Penyebab Hernia pada Bayi Seperti yang Dialami Anak Lesty dan Billar

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 20 September 2022 14:47
Penyebab Hernia pada Bayi Seperti yang Dialami Anak Lesty dan Billar
Kondisi ini banyak terjadi pada 1 tahun pertama kehidupan bayi.

Dream - Rizky Billar lewat akun Instagramnya mengumumkan kalau sang putra, Muhammad Leslar Al-Fatih Billar, mengalami hernia. Bayi lucu itu pun harus menjalani operasi di salah satu RS di Jakarta.

Billar tak lupa meminta doa untuk putra kecilnya itu pada para kerabat dan followernya. " Mohon doanya agar operasi hernia Fatih dilancarkan," tulis Billar.

Fatih© Instagram Rizky Billar

Lalu apa itu hernia? Hernia, dikutip dari KlikDokter, merupakan penonjolan bagian organ atau jaringan melalui lubang yang abnormal. Hampir 90 persen hernia sering terjadi pada bayi laki-laki, tapi juga dapat dialami oleh bayi perempuan.

Hernia pada bayi biasanya disebabkan karena adanya kegagalan penutupan prosesus vaginalis saat dalam kandungan. Akibat tidak menutupnya prosesus vaginalis pada bayi, organ dari rongga perut dapat keluar menonjol melalui lubang tersebut.

Kondisi ini banyak terjadi pada 1 tahun pertama kehidupan bayi. Ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan seorang bayi terkena kondisi hernia, seperti lahir prematur, berat badan lahir rendah, atau pun adanya kelainan kongenital.

 

1 dari 5 halaman

Gejala Khas Hernia

Kondisi yang menyertai munculnya hernia pada bayi sebenarnya relatif mudah untuk di deteksi. Berikut ini beberapa gejala umum pada bayi yang mengalami hernia seperti Fatih

Munculnya benjolan
Pada hernia inguinalis, biasanya orangtua mulai sadar ketika tampak benjolan di sekitar buah zakar atau lipat paha bayi. Sedangkan pada hernia umbilikalis, pusar bayi akan tampak bodong atau lebih menonjol dibandingkan normalnya. Benjolan ini muncul terutama saat bayi menangis, batuk, bersin dan hilang sendiri ketika bayi tenang.

Gangguan pencernaan
Akibat adanya benjolan yang ada di sekitar lipat paha maupun pusar, tak jarang menyebabkan masalah pencernaan. Beragam kondisi yang bisa terjadi seperti perut kembung dan kencang, muntah yang disertai dengan penurunan nafsu makan, sembelit pada bayi maupun ditemukannya darah pada BAB.

 

2 dari 5 halaman

Terapi

Demam
Demam umumnya tidak wajar terjadi pada kondisi hernia. Tetapi, jika bayi mengalami demam dan tampak ada kemerahan di sekitar benjolannya mungkin ini tanda bahaya dari hernia di mana ada bagian yang terjepit.

Bayi gelisah, mudah rewel, atau sering menangis
Bayi tampak gelisah, rewel dan menangis dapat menjadi tanda bahwa ada yang tidak nyaman pada tubuhnya. Benjolan yang muncul memang umumnya tidak menyebabkan nyeri, tetapi pada kondisi tertentu apabila ada bagian yang terjepit maka timbul keluhan nyeri hebat dan rasa yang tidak nyaman.

Terapi untuk hernia sendiri secara spesifik adalah operasi. Tindakan operasi ini bertujuan untuk menutup lubang dari prosesus vaginalis yang terbuka, sehingga mencegah keluarnya kembali bagian organ.

Tindakan mendorong untuk mengembalikan bagian organ yang keluar mungkin bisa dilakukan, tetapi hanya bersifat sementara saja dan tidak disarankan pada kondisi yang sudah parah. Tentunya tindakan ini harus dilakukan oleh dokter profesional. Penjelasan selengkapnya baca di sini.

3 dari 5 halaman

Bayi Banyak Tidur Tak Selalu Baik, Bisa Juga karena Penyakit

Dream - Bayi usia 0 hingga 6 bulan memang memiliki durasi tidur yang lama. Terutama di usia 0 hingga bulan. Hal itu karena mereka terbiasa berada di dalam rahim di mana selalu tertidur.

Kita sering menganggap, bayi yang tidur nyenyak dan lama, kondisi kesehatan dan tumbuh kembangnya cukup baik. Tak rewel, kenyang dan termasuk bayi yang tenang. Faktanya ternyata tak selalu demikian.

Biasanya, bayi tidur 14 hingga 17 jam sehari hingga empat bulan dan 12 hingga 15 jam hingga usia satu tahun. Pada bayi di bawah tujuh bulan bisa tidur hingga 19 jam, tergantung pada kebutuhan mereka untuk istirahat.

Bayi Banyak Tidur Tak Selalu Baik, Bisa Juga karena Penyakit© MEN

Tidur pada bayi meningkatkan perkembangan otak, pembangunan jaringan saraf, dan pembentukan perilaku. Ada beberapa faktor penyebab bayi tidur cukup lama, bisa karena memang si kecil tumbuh kembang dengan baik atau karena kondisi kesehatannya yang kurang.

Growth Spurt
Aktivitas tidur merupakan komponen penting untuk mendapatkan apa yang dibutuhkan bayi dalam pertumbuhannya. Otak bayi memproduksi hormon pertumbuhan manusia (HGH) saat tertidur. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa bayi tidur lebih sering di siang hari dan tidur lebih lama di malam hari. Momen ini sering disebut growth spurt.

 

4 dari 5 halaman

Penyakit
Bayi yang terus menerus tidur, menunjukkan tanda-tanda mengantuk dan lelah meskipun setelah tidur lama, dan kurang nafsu makan bisa menjadi pertanda bahwa bayi memiliki penyakit tertentu.

Bayi tidur© Shutterstock

Gula Darah Rendah
Bayi tampak lesu, tidur lebih lama dan kekurangan energi bisa memiliki kondisi gula darah rendah. Bisa juga bayi kurang peka terhadap suara dan cenderung sulit dibangunkan untuk makan.

Penyakit Kuning
Kadar bilirubin yang tinggi saat bayi, membuatnya mengalami jaundice. Hal ini juga dapat menyebabkan bayi lebih mudah mengantuk, lesu, dan kurang nafsu makan.

 

5 dari 5 halaman

Infeksi/Penyakit
Bayi mempunyai daya tahan tubuh yang jauh lebih rendah dari orang dewasa. Hal ini dapat menyebabkan bayi rentan terhadap infeksi. Jika bayi mengalami demam, batuk, perubahan warna kulit, atau terlalu banyak tidur dan makan lebih sedikit, terdapat kemungkinan bayi terkena infeksi.

Bayi tidur© Shutterstock

Vaksinasi
Vaksinasi yang didapatkan bayi bisa menyebabkan efek samping ringan pada bayi seperti mengantuk dan lemas yang dapat berlangsung selama satu sampai dua hari. Bila demikian, terus berikan ASI agar si kecil cepat kembali fit.

 

Laporan: Meisya Harsa Dwipuspita/ Sumber: MomJunction

Beri Komentar