Pemutihan Gigi (Foto: Shutterstock)
Dream - Penampilan keren dan menarik jadi hal yang sangat penting bagi para remaja. Tekanan dari teman sebaya, pergaulan dan pengaruh media sosial membuat mereka jadi mudah terpengaruh dalam hal penampilan.
Salah satunya adalah keinginan untuk memutihkan gigi. Iklan di media sosial serta tren selfie jadi 'penyumbang' kecenderungan untuk memutihkan gigi di kalangan remaja.
Padahal tren ini sangat berbahaya jika dilihat dari segi kesehatan.
" Aku pernah menemukan kasus anak usia 12 tahun memutihkan gigi mereka dan membuat kerusakan di lapisan enamel dan ini tak bisa dikembalikan. Efeknya seumur hidup," ujar drg. Toni Surace, yang praktik di Melbourne, Australia.
Produk dan alat memutihkan gigi yang tidak aman banyak dijual di online shop dan media sosial dengan harga murah. Menjanjikan gigi jadi lebih putih dalam sekejap.
“ Mereka menggunakan produk yang tidak hanya memutihkan gigi secara instan tetapi juga merusak enamel. Gigi sebenarnya belum bisa dikatakan 'matang' sampai usia 17 atau 18 tahun," kata Surace.
Saat enamel gigi sudah rusak, gigi akan jadi sangat sensitif. Saat mengonsumsi makanan asam, pedas atau dingin akan muncul rasa ngilu luar biasa. Tak hanya itu, gigi jadi tak punya lapisan penguat.
Efeknya adalah gigi mudah patah. Belum lagi risiko gusi mengalami peradangan karena bahan pemutih yang bersifat keras. Saat gusi meradang, bisa berdampak langsung pada kondisi syaraf gigi.
Sumber: KidSpot
Advertisement

Satu Kota, Dua Benua: Sejarah Istanbul dan Perjalanan Panjang Perubahan Namanya

BMKG Terangkan Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Tidak Dapat Diamati dari Indonesia

Perbedaan Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan, Ketahui Terjadinya dan Fenomenanya

Ingin Mulai Hidup Sehat, Ini Cara Biasakan Ganti Kopi Susu dengan Kopi Hitam

Sejarah Kecap Manis dan Mengapa Ia Begitu Dicintai di Indonesia


Cabe Jawa yang Terlupakan, dan dari Mana Sebenarnya Asal Cabai yang Kita Kenal Sekarang