun

Peristiwa kedua, Nabi Musa AS mengajak Bani Israil untuk lari menghindari kejaran Firaun. Pada akhirnya, Firaun dan bala tentaranya ditenggelamkan di laut merah oleh Allah SWT.

Peristiwa itu terjadi pada 10 Muharram. Sebagai ungkapan rasa syukur karena telah diselamatkan Allah, Nabi Musa dan para pengikutnya menjalankan puasa.

Dalam riwayat Ahmad, Abu Hurairah RA menceritakan Rasulullah Muhammad SAW pernah berjalan melewati orang-orang Yahudi. Mereka sedang melaksanakan puasa Asyura.

Nabi SAW bertanya, " Puasa apa kalian?" Mereka menjawab, " Hari ini Tuhan menyelamatkan Musa dan Bani Israil dari tenggelam, sementara Firaun dan tentara-tentaranya ditenggelamkan. Pada hari ini juga, Tuhan melabuhkan kapal Nuh di bukit Judi. Oleh sebab itu, pada hari ini Nuh dan Musa berpuasa sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan mereka. Nabi pun bersabda, " Aku lebih berhak atas Musa dan lebih berhak untuk berpuasa pada hari ini. Selanjutnya Nabi bersabda kepada para sahabatnya, " Siapa di antara kalian berniat puasa pagi hari ini, hendaklah ia menyempurnakan puasanya. Siapa di antara kalian terlanjur memakan makanan yang dihidangkan keluarganya, maka ia juga menyempurnakan sisa waktu hari ini untuk berpuasa."

 

3 dari 3 halaman

Meninggalnya Cucu Rasulullah

Sedangkan peristiwa ketiga, yaitu wafatnya cucu Rasulullah Muhammad SAW, Husein di Karbala. Husein terbunuh dalam peperangan melawan kelompok pemberontak pimpinan Yazib bin Mu'awiyah.

Peristiwa ini sebelumnya sudah disampaikan kepada Rasulullah Muhammad SAW oleh Malaikat Jibril. Hal ini seperti tertera dalam kitab Maqtal Husain bin 'Ali bin Abi Thalib karya Al Thabarani.

Suatu ketika, Husain bin Ali masuk ke kamar Nabi yang ketika itu sedang menerima wahyu. Lalu Husain meloncat ke atas pundak Nabi dan bermain-main di atas punggung beliau. Maka kemudian Jibril bertanya, " Wahai Muhammad, apa engkau mencintainya?" Nabi pun menjawab, " Wahai Jibril, bagaimana aku tidak mencintai cucuku?" Jibril lantas berkata kembali, " Sesungguhnya, setelah kamu wafat nanti umatmu akan membunuhnya."

Jibril kemudian mengambil tanah berwarna putih dan memberikannya kepada Nabi seraya berkata, " Wahai Muhammad, di tanah inilah cucumu akan dibunuh. Tanah itu namanya Thaf (Karbala)." Ketika Jibril sudah pergi, Nabi Muhammad keluar dengan membawa tanah itu sambil berkata, " Wahai 'Aisyah, Jibril memberitahu aku bahwa Husain, cucuku akan dibunuh di tanah Thaf dan sesungguhnya setelah kepergianku nanti, umatku akan menghadapi fitnah."

Setelah itu, Nabi keluar untuk menemui sahabat-sahabatnya yang kebetulan hari itu sedang berkumpul, di antaranya Ali, Abu Bakar, Umar, Hudzaifah, Ammar, dan Abu Dzar sambil menangis. Mereka pun bertanya, " Wahai Rasulullah, apa yang menyebabkanmu menangis?" Beliau menjawab, " Jibril memberitahu aku bahwa setelah aku pergi nanti cucuku Husein akan dibunuh di tanah Thaf. Dia membawa tanah ini dan memberitahu aku bahwa tanah ini nantinya akan menjadi tempat peristirahatan terakhir untuknya."

Selengkapnya...

Beri Komentar
Detik-detik Bom Bunuh Diri Meledak di Polrestabes Medan