Indro Warkop DKI Positif Covid 19

Reporter : Amrikh Palupi
Rabu, 23 Juni 2021 13:52
Indro Warkop DKI Positif Covid 19
Indro Warkop DKI berpesan semua orang untuk tak abai dengan protokol kesehatan karena celah penularan bisa saja terjadi. Semoga lekan sembuh Mas Indro

Dream - Kalangan artis yang terpapar Covid-19 kembali bertambah. Indro Warkop mengumumkan positif tertular virus dari penyakit yang menjadi wabah global ini di feed akun instagramnya.

Indro mengatakan kepastian dirinya terserang COvid-19 diperoleh setelah keluar hasil PCR yang dilakukannya pada Senin 21 Juni 2021.

Pria penggemar motor besar ini sempat merasa heran bisa tertular Covid-19. Alasannya, pria 63 tahun ini tidak pernah bertemu dengan orang lain selain keluarga dan penghuni rumahnya.

" Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh, Mau mengabarkan melalui hasil PCR saya tanggal 22 Juni 2021, saya positive covid-19. Rasanya gak ketemu selain orang rumah dalam seminggu ini, mungkin imun sedang drop," tulis Indro Warkop dikutip Dream, Rabu 23 Juni 2021.

Indro Warkop DKI© Indro Warkop DKI

Indro Warkop kemudian menyarankan kepada orang-orang yang sempat berinteraksi dengannya untuk segera menjalani tes usap (swab test) untuk bisa mengetahui terpapar virus yang sama atau tidak.

" Apabila ada yang merasa perlu swab karena berinteraksi dengan saya, yg merasa silahkan. Orang rumah baru saja di PCR lagi (kemarin sudah antigen semua krn kebetulan memang serumah jadwal swab dan negative," ucapnya.

1 dari 6 halaman

Berharap Vaksin di Tubuh Bekerja

Pria asal Purbalingga ini tak lupa meminta doa agar segera disembuhkan dari penyakitnya tersebut. Indro juga berharap COvid-19 yang menyerang tubuhnya tak sampai memicu gejala berat lain dan vaksin yang sudah diterimanya akan bekerja memulihkan kesehatannya kembali.

" Mohon doa untuk kesembuhan segera & gak harus ada gejala berat. Semoga vaksin bekerja membantu pemulihan & saat ini saya isoman di kamar terpisah di rumah dengan pantauan dokter secara berkala," kata Indro Warkop.

 

Tak lup

a Indro mengingatkan siapapun agar tidak pernah abai terhadap protokol kesehatan. Pesan ini berkaca dari pengalamannya yang sudah patuh menjalani protokol namun masih ada celah yang membuatnya terpapar.

" Ayo semua perketat protokol kesehatan. Saya sangat patuh masih bisa kena. Semangat para pejuang Covid! Wassalam, indro warkop," tutupnya.

Indro juga berharap pendemi di Indonesia cepat berlalu. Ia juga berharap semua orang tidak mengabaikan protokol kesehatan setidaknya melindungi diri dan orang lain dari penularan covid 19.

" Semoga Pandemi cepat berlalu.. Semakin sedikit yang abai protokol kesehatan & semakin banyak yang mau vaksin. Saling melindungi sesama. Saya gak balas comment tapi saya baca satu per satu ya, mau semangat dan fokus sehat dulu. Doakan sampai negative tidak bergejala berat. Stay safe & healthy semua," tuturnya.

2 dari 6 halaman

Indro Warkop Tulis Pesan Menyentuh di Hari Kelahiran Dono

Dream - Indro Warkop menuliskan pesan menyentuh di hari kelahiran almarhum sahabatnya Dono. Indro menulis pesan itu dengan mengunggah foto almarhum pria bernama lengkap Wahyu Sardono itu.

Dalam foto itu, tampak Dono yang mengenakan setelan jas tampak tersenyum ke arah kamera.

" Selamat Hari Lahirmu, Masku Alm. Wahjoe Sardono. Saya rindu, Mas. Banyak cerita. Tapi Alhamdulillah anak2 Mas Dono hebat semua. Mas tenang aja #donowarkop #warkopdki,"  tulis Indro Warkop dikutip Dream, kamis 1 Oktober 2020.

Banyak warganet yang mengomentari postingan Indro. Mereka menyebut jika potret keduanya sebagai persahabatan sejati. Banyak warganet yang mendoakan mendiang Dono, salah satunya pedangdut Ely Sukaesih.

Indro Warkop© Indro Warkop

" Alfatihah... ," tulis akun @elvy_sukaesih.

" Sungguh persahabatan yg abadi ya om salut,' kata akun @new_fal.

" Idola legend nie warkop dki aq punya video nya banyak ta tonton tiap mlm habis plang krja ngkak lihat 3 orang ni..pa lgi dono selalu di ledek kasino ma indro alfatihah om dono," kata akun @titik.ae.98.

 

3 dari 6 halaman

Viral Tulisan Almarhum Dono Warkop, Kritik 'Polisi Gendut'

Dream - Beberapa waktu lalu, jagat Twitter diramaikan dengan tulisan berjudul Kisah Sertu Jumadi karya Dono Warkop yang dimuat di majalah Forum tahun 1993.

Tulisan ini di viralkan pertama kali oleh salah satu akun netizen bernama Haji Umar Syadat @UmarAlChelsea75 yang mengunggah foto karya tulisan sang komedian legendaris.

Cerita Kisah Sertu Jumadi itu berisi kritikan halus terhadap kerasnya kehidupan kala itu. Selain itu Dono juga mengkritisi banyak hal lainnya, salah satunya institusi kepolisian di era Orde Baru yang mulai kehilangan wibawanya di mata masyarakat.

 

 

4 dari 6 halaman

Kisah Sertu Jumadi diawali tentang seorang polisi yang dulu tinggal di asrama polisi yang reot, kumuh, berdesak-desak, bising, dan berbau pesing. Kemudian, suatu saat Sertu Jumadi harus keluar dari asrama karena tempatnya digusur oleh pusat pertokoan yang canggih.

Kisah Sertu Jumadi pada awal tulisan itu memperlihatkan kesederhanaan. Ia hidup bersama seorang istri dan dua anak. Namun tetiba berubah drastis.

“ Entah mengapa, akhir-akhir ini Pak Jumadi ikut arus ‘berperut gendut’. Baju jatah dari kantor menjadi ketat menempel di badan, sehingga jalannya pun tampak lebih susah dari biasanya. Barangkali, ia ingin memenuhi standar stereotip polisi zaman sekarang,” tulis Dono dalam majalah.

5 dari 6 halaman

Dono yang memiliki nama asli Wahyu Sardono juga menyoroti soal polisi yang memiliki kendaraan yang sebenarnya tak mampu dibeli dengan hitungan gaji seorang polisi.

Dono juga mengomentari soal gagalnya polisi memberikan rasa aman bagi masyarakat dari tindak kejahatan. Dalam tulisannya, ia menggambarkan seorang polisi yang diam saja melihat seorang perempuan ditodong bandit.

“ Saat polisi itu turun di sebuah halte, hampir seluruh penumpang berkomentar: ‘polisi kok takut!’; ‘polisinya pasti sekongkol dengan penjahat itu!’ ; ‘suruh masuk Bhayangkari saja! Jangan ikut Bhayangkara!’; dan ‘iya, ganti saja namanya menjadi Deborah atau Yayuk!’” tulis Dono dalam artikel tersebut.

Artikel Dono Warkop© Twitter

6 dari 6 halaman

Almarhum Dono bersama grup Warkop DKI memang dikenal sebagai group komedian yang humornya sering menyerempet ke ranah politik dan isu-isu sosial.

Selain sebagai komedian, ia juga merupakan mahasiswa jurusan Sosiologi Universitas Indonesia dan kemudian menjadi dosen di sana.

Perjalanan kariernya begitu panjang meninggalkan banyak hal untuk dipelajari generasi sekarang. Sang pelawak legendaris tersebut meninggal dunia pada 30 Desember 2001.

Dono meninggal di Rumah Sakit Santo Carolus, Jakarta Pusat. Ia sempat dirawat karena penyakit kanker paru-paru.

Beri Komentar