Teladani Kelembutan Nabi Muhammad Saat Berhadapan dengan Anak-anak

Reporter : Mutia Nugraheni
Minggu, 27 November 2022 06:02
Teladani Kelembutan Nabi Muhammad Saat Berhadapan dengan Anak-anak
Ada beberapa hal yang bisa Ayah dan Bunda ikuti dari sikap Rasulullah pada anak-anak agar mendapat syafaat dan mendapat pahala karena menjalankan sunnah.

Dream - Sosok Nabi Muhammad SAW digambarkan selalu hangat dan ramah pada anak-anak. Beliau juga sangat menyenangkan sambil memberikan contoh yang baik dan mengena di hati anak-anak yang ditemuinya.

Sikapnya saat berhadapan dengan anak-anak sangat penting untuk kita teladani. Ada beberapa hal yang bisa Ayah dan Bunda ikuti dari sikap Rasulullah pada anak-anak agar mendapat syafaat dan mendapat pahala karena menjalankan sunnah. Apa saja?

Ajarkan Sholat
Dikutip dari Cariustadz.id, pertama, ajarkan anak kita sedari awal untuk melakukan sholat. Nabi berpesan:

Pesan Nabi© Cariustadz.id

Perintahkan anak-anakmu melaksanakan sholat ketika mereka berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka bila meninggalkan sholat saat memasuki usia 10 tahun, dan pisahkan antara mereka di tempat tidurnya.

Tentunya, perintah untuk memukul ketika sang anak enggan melaksanakan sholat tidak dengan pukulan yang keras. Minimal sang anak bisa sadar akan kewajibannya. Karena itu, mengajak anak untuk melakukan shalat perlu dibiasakan semenjak anak masih kecil.

1 dari 5 halaman

Sebaiknya kita memperkenalkan kepada anak bahwa menjalankan agama itu mengasyikkan dan menarik hatinya. Bagaimana caranya?

Ada satu hadist yang menunjukkan betapa Nabi itu menyenangkan bagi anak kecil ketika sedang sholat. Diriwayatkan dari Abu Qatadah bahwa Nabi saat sholat pernah menggendong Umamah binti Zainab di leher beliau. Ketika beliau sedang ruku’ maupun sujud, Umamah ditaruh di sampingnya. Dan ketika Nabi dalam keadaan duduk, maka Umamah berada di posisi awal lagi (digendong). Ini beliau lakukan sampai sholatnya selesai. (HR. Bukhari Muslim)

Tugas orang tua tidak hanya berhenti pada memerintahkan mereka shalat saja, akan tetapi mereka juga perlu memberi contoh secara lansung, karena dengan demikian sang anak merasa dekat dengan orang tua.

 

2 dari 5 halaman

Adab yang Baik

Kedua, mengajarkan adab dan memberi nama yang baik. Seperti yang dikatakan Imam Ghazali dalam kita Ihya:

Ihya Ulumudin© Cariustadz.id

Artinya: Di antara hak seorang anak atas orang tuanya adalah mengajarkan akhlak yang mulia dan memberikan nama yang baik.

Nabi sendiri sangat memberikan perhatian kepada anak-anak mulai dari adab paling dasar, misalnya cara makan dan minum. Dalam hal ini beliau pernah memberi wejangan kepada Umar bin Abi Salamah ketika sedang makan di sebuah wadah:

Hai nak, ucapkan asma Allah (bismillah), makanlah dengan tangan kanan dan makan makanan yang layak bagimu.

 

3 dari 5 halaman

Banyak memberi kecupan sayang

Ketiga, sering-seringlah mencium anak kecil. Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa suatu hari Nabi mencium cucu kesayangannya, Hasan bin Ali di samping Aqra’ bin Habis at-Tamimi. Aqra’ lalu berkata, “ Aku punya sepuluh anak tapi tak pernah kuciumi sepertimu ya Rasul" , Nabi menoleh ke arah Aqra’ lalu berpesan:

Pesan Nabi© Cariustadz.id


Artinya: Siapa yang tidak meyayangi (seseorang atau bahkan hewan.pen) maka ia tidak akan disayangi. (HR. Bukhari)

Kelembutan dengan memberikan contoh yang baik adalah sikap Nabi saat menghadapi anak-anak. Beliau juga selalu memperlihatkan kasih sayang pada anak dengan memberi kecupan.

Selengkapnya baca di sini.

4 dari 5 halaman

Masuk ke Surga, Rasulullah Kaget Bertemu Seorang Ibu

Dream – Sebagai utusan Allah SWT di muka bumi, menjadi Nabi terakhir dan mengajarkan begitu banyak kebaikan pada umatnya, Rasulullah SAW kelak jadi orang pertama yang masuk surga. Rupanya dari sebuah riwayat, saat Nabi Muhammad berada tepat di depan pintu surga, beliau bertemu seorang perempuan.

Dikutip dari BincangMuslimah, Rasulullah sangat kaget. Abu Hurairah Abdurrahman Sakhr meriwayatkan hadis ini:

Riwayat Abu Hurairah© Bincang Muslimah

Artinya: Rasulullah saw bersabda, Aku adalah orang yang pertama kali masuk surga, namun tiba-tiba ada seorang ibu yang menyalipku. Lalu aku bertanya padanya “ Kenapa kamu begitu, dan siapa kamu?”. Ibu tersebut menjawab “ aku adalah ibu yang mengurus anak yatim yang ditinggalkan suamiku. (No. 3842)

Hadis ini statusnya Hasan (Imam al-Mundziri, Al-Targhib wa al-Tarhib Juz 3 Hal. 236). Dengan redaksi yang mirip, Al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani meriwayatkannya dalam Fath al-Bari. Beliau menuliskan;

Al Hafiz© Bincang Muslimah

5 dari 5 halaman

Keutamaan Mengurus Anak Yatim karena Allah SWT

Abu ya’la mentakhrij hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah dengan status hadis marfu’. Diriwayatkan bahwasanya Rasulullah SAW bersabda “ Aku adalah orang yang pertama kali masuk surga, namun tiba-tiba ada seorang ibu yang mendahuluiku. Lalu aku bertanya padanya “ Kenapa kamu begitu, dan siapa kamu?”. Perempuan tersebut menjawab " aku adalah ibu-ibu yang mengurus anak yatim yang ditinggalkan suamiku" .

Menurut Ibnu Hajar, maksud dari tubadiruni (mendahului) ialah ia masuk bersama Rasulullah SAW atau ia masuk setelah Rasulullah SAW” (Fath al-Bari fi Syarh Sahih al-Bukhari Juz 10 Hal. 436)

Untuk itu, para ibu yang menjadi orangtua tunggal dan mengurus anak yatim karena Allah SWT, keutamaannya besar sekali. Mereka akan masuk surga dan dekat dengan Rasulullah.

Penjelasan selengkapnya baca di BincangMuslimah.

Beri Komentar