Pemeriksaan USG/ Foto: Shutterstock
Dream - Pemeriksaan ultrasonografi (USG) penting untuk dilakukan bagi ibu hamil. Dengan USG, dokter bisa mengetahui kondisi kesehatan janin dalam rahim, mulai dari perkembangan organ, aliran darahnya, hingga jumlah ketuban ibu.
Satu hal yang juga bisa terlihat adalah jenis kelamin janin. Dari USG bisa mulai terlihat kelamin janin di usia 11 minggu. Bagi orang awam, melihat gambar dri USG mungkin akan kebingungan bagaimana dokter bisa mengetahuinya, sementara bentuk kelamin belum terlihat jelas.
Sahabat Dream penasaran bagaimana cara dokter spesialis obstetri dan ginekologi mengetahuinya? Dokter Prima Progestian, SpOG,MPH lewat akun Instagram miliknya @dokter_prima memberi tahu tekniknya.
" Perlu diingat bahwa janin sudah lengkap organnya saat UK 11-12 minggu. Jadi " harusnya" bisa dong diketahui jenis kelaminnya?? Kita tidak bisa memastikan 100% terus menerus karena masih ada potensi salah lihat.. ngga ada itu bayi bisa berubah jenis kelaminnya," tulis dr. Prima.
© Dream
Ia menjelaskan, untuk mengetahui jenis kelamin janin bisa menggunakan teori Nub. Caranya, dengan melihat tonjolan kelamin (tuberkel genital). Bisa diprediksi berdasarkan posisinya terhadap tulang belakang janin.
" Jika tampak tonjolan yang lebih tegak diatas 30 derajat terhadap tulang belakang maka bisa diprediksi janinnya laki. Walaupun, pengalaman lebih pasti setelah usia 5 bulan," ungkap dr. Prima.
Kualitas alat USG dan pencitraannya juga sangat berpengaruh. Menurutnya, semakin bagus kualitas USG, hasil diagnosis jenis kelamin semakin baik.
© Dream
Dream - Bobot tubuh memang naik drastis saat hamil dan ibu tetap disarankan melakukan olahraga ringan. Salah satu yang sangat direkomendasikan adalah jalan kaki.
Jalan kaki ini bisa membantu menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah ibu hamil. Bukan sekadar jalan, ibu hamil perlu tahu trik jalan kaki yang bisa membuat tubuh tetap fit dan aman. Apa saja?
1. Lakukan dalam Durasi dan Frekuensi yang Aman
Pastikan jalan kaki saat tubuh merasa fiti, bukan ketika sakit kepala, mual atau lemas. Bila memang sudah membaik dari morning sick, bisa dilakukan. Akan lebih aman jika ada yang mendampingi.
Disarankan untuk jalan kaki setidaknya 30 menit per hari. Durasi tersebut boleh ditingkatkan perlahan hingga 60 menit per hari. Frekuensinya dapat dilakukan hingga tiga kali seminggu.
2. Peka pada Kondisi Tubuh
Ibu hamil tidak boleh memaksakan kondisi tubuh. Jangan melakukan jalan kaki hingga kelelahan. Sebagai patokan, ibu harus masih bisa bercakap-cakap berjalan kaki. Ini artinya masih dalam batas aman.
Bila sudah terlalu lelah, napas tersengal-sengal dan tak dapat berbicara, hentikan segera aktivitas jalan kaki dan beristirahatlah. Terlalu ekstrem melakukan aktivitas fisik dapat berakibat buruk pada janin.
© Dream
3. Cukupi Asupan Air
Jalan kaki untuk ibu hamil dapat menyebabkan pengeluaran cairan yang cukup banyak. Hal ini bisa berakibat pada terjadinya dehidrasi atau kekurangan cairan yang tentunya berbahaya bagi kehamilan dan janin.
Oleh karena itu, salah satu tips jalan kaki saat hamil lainnya adalah selalu minum air dalam jumlah cukup untuk mengganti cairan yang hilang dan mencegah dehidrasi.
4. Hindari Cuaca Panas
Cuaca yang panas akan menyebabkan Anda berkeringat banyak dan menimbulkan dehidrasi. Karena itu, hindari cuaca terlalu panas saat akan berjalan kaki. Pilih waktu pagi hari atau sore hari untuk berolahraga.
Penjelasan selengkapnya baca di KlikDokter
Advertisement
Fenomena “Forever Layoff” Meningkat, Gelombang PHK Kecil tapi Rutin Menghantui Tahun 2026

Ayo Dongeng Indonesia, Gerakan Relawan yang Hidupkan Lagi Tradisi Bertutur


WhatsApp Bakal Luncurkan Fitur Chat Lintas Aplikasi, Pengguna Eropa dapat Giliran Pertama

Sadari Damkar Lebih Dipercaya Publik untuk Urusan Darurat, Kapolri Mau Sempurnakan Hotline 110


5 Destinasi Wisata di Palangkaraya yang Wajib Masuk Daftar Wishlist

Paniki, Kuliner Ekstrem Khas Sulawesi Utara dari Daging Kelelawar

Aktor Gary Iskak Meninggal Dunia, Sang Istri Memohon Konten Video Kecelakaan Almarhum Tak Disebar

Ayo Dongeng Indonesia, Gerakan Relawan yang Hidupkan Lagi Tradisi Bertutur

Fenomena “Forever Layoff” Meningkat, Gelombang PHK Kecil tapi Rutin Menghantui Tahun 2026

Ayo Dongeng Indonesia, Gerakan Relawan yang Hidupkan Lagi Tradisi Bertutur

Aktor Gary Iskak Meninggal Dunia, Sang Istri Memohon Konten Video Kecelakaan Almarhum Tak Disebar