Foto: Andre Boettcher
Dream - Bersantai di tengah hutan dengan di kelilingi pohon dan suara burung terdengar sangat menyegarkan. Hal ini membuat dua mahasiswa Finlandia nekat membangun sendiri rumah kabin di tengah hutan.
Timm Bergmann dan Jonas Becker menemukan ide yang menarik. Bergman merupakan mahasiswa arsitektur, sementara Becker mahasiswa jurusan desain perkotaan.
" Kami ingin menguji pengetahuan kami tentang tahun-tahun pertama di universitas dan berpikir itu akan menjadi peluang besar," kata Bergmann.
Mereka lalu menyiapkan anggaran, dan survei lokasi di area berawa. Lokasi tersebut tidak memiliki akses kendaraan, keduanya berfokus lebih dulu pada pembangunan jalur.
Untuk menstabilkan bangunan di atas tanah berawa, mereka membangun fondasi menggunakan pipa baja berisi beton yang ditambatkan ke batuan dasar—solusi paling ramah lingkungan yang dapat diterapkan tanpa mengurangi daya tahan bangunan.
" Kami melihat kabin sebagai pengamat pemandangan yang fantastis. Rumah bisa dihancurkan tanpa merusak alam. Oleh karena itu, kami secara tegas melarang penggunaan pondasi beton untuk pembangunan rumah," ujar Becker.
© Dream
Mereka juga memutuskan untuk menggunakan prefabrikasi di luar lokasi. Awalnya dibuat 17 bingkai dari kayu yang diproduksi secara lokal, dipilih karena biaya rendah, dan keberlanjutan.

Foto: Andre Boettcher
Lalu digunakan digunakan koran daur ulang yang diproduksi secara lokal untuk isolasi, dan menutupinya dengan lembaran kayu lapis pinus 18 milimeter. Karena setiap rangka modular harus dibawa melewati jalan kayu, mereka memastikan setiap unit beratnya kurang dari 220 pon.
Hasilnya rumah kabin yang dilengkapi ruang tamu, perapian kayu, kursi dan sofa yang nyaman. Bahkan terdapat area sauna di belakang dan dapur kecil.
Sumber: Dwell
© Dream
Dream - Sebagian besar orang di dunia sangat rindu laut, pantai, melihat pemandangan indah tanpa takut terpapar virus Covid-19. Sayangnya, pandemi tak kunjung berakhir. Tetap berada di rumah hingga pandemi mereda tetap menjadi pilihan terbaik.

Jika tak bisa keluar rumah, bagaimana kalau membeli rumah apung yang mewah di Prancis bernama Anthenea. Tempat tinggal berbentuk kubah ini siap diluncurkan pada 2022 mendatang.

Dirancang oleh arsitek angkatan laut Prancis Jean-Michel Duacancelle, desain aslinya terinspirasi oleh 'sarang penjahat' dari film James Bond 1977 The Spy Who Loved Me. Strukturnya mirip UFO dan telah dikembangkan lima prototipe serta membutuhkan waktu 15 tahun untuk diselesaikan.
© Dream
Anthénea memiliki diameter 31 kaki atau 9,4 meter dan menawarkan ruang untuk dua orang dewasa atau keluarga dengan empat penumpang. Dilengkapi dengan lounge, dapur kecil, sedangkan atapnya dilengkapi dengan area santai yang dapat menampung hingga 12 tamu.

Bisa dibilang, fitur terbaik Anthenea adalah kemampuannya untuk menyatu secara mulus dengan laut. Perusahaan menggambarkannya sebagai " bunga teratai" karena berada di atas laut dan " tidak berdampak pada ekosistem bawah laut" .
Pod dilengkapi dengan panel surya dan sistem penahan inovatif dan sekrup pasir yang tidak merusak dasar laut. Teknologi hijau tambahan hadir dalam bentuk sistem penyaringan air asin dan sistem pengolahan limbah yang disetujui US Coast Guard.
© Dream
Strukturnya sendiri juga 100 persen dapat didaur ulang, yang berarti tidak ada limbah bahkan di akhir siklus hidupnya. Anthenea dapat dilengkapi dengan propulsi dan digerakkan dengan joystick jika membutuhkan pergantian.

Pod juga dapat ditambatkan seperti kapal biasa di dek dan dilaporkan dapat tetap stabil dalam angin Force 6 hingga 27 knot. Pod dapat digunakan sebagai kondominium laut eksklusif dan aman selama pandemi.
Penasaran harganya? Mulai dari US $365.000 atau Rp5,2 miliar hingga US$730.000 atau sekitar Rp10.5 miliar. Rumah atau apartemen apung mewah ini bisa dipesan Juli 2022.
Sumber: Robbreport.com