Usia 2 Tahun, Momen Penting Pengasuhan Ayah Bagi Anak Lelaki

Reporter : Mutia Nugraheni
Jumat, 27 Desember 2019 12:02
Usia 2 Tahun, Momen Penting Pengasuhan Ayah Bagi Anak Lelaki
Jangan sampai ayah hanya menjadi sosok pencari nafkah dan 'sumber materi' saja. Anak-anak membutuhkan figur ayah sepanjang hidupnya.

Dream - Dalam hal pengasuhan anak, ibu cenderung lebih banyak berperan. Padahal idealnya, porsi ayah dan ibu sama besar.

Jangan sampai ayah hanya menjadi sosok pencari nafkah dan 'sumber materi' saja. Anak-anak membutuhkan figur ayah sepanjang hidupnya.

Bagi anak laki-laki, sosok ayah penting untuk selalu mendampingi mulai di usia 2 tahun. Momen tersebut, seperti dikutip dari Fatherly, ketika anak laki-laki mengalami agresi yang memicu testosteron untuk pertama kalinya dan tidak tahu bagaimana menghadapinya.

Selama periode yang genting ini, sangat tergantung pada figur ayah untuk menunjukkan kepada anak laki-laki bagaimana cara mengatasi impuls emosional mereka. Tentunya agar anak tidak menjadi pria yang agresif dan penuh kekerasan.

" Biasanya ini disosialisasikan kepada anak-anak pada saat mereka mulai sekolah. Permainan fisik yang keras antara ayah dan putranya adalah cara yang baik untuk menyalurkan energi anak dua tahun," kata Paul Golding, seorang psikolog keluarga.

 

1 dari 5 halaman

Perkembangan Mental dan Otak

Perkembangan Mental dan Otak © Dream

Sebuah penelitian yang dipublikasi dalam Journal of Infant Mental Health menunjukkan bahwa anak laki-laki lebih rentan daripada anak perempuan dalam hal penyalahgunaan obat-obatan, kekerasan fisik dan seksual serta faktor lain yang dapat mengganggu perkembangan neurologis yang sehat.

" Fungsi gender pria yang optimal di masa dewasa dikaitkan dengan tingkat testosteron. Hormon ini mendasari fungsi seksual adaptif, ikatan dengan pasangan, hubungan dengan ayah, serta motivasi kekuatan implisit dan motivasi berprestasi," tulis penulis studi Allan Schore, dari University of California, Los Angeles.

 

2 dari 5 halaman

Sosok Ayah Begitu Krusial

Sosok Ayah Begitu Krusial © Dream

Para ahli menduga bahwa beberapa keharusan biologis ini, dan perbedaan gender dalam perkembangan otak, bahkan dapat menjelaskan mengapa ada tingkat autisme, ADHD, skizofrenia, dan kelekatan kelekatan yang lebih tinggi di antara laki-laki.

Lalu bagaimana yang kehilangan ayah mereka? Untungnya, Golding mengklarifikasi bahwa figur ayah bisa digantikan dengan mentor, guru, dan orang dewasa yang bisa membimbing dan bertanggung jawab dalam menetapkan batas dan memodelkan tampilan agresi yang aman.

" Intinya adalah bahwa sosok ayah begitu krusial bagi perkembangan psikologis seorang anak," ungkapnya.

3 dari 5 halaman

Saat Jadi Ayah, Terjadi 4 Perubahan Besar di Tubuh Pria

Saat Jadi Ayah, Terjadi 4 Perubahan Besar di Tubuh Pria © Dream

Dream - Hadirnya buah hati ke dunia memang akan sangat mengubah kehidupan orangtua. Bukan hanya ibu, tapi juga ayah. Banyak yang tidak menyadari kalau ayah juga mengalami proses perubahan yang sangat signifikan.

Kepribadian ayah cenderung tak terlalu ekspresif, sehingga perubahan tersebut tak terlihat secara jelas. Dikutip dari Brightside, ada beberapa perubahan yang bakal terjadi pada tubuh pria ketika ia memiliki anak.

Para ahli menemukan jika tubuh pria akan mengalami banyak hal baru ketika ia menjadi seorang ayah. Penasaran apa saja perubahan yang terjadi di tubuh pria ketika ia menjadi seorang ayah?

Yuk simak ulasannya.

4 dari 5 halaman

Testosteron Menurun

Testosteron Menurun © Dream

Penelitian menemukan jika testosteron pada pria akan menurun hingga 34% ketika ia telah menjadi seorang ayah. Penurunan testosteron ini terjadi karena fokus pria akan lebih banyak pada anaknya dibandingkan melakukan kesenangan bersama pasangannya atau perempuan lain. Kebahagiaan pria saat mengetahui ia telah menjadi ayah mampu menurunkan keinginannya pada kehidupan seks.

Hormon Oksitosin Meningkat

Hormon oksitoksin merupakan hormon yang berfungsi untuk relaksasi, cinta, perasaan positif dan ikatan kuat pada orang-orang yang dicintainya di sekitarnya. Para ahli menemukan seorang pria akan lebih sayang, cinta dan peduli ke istri serta anak-anaknya setelah ia memiliki anak.

 

5 dari 5 halaman

Cara Kerja Otak Berubah

Cara Kerja Otak Berubah © Dream

Penelitian terbaru menemukan jika cara kerja otak pria yang telah memiliki anak akan berubah banyak. Cara kerja pria ini jauh berbeda dengan cara kerja otak pria lajang dan pria yang belum punya anak. Para peneliti menemukan jika cara kerja otak pria akan mirip dengan cara kerja otak ibu saat keduanya memiliki anak.

Rentan Depresi

Momen kehamilan dan melahirkan serta merawat bayi tak hanya meningkatkan risiko depresi pada ibu saja. Ini rupanya juga meningkatkan risiko depresi pada ayah atau para pria.

" Rendahnya testosteron bisa berkontribusi terhadap perasaan lesu dan tidak tertarik pada sesuatu yang menyenangkan. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko stres dan depresi," kata Darby Saxby, Asisten Profesor Psikologi dari University of Southern California.

Laporan Mimi Rohmitriasih/ Sumber: Fimela.com

Beri Komentar