Demi Persalinan Lancar, Hindari 4 Hal Ini

Reporter : Tantiya Nimas Nuraini
Senin, 8 Juli 2019 10:06
Demi Persalinan Lancar, Hindari 4 Hal Ini
Proses persalinan memngg sangat ditunggu-tunggu. Namun, tahukan ibu ada kebiasaan buruk yang sebaiknya tak dilakukan saat melahirkan.

Dream – Bagi banyak wanita, merasakan kehamilan merupakan impian dalam hidup. Menjalani kehamilan memang seperti berada dalam momen naik turun, penuh 'keajaiban'.

Dari berbulan-bulan hamil, terntunya proses persalinan yang jadi puncaknya. Setiap orangtua  bakal penasaran dengan sang buah hati yang telah dikandungnya selama 9 bulan lebih.

Terkadang, sebagian besar wanita melakukan berbagai cara agar dapat mempercepat terjadinya proses persalinan. Sebagian besar wanita akan memilih melahirkan secara normal daripada melahirkan melalui jalan operasi.

Melahirkan secara normal memiliki rasa tersendiri yang bisa dirasakan oleh para calon ibu. Selain itu, melahirkan secara normal juga memiliki tingkat kesembuhan yang lebih cepat daripada operasi.

Namun, melahirkan melalui jalan operasi jadi pilihan yang baik apabila tidak memungkinkan untuk menjalani melahirkan secara normal.

Terdapat beberapa kebiasaan yang sering dilakukan ibu saat melahirkan secara normal. Kebiasaan in termasuk yang merugikan. Simak informasi berikut ini.

1 dari 6 halaman

Berlebihan dalam Berteriak

Mengeluarkan suara ketika menjalankan proses melahirkan memang sangatlah wajar untuk dilakukan. Hal tersebut bahkan dianjurkan oleh dokter untuk para ibu yang sedang dalam proses melahirkan.

Hal yang tidak diperbolehkan atau tidak dianjurkan adalah dengan berteriak secara berlebihan. Itu bukan karena menjadi bising di ruang bersalin, namun dengan berteriak secara berlebihan mampu menguras tenaga yang dimiliki.

Seperti yang sudah diketahui bersama, diperlukan tenaga yang banyak dan cukup untuk menjalankan proses melahirkan secara normal.

Dengan berteriak secara berlebihan, Sahabat Dream akan mengeluarkan tenaga yang dimana seharusnya tenaga tersebut digunakan untuk mendorong bayi untuk keluar.

Untuk itu, hindari berteriak berlebihan saat melahirkan. Lebih baik atur napas dan simpa tenang dengan efektif.

2 dari 6 halaman

Hiperventilasi

Hiperventilasi merupakan proses bernapas yang tidak stabil. Dengan menghirup udara terlalu cepat dan banyak mampu membuat kalian merasakan pusing, kebas, mati rasa pada kaki, tangan, muka bahkan hingga pingsan pada saat proses melahirkan.

Hiperventilasi sangat dipengaruhi oleh rasa khawatir, cemas, hingga serangan panik yang dialami oleh para ibu yang akan melahirkan. Kondisi ini biasanya sering terjadi para wanita yang sedang menjalankan proses melahirkan untuk pertama kalinya.

Untuk mencegah terjadinya hiperventilasi, sangat disarankan bagi ibu untuk melakukan latihan pernapasan jauh hari sebelum melakukan persalinan. Selain bisa mengurangi risiko terkena hiperventilasi pada saat persalinan, dengan mengatur napas secara stabil mampu membuat proses persalinan berlangsung cepat.

3 dari 6 halaman

Mengeluarkan Banyak Tenaga

Seperti yang sudah disinggung pada poin sebelumnya, bahwa para wanita yang menjalankan proses persalinan akan membutuhkan tenaga yang banyak. Sebagian besar wanita menjelang persalinannya akan memikirakan berbagai hal yang dimana bisa membuatnya kehilangan tenaga.

Pada saat persalinan pun juga sebagian besar wanita akan banyak bergerak serta memikirkan segala macam hal baik itu baik maupun buruk. Hal tersebut merupakan suatu kebiasaan pada saat melahirkan yang harus dicegah dan diubah. Dengan mengubah kebiasaan ini nantinya akan mampu mempercepat proses persalinan.

Sahabat Dream harus bisa menenangkan diri sendiri sebab bisa membantu menyimpan tenaga yang akan digunakannya nanti. Para calon ibu juga perlu untuk mengosongkan pikiran mereka dari segala sesuatu agar tidak membebani diri sendiri.

Konsultasikan kepada dokter mengenai apa saja yang harus dilakukan disaat proses persalinan. Dengan begitu, ibu akan menjalankan proses persalinan dengan baik dan sangat terbantu.

4 dari 6 halaman

Konsumsi Makanan Berat dan Berminyak

Salah satu cara terbaik menjaga stamina adalah dengan tidak mengkonsumsi makanan berat dan berminyak sebelum melakukan proses persalinan. Sebenarnya, sangat dianjurkan bagi para ibu hamil yang telah memasuki kehamilan bula ke-9 untuk menghindari makanan yang mengandung banyak minyak.

Proses pencernaan akan mengalami perlambatan ketika seorang wanita sedang menjalankan proses persalinan. Dengan kata lain, makanan berat dan makanan berminyak nantinya akan sangat sulit untuk dicerna oleh tubuh kalian. Sebaiknya kalian mengkonsumsi oatmeal. Granola bar, keju, yogurt, buah-buahan serta sport drinks untuk mencegah dehidrasi.


(Sumber: ivansini.com)

5 dari 6 halaman

Profesor Kebidanan Ungkap Posisi Melahirkan Telentang Seperti 'Siksaan'

Dream - Kondisi berbaring dengan telentang jadi posisi umum ibu saat melahirkan secara normal. Saat kontraksi muncul, ibu lalu diminta sedikit mengangkat punggung dengan sedikit duduk dan memegang betis.

Hal tersebut menurut banyak praktisi kebidanan bakal mempermudah bayi keluar. Rupanya hal ini tak sepenuhnya tepat. Bahkan menurut Hannah Dahlen, seorang profesor kebidanan, meminta ibu berbaring saat melahirkan sama seperti menyiksanya.

" Wanita dipaksa melahirkan dengan punggung berbaring dan ini seperti siksaan dengan rasa sakit yang tak tertahankan," katanya.

Profesor Dahlen dari Western Sydney University mengatakan secara fisiologis posisi paling alami bagi wanita untuk melahirkan adalah bersandar ke depan atau forward. Yaitu bertumpu pada tangan dan lutut. Namun, lebih dari 90% wanita masih melahirkan dengan berbaring telentang.

Profesor Dahlen dan timnya melakukan penelitian mengamati wanita yang melahirkan di rumah, pusat persalinan dan di rumah sakit. Mereka mempelajari setiap gerakan ibu selama persalinan.

" Sangat jelas bahwa wanita yang melahirkan di rumah atau di pusat-pusat kelahiran bergerak terus-menerus dan akan condong ke depan ketika kontraksi. Secara naluriah akan akan mbersandar pada tangan mereka dan lutut," ungkap Dahlen, dikutip dari KidSpot.

 

6 dari 6 halaman

Cari Posisi yang Nyaman

Presiden Royal Australian College of Obstetricians, Profesor Steve Robson, mengamini Profesor Dahlen. Meski ia tak mau menggunakan terminologi 'siksaan'. Menurutnya persalinan dengan posisi berbaring sebaiknya dihindari.

" Bobot bayi di dalam rahim dapat menghalangi suplai darah sehingga ada alasan fisiologis yang baik untuk menghindarinya. Saya pikir ini sepenuhnya tentang apa yang nyaman bagi ibu. Penting membiarkan ibu untuk mendapatkan posisi yang paling nyaman baginya," kata Robson.

Ia pun menyarankan bagi para tim medis, agar membiarkan ibu mencari posisi yang paling nyaman saat bersalin untuknya. Dengan begitu, trauma rasa sakit persalinan bisa diminimalisir.

Melahirkan© Melahirkan

 

Beri Komentar