Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Digitalisasi ekonomi tidak bisa dihindari. Kini, semakin banyak orang memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan bisnis mereka. Buktinya, sampai saat ini ada jutaan pelaku UMKM yang menjadi Mitra Bukalapak.
" Aplikasi Mitra Bukalapak sendiri telah membantu 8,7 juta pelaku UMKM di seluruh Indonesia untuk mengembangkan bisnisnya," ujar Teddy Oetomo, President PT Bukalapak.com, dalam konferensi pers virtual, Jumat 12 November 2021.
Para pelaku UMKM itu berbegerak dalam berbagai bidang. Lewat aplikasi ini, warung atau toko yang menyediakan kebutuhan sehari-hari kini bisa menjual voucher game, melakukan pengiriman uang, pembayaran tagihan, bahkan menjadi agen pengiriman barang.
Namun demikian, tambah Teddy, seringkali bisnis yang tumbuh tersebut masih dikelola dengan metode pembukuan yang tradisional. Mereka mencatat segala transaksi dengan manual pada buku atau secarik kertas.
" Metode ini tentunya memiliki risiko seperti kertas yang hilang, tak sengaja terbuang atau kotor karena ketumpahan sesuatu. Dengan semua catatan hutang yang terdapat di kertas tersebut, para pelaku bisnis ini berpotensi kehilangan pendapatannya," tambah Teddy.
© Foto: Shania Suha Marwan
Karena itulah Bukalapak meluncurkan BukuMitra, sebuah aplikasi tersendiri yang memiliki fitur SaaS, yang sebelumnya menjadi bagian dari aplikasi Mitra Bukalapak. Fitur ini telah digunakan lebih dari 300.000 pengguna untuk melakukan pembukuan dan pencatatan utang secara aman.
Dengan BukuMitra, pelaku UMKM bisa memiliki sistem pembukuan dan pencatatan utang yang aman, mudah, dan efisien. BukuMitra juga menyediakan fitur media promosi, agar pengguna dapat membuat poster, katalog, kartu nama, dan spanduk, melalui platform digital seperti messaging app dan media sosial.
Semua catatan pembukuan pengguna BukuMitra juga akan tersimpan di Cloud sehingga mengurangi risiko kehilangan data jika pengguna mengalami kerusakan atau kehilangan ponsel.
Lewat BukuMitra ini, Bukalapak berharap bisa memberikan peluang bagi pelaku UMKM, yang di Indonesia totalnya sekitar 64 juta, untuk terus berkembang. Usaha kecil yang diperkirakan berkontribusi terhadap lebih dari 60% PDB ini bisa sejajar dengan pelaku bisnis retail modern dari segi pembukuan.
" Ini tentunya akan membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Bambang Brodjonegoro, Komisaris Bukalapak.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya