Kisah Menyedihkan Bang Sapri, Jual Maskawin Istri

Reporter : Amrikh Palupi
Minggu, 30 Agustus 2020 09:00
Kisah Menyedihkan Bang Sapri, Jual Maskawin Istri
Simak cerita sedih masa lalu Bang Sapri.

Dream - Bang Sapri kini telah menjadi komedian kondang. Namun, masa lalunya ternyata cukup pahit. Dia sempat mengalami kesulitan ekonomi.

Sapri mengaku tidak punya cukup uang setelah menikah. Sehingga dia harus menjual maskawin untuk membeli kompor dan televisi.

" Kan pas habis nikah sudah enggak punya apa-apa," kata Sapri dalam acara Okay Bos.

Sapri harus membeli televisi karena sang istri harus pergi ke rumah orangtuanya untuk menonton hiburan. " Kan, saya belum punya. Ke rumah emak, ya, mau nonton TV. Sore balik lagi ke rumah," tambah dia.

Bang Sapri

Pria berkepala pelontos itu juga harus meminjam uang untuk menikah, termasuk ke rentenir. Sebagian utang itu lunas usai menikah. Namun, untuk mengembalikan pinjaman ke renternir hanya mampu membayar bunga Rp150 ribu per bulan.

" Saya jual emasnya maskawin buat beli kompor. Saya pas nikah itu pinjam kemana-mana. Alhamdulillah bisa saya ganti. Yang saya enggak bisa ganti itu pinjam sama seseorang Rp1,5 juta. (Dia) kayak rentenir, gitu. Karena saya belum bisa bayar," kata Bang Sapri.

Dia juga sempat bekerja sebagai tukang gali sumur. Untuk pekerjaan yang diselesaikan tiga hingga empat hari, Sapri mendapat upah Rp 150 ribu.

" Pernah gali sumur mantek, sumur baru yang dipentek, sebelum nikah. Selesainya tiga hari sampai empat hari (upahnya) Rp 150 ribu," kata Bang Sapri.

Sumber : youtube.com/Okay Bos

1 dari 6 halaman

Sepi Job, Bang Sapri Jualan Soto dan Sepeda Bekas

Dream - Perekonomian komedian Sapri ikut terdampak pandemi Covid-19. Dia kini sepi job karena sejak terjadi pandemi kegiatan syuting menurun drastis.

Sejak itu pula, Sapri memutar otak untuk menjalankan usaha lain agar bisa menghasilkan uang. Salah satunya bisnis kuliner. Pria pelontos itu mengaku berjualan soto selama tidak syuting.

" Kemarin dagang soto saja, cuma kalau soto kan sudah pasti penghasilannya dan beda pendapatnya dengan syuting," kata Sapri dalam video YouTube Crazy Nikmir REAL.

Sapri dan Nikita Mirzani© © Sapri dan Nikita Mirzani

Sapri mengaku hasil jualannya juga berkurang gara-gara pandemi corona. Dia setiap hari hanya bisa menjual lima kilogram daging, padahal biasanya habis 15 kilogram.

" Ada pengurangan tadinya sepuluh sampai 15 kilogram jadi paling lima kilogram," kata Sapri.

2 dari 6 halaman

Untung Sedikit

Namun, Sapri tidak berterus terang soal penghasilan menjual soto. Yang jelas, kata Sapri, pemasukannya masih cukup untuk menambal kebutuhan hidup dan membayar karyawan, termasuk banyar kontrakan.

" Iya buat bayar karyawan dan buat bayar kontrakan," kata Sapri.

Dia menambahkan, sisa pendapatannya juga ditabung ke kelompok pengajian yang diikutinya saban malam Jumat dan Minggu malam.

3 dari 6 halaman

Jualan Sepeda Bekas

Selain jualan soto, Sapri mengaku mencoba peruntungannya dengan bisnis jualan sepeda bekas yang diambil dari berbagai daerh. Dia bersyukur mendapatkan untung meski hanya sedikit.

" Jualan sepeda bekas, saya cari ke pelosok-pelosok kemarin saya dapat di Sunter terus ke Cimanggis Depok, lumayan kemarin yang laku sepeda lipat tuh, lumayan ada untungnya dikit buat tambahan modal lagi," kata Sapri.

Sumber : youtube.com

4 dari 6 halaman

Alasan Sapri Selalu Pakai Kemeja Lengan Panjang di Tukang Ojek Pengkolan

Dream - Kesuksesan sinetron Tukang Ojek Pengkolan (TOP) turut melambungkan nama Syahrudin Firdaos alias Sapri TOP.

Dalam sinetron TOP, pria yang kini akrab dipanggil Sapri itu berperan sebagai tukang cuci motor atau anak buah Pak Sofian.

Meski bukan menjadi pemeran utama, kehadiran Sapri sukses membawa warna tersendiri untuk sinetron yang sampai saat ini bertahan di lima besar program dengan rating tertinggi itu.

Satu hal menarik yang menjadi ciri khas Sapri adalah ia selalu mengenakan baju kemeja rapi lengan panjang dengan warna mencolok.

5 dari 6 halaman

Bahasa Baku

Usut punya usut, ternyata Sapri memiliki alasan tersendiri kenapa mempertahankan gaya busananya itu di Tukang Ojek Pengkolan.

Alasan itu ia kemukakan dalam wawancara santai yang diposting ke Youtube oleh akun Jhon Jawir, pada 5 November 2019.

Dalam video itu Jhon berkesempatan untuk mengulik soal keunikan Sapri yang banyak membuat orang penasaran.

Seperti halnya asal usul Sapri menggunakan bahasa baku di sinetron Tukang Ojek Pengkolan.

Sapri mengaku ia banyak belajar menggunakan bahasa baku dan formal.

" Jadi Sapri ketika dalam perjalanan dari rumah ke tempat syuting bisa sambil belajar teman-teman. Dengan cara melihat sekeliling, kalau ada yang bisa kita ambil tidak ada salahnya," tutur dia kepada Jhon Jawir alias Jono.

 

6 dari 6 halaman

Usut punya usut, ternyata Sapri memiliki alasan tersendiri kenapa mempertahankan gaya busananya itu di Tukang Ojek Pengkolan. Alasan itu ia kemukakan dalam wawancara santai yang diposting ke Youtube oleh akun Jhon Jawir, pada 5 November 2019. Dalam vide

Lalu pada pertanyaan selajutnya Jono menyinggung soal kostum yang selalu Sapri kenakan dalam TOP.

" Soal kostum Pri, itu pilihan lo sendiri atau wardrobe?" tanya Jono.

" Dari wardrobe," ujar Sapri.

Ia lalu menunjukkan tato di tangannya hingga dikomentari Jono.

" Lo bertato? Pantesan lo pakai baju panjang mulu," tukas Jono.

" Pri sekalian bahas tato. Banyak orang beranggapan kalau tato itu orang jahat, bagaimana menurut lo?" tanya Jono.

" Lo orang kampungan kalau bilang tato itu jahat. Karena enggak semua orang bertato itu jahat," jawab Jono.

" Jadi gini, ketika kita ketemu orang bertato di jalan jangan pernah takut dibegal, dirampok. Banyak pengamen kalau ada rezeki ya lo kasih. Karena solidaritas mereka itu lebih tinggi."

" Jadi kalau suatu saat lo ada masalah di situ mereka akan duluan bantu lo," ungkapnya.

Sapri lalu menambahkan ada rencana ia menambah tato foto anaknya. Tapi ia masih menunggu waktu yang tepat.

Beri Komentar