Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Dunia anak-anak adalah bermain. Di manapun tempatnya, mereka pasti punya kecenderungan untuk bermain. Apalagi jika di masjid.
Tidak jarang, lantaran saking serunya, anak-anak kecil malah dianggap menganggu. Tidak sedikit dari jemaah yang kemudian memarahi anak-anak karena bermain di masjid.
Dampaknya, anak menjadi tidak nyaman. Padahal, kehadiran anak-anak di masjid justru mengandung nilai positif, yaitu agar tumbuh keterikatan pada tempat ibadah dalam diri mereka.
Lantas, bagaimana seharusnya menangani anak yang bermain di masjid?
Ada baiknya kita meniru cara Rasulullah Muhammad SAW. Seperti tertuang dalam hadis riwayat Imam Ibn Abi Syaibah, Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa'i, Baihaqi, Abu Ya’la, Ibn Khuzaimah, Ibn Hibban, dan Imam Hakim, bersumber dari Buraidah.
Suatu hari, saat Rasulullah menyampaikan khotbah, dua cucu kesayangannya, Hasan dan Husein muncul. Kedua bermain di sela-sela shaf, berjalan-jalan lalu terjatuh, berdiri lagi dan kembali bermain.
Melihat dua cucunya, Rasulullah turun dari mimbar. Digendongnya Hasan dan Husein, lalu bersabda,
Maha Benar Allah dan Rasul-Nya yang pernah berfirman bahwa harta dan anak-anak adalah fitnah. Ketika melihat keduanya, saya tidak tahan untuk menggendongnya.
Rasulullah kemudian melanjutkan khotbah.
Dalam riwayat lain dalam Musnad Imam Ahmad dari Abu Hurairah RA, Rasulullah mengimami para sahabat sholat Isya. Saat sujud, Hasan dan Husein naik ke atas punggung Rasulullah. Rasulullah mengangkat kepalanya dan menahan dengan lembut kedua cucunya itu dengan tangan.
Rasulullah lalu mendudukkan keduanya di sampingnya dan melanjutkan sholat. Tetapi, Hasan dan Husein mengulanginya sampai sholat Rasulullah selesai.
Kemudian, Rasulullah memangku dua cucunya di atas pahanya. Abu Hurairah kemudian berdiri.
"Ya Rasulullah, biar saya antaran mereka pulang ke rumah ibunya," kata Abu Hurairah.
"Tidak usah," jawab Rasulullah.
Rasulullah kemudian berbicara kepada kedua cucunya.
"Pulanglah ke rumah ibu kalian!" kata Rasulullah.
Hasan dan Husein menurut. Ditemani cahaya kilat di langit, dua bocah mungil itu pulang ke rumah ibunya, Fatimah.
Rasulullah tidak pernah berlaku kasar, bahkan pada keluarganya sendiri.
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


Inggris dan Jepang Minta Warga Siapkan Stok Makanan untuk 3 Hari, Ada Apa?

Benarkah Oksigen di Bumi Bisa Habis? Ilmuwan Perkiraan Kapan Hal Itu Bisa Terjadi

Sering Disalahpahami, Ini Perbedaan Frugal Living dengan Hidup Pas-pasan

Beeru Stevia Diduga Berisi Pemanis Buatan, Apa Risikonya bagi Penderita Diabetes Jika Terkonsumsi?

Usia Berapa Otak Manusia Paling Tajam? Ternyata Bukan Saat Masih Muda

Sering Dikira Flu, Virus yang Disebarkan Nyamuk Ini Bisa Menyerang Otak dan Berakibat Fatal

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?