(Foto: Ernest Prakasa)
Dream - Komika Ernest Prakasa meminta cuitannnya di Twitter tentang pendakwah asal India, Zakir Naik, tidak dibesar-besarkan lagi. Meski sempat menjadi bulan-bulanan di media sosial karena kicauan itu, dia tak lagi memikirkan masalah tersebut.
" Enggaklah, kalau kasus medsos bisa dibilang suhu lagi panas, suhu politik lagi panas, hal kecil bisa ramai, masalah kemarin colling down dulu," kata Ernest Prakasa saat ditemui di SCTV Tower, Jakarta Pusat, Senin 20 Maret 2017.
Ernest sempat menjadi sorotan pengguna media sosial karena membuat posting tentang Zakir Naik, tokoh yang akan melakukan safari dakwah di Indonesia. Banyak pengguna media sosial menilai unggahan Ernest tentang Zakir bernada negatif.
Karena unggahan itu pula, kontrak Ernest sebagai bintang iklan produk jamu tak diperpanjang. Iklan yang sudah tayang pun dihentikan.
Setelah unggahan itu, Ernest jarang muncul. Namun menurut dia, kini sudah tak ada masalah lagi, termasuk di media sosial.
" Jadi kalau lagi ramai kaya yang kemarin, ya ngumpet dulu sebentar. Kemarin posting Underdog (film terbarunya) juga sudah enggak ada masalah sih. Masalah sosmed datang dan pergi sih," tambah dia.
Meski begitu, sekarang Ernest tak mau lagi membahas kasus tersebut. " No comment kalau yang kemarin, nanti ramai lagi kalau dibahas," tutup Ernest.
Advertisement
Refuse Derived Fuel (RDF), Saat Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Perusahaan Milik Orang Terkaya Indonesia Bakal Rekrut 1.000 Pegawai Baru

Sempat Terpeleset 20 Menit, IHSG Bergerak Menguat di Paruh Pertama Perdagangan

Sosok 2 Orang Terkaya Indonesia yang Masuk Wantimpres Presiden Prabowo

Sederet Alasan untuk Investasi Emas 'Hijau'


Hotel Terbesar di Dunia Ternyata Ada di Malaysia, Punya 7.351 Kamar

Cara Membuat Tubuh Tetap Sehat Walau Hanya Miliki Satu Ginjal Saja

El Niño dan La Niña: Dua Wajah Berlawanan dari Satu Siklus Iklim Pasifik

Kapan Waktu Terbaik Makan Sebelum Olahraga agar Energi Tetap Terjaga?

Refuse Derived Fuel (RDF), Saat Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Perusahaan Milik Orang Terkaya Indonesia Bakal Rekrut 1.000 Pegawai Baru
