Jangan Anggap Sepele Bila Anak Sering Tidur dengan Mulut Terbuka

Reporter : Mutia Nugraheni
Rabu, 10 Februari 2021 12:05
Jangan Anggap Sepele Bila Anak Sering Tidur dengan Mulut Terbuka
Lakukan konsultasi dengan dokter anak.

Dream - Melihat anak-anak tidur lelap merupakan momen yang menenangkan bagi orangtua. Saat tidur anak tampak begitu tenang dan kita ingin terus memeluknya. Tentunya kita sering memperhatikan kebiasaan tidur anak, terutama jika masih balita.

Pernah memperhatikan bagaimana mulut anak saat tidur? Jika terus terbuka, tandanya anak bernapas lewat mulut. Hal ini dapat mengindikasikan masalah medis atau kesehatan serius, bisa juga bukan karena masalah besar.

" Pernapasan mulut itu sendiri biasanya bukan masalah besar tapi ini dapat menyebabkan kekeringan pada bibir dan bau mulut," kata Yami Cazorla-Lancaster, D.O., seorang dokter anak di, Washington, dikutip dari Parents.

Dalam beberapa kondisi, bernapas melalui mulut terkadang normal (seperti saat berbicara atau melakukan aktivitas fisik), tapi manusia dirancang untuk bernapas melalui hidung hampir sepanjang waktu.

 

1 dari 4 halaman

Bisa Jadi Ada Masalah Kesehatan

Bisa Jadi Ada Masalah Kesehatan © Dream

Ada banyak masalah kesehatan yang bisa membuat anak bernapas melalui mulut. Misalnya, karenai hidung tersumbat (disebabkan oleh alergi, sinusitis, atau masalah lain), peradangan, atau berbagai jenis penyumbatan, seperti polip.

Jika anak terbiasa tidur dengan mulut terbuka, ada alasan untuk khawatir. Berikut beberapa masalah kesehatan yang bisa disebabkan oleh pernapasan mulut pada anak.

Apnea
Menurut dokter, pernapasan mulut dapat menyebabkan timbulnya sleep apne (atau memperburuk apnea tidur jika orang tersebut sudah mengalaminya), dan ini adalah salah satu konsekuensi kesehatan yang paling serius dari kebiasaan bernapas ini.

" Sleep apnea adalah gangguan tidur yang terjadi ketika napas seseorang tiba-tiba berhenti dan kemudian napas kembali," kata Lancaster.

Gejala sleep apnea antara lain berhenti tiba-tiba saat bernapas saat tidur, mendengkur keras, bangun dengan mulut kering, insomnia, dan kelelahan di siang hari. Apnea tidur itu sendiri berbahaya, dan selain itu, dapat menyebabkan masalah kesehatan lain seperti masalah jantung, hati, dan metabolisme.

Mulut kering dan gigi berlubang
Saat kita bernapas melalui mulut, aliran udara mengeringkan bibir dan seluruh mulut kita, termasuk gusi. Akibatnya, terjadi perubahan bakteri yang secara alami hidup di mulut kita, yang bisa menyebabkan kerusakan gigi dan masalah gusi.

Segera lakukan pemeriksaan dengan dokter anak. Jika sering terjadi, rekam saat si kecil tidur dengan mulut terbuka. Perlihatkan video tersebut pada dokter anak saat konsultasi.

Sumber: Brightside

2 dari 4 halaman

Hindari Kebiasaan yang Bikin Kualitas Tidur Anak Jadi Buruk

Hindari Kebiasaan yang Bikin Kualitas Tidur Anak Jadi Buruk © Dream

Dream - Situasi pandemi membuat waktu tidur anak jadi berantakan. Hanya di rumah, tak banyak kegiatan, dan banyak bermain gadget atau menonton kerap membuat anak tidur larut malam.

Hal ini tentu tak boleh dibiarkan, karena waktu tidur sangat penting bagi tumbuh kembang anak. Mereka yang kurang tidur atau tidurnya tak berkualitas sangat berisiko mengalami masalah pertumbuhan dan psikologis.

Untuk itu mulai sekarang hindari pemicu masalah tidur pada anak dan yang kerap membuat kualitas tidurnya menjadi buruk. Apa saja?

Perangkat elektronik
Menonton TV, menatap layar ponsel atau juga bermain video game, menjadi salah satu penyebab mengapa anak mengalami sulit tidur. Ini dapat menjadi masalah bagi anak-anak karena mereka perlu cukup tidur untuk waspada dan fokus di sekolah.

Jangan biarkan anak-anak menonton TV atau bermain video game setidaknya satu jam sebelum waktu tidur, dan lakukan sesuatu yang tenang dan menenangkan, seperti mandi atau membaca buku bersama. Selain itu, jauhkan TV, komputer, dan layar lain dari kamar tidur anak. Bahkan layar kecil, seperti smartphone, telah terbukti menyebabkan masalah tidur bagi anak-anak ketika mereka diperbolehkan berada di kamar tidur anak-anak.

 

3 dari 4 halaman

Berpindah dari Satu Tempat ke Tempat Lainnya

Berpindah dari Satu Tempat ke Tempat Lainnya © Dream

Sulit bagi siapa pun baik anak-anak atau orang dewasa untuk tiba-tiba berubah dari terjaga menjadi tertidur tanpa waktu dan rutinitas sebelum tidur untuk beralih dari satu ke yang lain. Anak-anak usia sekolah, terutama yang lebih muda, membutuhkan sedikit waktu untuk transisi, apakah mereka pergi dari satu tempat ke tempat lain atau tidur.

Jika tidak mengizinkan anak memiliki waktu untuk beristirahat sebelum pergi tidur, kemungkinan besar mereka tidak akan bisa langsung tidur. Beri anak waktu untuk beralih dari bangun menjadi tertidur dengan memastikan ada ketenangan saat mandi, saat menyikat gigi, dan saat membaca buku.

 

4 dari 4 halaman

Waktu dan Rutinitas

Waktu dan Rutinitas © Dream

Waktu Tidur Tidak Konsisten
Masalah lain yang dapat mengganggu tidur anak adalah mengharapkan seorang anak tidur pada waktu tertentu pada suatu malam dan kemudian pada waktu yang sangat berbeda pada malam yang lain. Sayangnya, waktu tidur yang tidak konsisten hanya akan membuat anak-anak menjadi lebih lelah keesokan harinya dan tidak dapat tertidur pada waktu tidur mereka yang biasa.

Kurangnya Rutinitas 
Jika anak sulit tidur, mungkin inilah saatnya untuk melihat rutinitas malam hari mereka. Memiliki rutinitas waktu tidur yang baik penting bagi anak, seperti mandi air hangat yang menenangkan, lampu dan musik yang lembut, dan buku yang bagus semuanya bisa menjadi bagian dari rutinitas malam yang memberi sinyal kepada anak-anak bahwa sudah waktunya untuk beristirahat dan bersantai.

Laporan Gayuh Tri/ Sumber: Fimela

Beri Komentar