Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Hamida Novakovich (abc.net.au)
Dream - Kurator seni berdarah Indonesia, Hamida Novakovich, akan mengelar pameran seni yang dirancang khusus untuk seniman Muslim di Australia. Pameran ini nantinya hanya akan diikuti oleh seniman-seniman Muslim berusia di bawah 40 tahun, alias generasi Y.
“ Saya tahu, sebelumnya, telah ada pameran lainnya di Australia, utamanya fokus pada perempuan Muslim sebagai kelompok,” kata Hamida, dikutip Dream dari laman ABC Radio Australia, Jumat 29 April 2016.
“ Tapi ini adalah pertama kalinya, saya katakan, ada sebuah pameran seniman Muslim yang menampilkan Generasi Y,” tambah dia.
Pameran bertajuk ‘HERE&NOW16/GenYM’ itu akan dibuka di Galeri Seni Lawrence Wilson, Universitas Australia Barat, pada 30 April. Rencananya menampilkan 45 karya sembilan seniman Muslim kontemporer dari seluruh Australia.
“ Saya benar-benar tertarik dalam pengembangan seni kontemporer oleh seniman Muslim Australia pada umumnya,” kata Hamida.
Menurut Hamida, ada perkembangan menarik dari generasi Y kaum Muslim di daerahnya. “ Saya melihat ke lapangan, apa yang menarik tentang ini adalah suara yang matang dari Generasi Y, yang merupakan generasi saya.”
Blasteran Indonesia dan Montenegro berusia 30 tahun ini mulai meneliti seni kontemporer seniman Muslim sejak enam tahun lalu. Dia terinspirasi leluhurnya, baik di Indonesia maupun Montenegro.
“ Datang dari komunitas Muslim dan melihat identitas, identitas dan nenek moyang saya sendiri, wajar jika saya memilihnya. Saya berasal dari latar belakang antropologi juga, jadi saya suka cerita,” tutur dia.
Para seniman yang akan tampil dalam pameran itu menggunakan berbagai media, termasuk keramik, fotografi, dan film, untuk mengeksplorasi topik-topik seperti migrasi, warisan, politik dan filsafat.
Salah satu seniman yang andil dalam pameran ini adalah pematung dari wilayah Fremantle, Abdul-Rahman Abdullah. Dia akan memamerkan karya berjudul ‘Practical Magic’ atau keajaiban praktis, yang menggambarkan ukiran kayu bayi unta.
Dia mengatakan, karya ini terinspirasi oleh perumpamaan Islam dari masa kecilnya. Sementara, saudaranya, yakni Abdul Abdullah, memamerkan dua karya fotografi dalam ajang yang akan digelar hingga 16 Juli ini. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya