Jalani Pemeriksaan Kedua, Status Rachel Vennya Masih Saksi

Reporter : Nur Ulfa
Senin, 1 November 2021 19:36
Jalani Pemeriksaan Kedua, Status Rachel Vennya Masih Saksi
Kuasa hukum mengungkapkan Rachel kemungkinan masih akan dipanggil untuk menjalani proses pemeriksaan berikutnya.

Dream - Selebgram Rachel Vennya kemungkinan masih akan melalui proses pemeriksaan panjang dalam dugaan kasus pelanggaran protokol kesehatan saat pandemi. Rachel saat ini sudah menjalni dua kali pemeriksaan dari penyidik Polda Metro Jaya. 

" Statusnya masih saksi," kata kuasa hukum rachel Vennya, Indra Raharja di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 1 November 2021.

Menurut Indra, kliennya kemungkinan masih akan menjalani pemeriksaan ketiga karena statusnya saat ini masih ditetapkan sebagai saksi.

" Kemungkinan ada, kita nanti nunggu panggilan," ujar dia lagi.

Terkait pemeriksaan yang berlangsung hari ini, Indra mengungkapkan Rachel mendapat 38 pertanyaan dari tim penyidik yang memeriksanya. Namun Indra tidak bisa mengungkapkan lebih detail pertanyaan yang diajukan kepada kekasih Salim Nauderer ini karena sudah masuk inti perkara. 

" Kalau seputar apanya, ada sama penyidik ya. Aku tidak bisa sharing di sini. Ya kronologis dan lain lainnya lah," imbuh dia.(Sah)

1 dari 3 halaman

Reaksi Rachel Vennya Jika Ditetapkan Tersangka Kasus Kabur Karantina

Dream - Rachel Vennya kembali diperiksa di Polda Metro Jaya, Senin, 1 November 2021 terkait kasus karantina yang tidak ia jalani usai dari Amerika Serikat.

Dari pemeriksaan sebelumnya, polisi menemukan unsur adanya pidana pada kasus Rachel Vennya.

" Hasilnya (gelar perkara kasus kabur karantina yang dilakukan Rachel Vennya) adalah dari lidik naik ke sidik," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus.

Sedangkan menurut Indra Raharja, kuasa hukum Rachel, memastikan kalau mantan istri Niko Al Hakim tersebut akan menerima semua hasil pemeriksaan. Termasuk dengan statusnya yang akan naik sebagai tersangka.

" Artinya sebagaimana yang sudah Rachel sampaikan, dia taat, patuh, dan siap mengikuti proses hukum," tutur Indra.

Diketahui sebelumnya, Rachel Vennya, Salim Nauderer dan manajernya, Maulida Khairunnisa sudah menjalani pemeriksaan pertama pada 21 Oktober 2021. Hingga kini polisi belum menetapkan Rachel sebagai tersangka.

Sumber: Liputan6.com

2 dari 3 halaman

Kasus Dugaan Rachel Vennya Kabur dari Karantina Naik ke Penyidikan, Sudah Ada Tersangka?

Dream - Polda Metro Jaya menyatakan kasus dugaan kaburnya Rachel Vennya dari karantina telah naik ke penyidikan. Meski demikian, penyidik masih memerlukan pemeriksaan kembali untuk Rachel.

" Ke depan, kita sedang siapkan administrasi untuk memanggil lagi yang bersangkutan untuk kita mintai keterangan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Yusri Yunus.

Menurut Yusri, ditemukan adanya pelanggaran pidana dalam kasus Rachel. Temuan ini didapat dari hasil gelar perkara yang dijalankan pada Rabu, 27 Oktober 2021.

" Gelar perkara hasilnya adalah dari penyelidikan menjadi penyidikan," kata dia.

Atas kasus ini, Rachel diduga melanggar aturan karantina yang tertuang dalam Undang-undang Kekarantinaan Kesehatan dan UU Wabah Penyakit. Di dua UU tersebut, pelanggaran karantina digolongkan sebagai pidana.

" Ancaman 1 tahun penjara," kata Yusri, dikutip dari Liputan.com.

 

3 dari 3 halaman

Alasan Rachel Vennya Ubah Warna Mobil B 139 RFS dari Putih ke Hitam

Dream - Rachel Vennya mengakui mobil Toyota Alphard dengan nomor kendaraan B 139 RFS aslinya memang warna putih, sesuai yang tertera di Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Soal foto yang beredar mobil yang digunakan itu berwarna hitam, itu karena Rachel melapisi mobilnya dengan stiker.

" Warna tersebut sudah diakui Rachel dan diubah menjadi hitam dove dengan cara dilapisi bodynya dengan stiker hitam dove," kata Kasubdit Gakkun Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Argo Yuwono, Selasa 26 Oktober 2021.

Rachel sengaja menutupi body mobilnya dengan warna hitam karena saat membeli mobil tersebut yang tersedia hanya warna putih. Selain itu juga, Rachel ingin warna asli dari mobil tersebut tetap bagus.

" Alasan menggunakan stiker, karena saat membeli mobil tersebut hanya ada warna putih metalic, sedangkan RV sedang mencari warna hitam. Kendaraan putih itu dilapisi stiker agar cat terjaga dengan bagus," tutur Argo.

Meski sudah mengakui kesalahannya, Rachel Vennya dikenakan tilang dengan Pasal 288 Ayat 1 UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

" Pidana paling lama 2 bulan atau denda paling banyak 500 ribu rupiah," ujarnya.

Mobil Rachel Vennya juga disita sementara untuk dijadikan barang bukti.

" Dilakukan penyitaan berupa 1 unit Toyota Alphard B 139 RFS," ungkap dia.

Setelah Rachel mengikuti sidang pada 10 November 2021, polisi baru mengembalikan mobil tersebut.

Beri Komentar