Sinta Muin (Kapanlagi.com/Budi Santoso)
Dream - Suami mendiang Shinta Muin, Abdul Muin Ahmad dirudung duka mendalam. Ikhlas dengan kepergian istri tercintanya untuk selama-lamanya, hati sang sumi sepertinya masih memendam rindum.
Tubuhnya gemetar, air matanya pun membanjiri wajah rentanya. Abdul tak bisa menyembunyikan kesedihan ditinggal sang istri yang sudah bersamanya selama 30 tahun itu.
Sepanjang proses pemakaman Abdul Muin tak kuasa menahan tangisnya. Menurut Abdul sebelum istrinya meninggal, (Selasa, 20 September 2016) sekitar pukul 19.10 WIB, ia melihat paras sang istri begitu cantik.

" Pandangan saya dia cantik sekali selama tiga hari itu. Saya melihat dia sangat cantik," kata Abdul di TPU Karet Bivak, Jakarta Selatan, Rabu 21 September 2016.
" Maaf saya bersemangat sebagai suami, sama seperti pengantin baru selama tiga hari itu," kenangnya.
© Dream
Selama tiga hari sebelum Shinta tutup usia, Abdul bahkan mengaku mendiang terlihat lebih cantik dibandingkan waktu melamar dulu.

" Saya pikir bukan firasat tapi saya melihat dia cantik sekali. Lebih cantik dari saat saya melamar," paparnya.
© Dream
Tak hanya itu, sebelum meninggal Abdul mengaku pernah mencium aroma harum tak seperti biasanya di dalam mobil yang biasa dikendarai.
" Kemarin meninggal, mobil itu harum sekali. Tapi saya pikir itu parfum yang dia pakai, " ucapnya.
Advertisement
Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global

AI Makin Ancam Manusia, PBB Ingatkan Dunia Jangan Terlambat Mengendalikannya

Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara


Es Batu atau Air Es, Mana yang Lebih Cepat Mendinginkan Minuman? Jawabannya Ternyata Mengejutkan


Mengapa Mencetak Uang Lebih Banyak Tidak Bisa Membuat Negara Lebih Kaya?


Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Berbahaya, Begini Penampakan Aslinya Saat Diperbesar 2.600 Kali

AI Makin Ancam Manusia, PBB Ingatkan Dunia Jangan Terlambat Mengendalikannya