Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ustaz Fadhlan Saat Berdakwah (Foto: Daaruttauhiid.org)
Dream - Papua kerap mendapat julukan sebagai salah satu provinsi tertinggal di Indonesia. Sumber daya alamnya melimpah namun masyarakat di sana justru hidup miskin bahkan banyak penduduk aslinya yang masih tinggal di pedalaman.
Bertekad ingin mengubah kehidupan masyarakat Papua menjadi lebih baik melalui jalur dakwah, muncullah sosok ustaz yang sangat inspiratif, Ustaz Fadhlan Rabbani Al-Garamatan.
Dengan cara dakwah yang inovatif, Ustaz Fadhlan telah berhasil menyentuh masyarakat Papua. Ia menceritakan pengalamannya kepada jemaah Kajian Asmaul Husna, Dompet Peduli Ummat (DPU) Daarut Tauhiid beberapa waktu lalu.
Mengenalkan Islam pada masyarakat Papua melalui sabun mandi. Perlu diketahui, sebelum mengenal Islam, orang Papua terbiasa mandi dengan melumuri minyak babi ke tubuh.
Katanya, untuk menghindari nyamuk dan udara dingin. Dan sejak berkenalan dengan sabun mandi, masyarakat Papua kini tak lagi menggunakan lemak babi.
Tak hanya sabun mandi, Ustaz Fadhlan juga mengajarkan masyarakat Papua yang selama ini hanya mengenakan koteka, secara bertahap mulai mengenakan pakaian.
" Awalnya kami kenalkan mereka celana kolor, mereka tertawa. Namun ketika memakainya dan lama-lama enjoy, malah akhirnya malu untuk melepasnya. Lalu kami bawakan cermin. Ketika masih telanjang, mereka takut melihat bayangannya sendiri. Setelah memakai celana dan baju, mereka merasakan perbuahan dalam dirinya. Ternyata lebih bagus, dan akhirnya mereka masuk Islam," jelas Ustaz Fadhlan seperti dikutip dari situs Daaruttauhiid.org.
Diakui ustaz, saat berdakwah ia juga kerap menghadapi banyak tantangan. Tidak hanya soal kondisi alam, tetapi juga respons penduduk setempat.
" Terkadang ada juga yang melemparkan tombak bahkan panah. Ya, itu sudah biasa kami alami. Itu belum seberapa dibandingkan perjuangan Rasulullah. Beliau bahkan diusir dari negerinya (Mekah), karena ketidaksukaan penduduknya menerima dakwah. Namun beliau tetap sabar, kami pun harus sabar," ujarnya. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya