Eko Dan Ayahnya (foto : Nur Ulfa/Dream)
Dream - Eko Patrio menyampaikan keinginan terakhir ibundanya Jamini yang belum terwujud hingga akhir hayatnya adalah bertemu dengan artis idolanya. Sang artis yang sangat ditemui almarhumah teryata Soimah.
Sang bunda, kata Eko, berharap bisa bertemu Soimah di ulang tahun emas pernikahannya ke-50 tahun. Sayang, keinginan itu tak sempat terwujud.
" Minta bertemu Soimah. Kan mau ulang tahun pernikahan ke-50, mau ngundang Soimah di Nganjuk," kata Eko Patrio saat di TPU Penggilingan Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu 31 Oktober 2018.

Foto : Nur Ulfa/Dream
Eko menceritakan jika sosok Soimah selama ini memang sangat dikagumi oleh ibundanya. Saiing ngefans-nya, Jamini berulang kali menegaskan Soimah harus menjadi tamu undangannya dalam pesta pernikahan emasnya.
Ternyata tak hanya sang bunda yang mengagumi Soimah. Wanita artis yang memulai karier sebagai pesinden itu ternyata jadi idola dari Ayah Eko.
" Soimah, bapak dan ibu saya ngefans. Ibu senang sama Soimah. Satu tahun lagi perkawinan emas, pokoknya ibu minta nanti di Nganjuk bikin acara terus ngundang Soimah. Pokoknya minta Soimah lah," ucapnya.
Diakui Eko, dia baru tahu jika kedua orangtuanya mengagumi sosok Soimah karena sang ayah baru memberi tahu tadi pagi. Setelah mendengar pengakuan sang ayah, suami Viona Rosalina ini akan memberitahu kepada Soimah.
" Saya belum tahu, tapi ya udahlah. Tapi Soimah temen saya, mudah mudahan saya telepon, pasti dia ucapin selamat buat bapak," tuturnya.
Dream - Penyebab meninggalnya ibunda Eko Patrio akhirnya diketahui. Lewat sang istri, Viona Rosalina, mertuanya diketahui telah lama mengidap stroke meski sempat membaik usai diperiksa ke rumah sakit.
Menurut Viona, pada Selasa kemarin (30 Oktober 2018) sekitar jam 3 sore, sang mertua yang bernama Jamini binti Sumopardi mengalami serangan jantungsebelum akhirnya menghembuskan napas terakhirnya.
" Begitu dibawa ke rumah sakit memang kondisinya sudah kurang memungkinkan," kata Viona saat di rumah duka Kawasan Buaran, Jakarta Timur, Selasa 30 Oktober 2018.
Viona menceritkan jika mertuanya sedang perawatan untuk pemasangan ring di jantung. Namun takdir berkata lain. Sebelum menjalani pengobatan, ajal telah terlebih dahulu menjemput Jamini.
" Akhirnya tadi dokter memanggil semua itu, bahwa intinya mudah-mudahan istilahnya kalau ibu membaik mungkin tiga hari bisa ditindaklanjuti, tapi ternyata Tuhan berkehendak lain," ucapnya.
Diungkapkan Viona, sang suami merasa kehilangan sosok ibunya. Sebab, Eko merupakan anak laki-laki satu-satunya dari tiga bersaudara yang memang cukup dekat dengan ibunya.
" Ya mas Eko menangis, merasa sangat kehilangan lah dia," tuturnya.(Sah)
Dream - Eko Patrio mengaku mendapat firasat sebelum sag ibunda, Jamini Binti Sumopardi meninggal dunia pada Selasa, 30 Oktober 2018. Pria bernama asli Eko Hendro Purnomo itu mendadak minta bantuan patroli pengawalan (Patwal) saat tiba di Bandar Udara Soekarno-Hatta, Tangerang.
Di hari meninggalnya sang bunda, Eko memang baru pulang dari perjlanan ke Ukraina. Hari itu, Eko seharusnya melanjutkan perjalanan lagi usai tiba di Bandara tersebut.
Namun niat itu diurungkannya. Entah mengapa, Eko mendadak ingin pulang ke rumah. 
" Tiba-tiba saja, saya mau pulang," kata Eko saat di rumah duka kawasan Buaran, Jakarta Timur, Selasa 30 Oktober 2018.
Firasat kedua muncul ketika Eko tiba-tiba meminta jasa pengawalan dalam perjalanan pulang dari Bandara. Hal ini tak pernah dilakukan Eko setiap kali pulang.
Baru beberapa berjalan bersama Patwal, Eko mendadak dihubungi adiknya. " Tiba-tiba ditelepon adek saya, ibu sakit, drop," kenang Eko.
Mendengar kabar itu, Eko memutuskan langsung bergegas ke rumah membawa ibunya ke Rumah Sakit di kawasan Kelapa Gading.
" Jadi saya memang kalau firasat sebelumnya sih engga, cuma maksud saya, saya kok ya suruh pulang yang dipikiran saya. Terus tiba-tiba saya jarang pakai Patwal tiba-tiba minta Patwal dan lancar, lancar banget," kata dia.
Sampai akhirnya, Eko mengatakan membawa sendiri sang bunda menuju ke rumah sakit tanpa bantuan patwal.
" Saya yang bawa mobil, udah ke rumah sakit, patwal sama driver saya," imbuhnya.
Diakui Eko, detik-detik ibundanya menghembuskan napas terakhir, dia bersama keluarga termasuk dua adik dan ayahnya selalu berada di samping sang bunda.
" Dari malam sampai dini hari sampai pagi sampai siang sampai meninggalkan kita semua, anak-anaknya nungguin termasuk bapak saya juga nungguin," ucapnya.
Advertisement

Tak Peduli Laki-Laki atau Perempuan, Ini Alasan Mengapa Setiap Orang Harus Bisa Memasak

Mengapa Orang Bersepeda Lebih Banyak Menggunakan Pakaian yang Ketat?

Budaya Ngopi di Indonesia Serta Sejarah Masuk Minuman Hitam Nan Nikmat Ini
7 Makanan yang Sering Dikira Ultra-Processed Food, Padahal Belum Tentu

Kapan Waktu Terbaik Minum Kopi agar Tetap Berenergi tetapi Tidak Mengganggu Tidur?

Benarkah Iskandar Zulkarnain dan Alexander the Great adalah Orang yang Sama?

Tak Hanya Indonesia, Ini Negara yang Juga Merayakan 17 Agustus sebagai Hari Kemerdekaan