Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?
Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya
Mengukur Tekanan Darah
Dream - Penyakit hipertensi atau darah tinggi termasuk penyakit yang harus menjalani pengobatan menyeluruh. Konsumsi obat setiap hari, mengontrol pola makan, olahraga dan memeriksakan tekanan darah secara teratur.
Pasalnya menurut laporan BPJS pada akhir 2017 menunjukan, hipertensi berkaitan erat dengan penyakit lainnya seperti gagal jantung, stroke dan gagal ginjal.
" Hipertensi dapat merusak semua organ yang punya memiliki darah. Sedangkan semua organ tubuh memiliki pembuluh darah, kecuali rambut dan kuku," kata Tunggul Situmorang, dokter
spesialis penyakit dalam, konsultan ginjal dan hipertensi di Jakarta.
Salah satu organ yang paling dirugikan akibat hipertensi adalah ginjal. Organ vital tersebut dapat kehilangan fungsi alaminya untuk menyaring darah.
" Hipertensi yang tidak terkendali dapat menyebabkan Gagal Ginjal Kronik (GGK). Ini terjadi akibat pembuluh darah ginjal yang tertekan oleh tingginya aliran darah," ungkap dr. Tunggul.
Saat kondisi ginjal mengalami komplikasi akibat darah tinggi, pasien harus melakukan Terapi Pengganti Ginjal (TPG) berupa cuci darah atau transplantasi ginjal. Penderita hipertensi juga diharuskan untuk mengonsumsi obat anti hipertensi selama seumur hidup.
Tak hanya ginjal, tekanan darah yang tinggi juga dapat membuat otot jantung bekerja terlalu keras memompa darah. Akibatnya dapat terjadi pembesaran otot yang memicu terjadinya gagal jantung. Sedangkan pada saraf, hipertensi bisa menyebabkan serangan stroke.
Dokter Tunggul menyebutkan, 90 persen kasus hipertensi dikategorikan sebagai hipertensi primer dimana garam menjadi penyebab utamanya.
Mengurangi konsumsi garam wajib dilakukan untuk mengurangi risiko hipertensi. Idealnya, garam tidak boleh dikonsumsi lebih dari satu sendok teh.
Penting bagi Sahabat Dream untuk segera perbaiki gaya hidup jadi lebih sehat mulai sekarang!
(ism, Laporan Annisa Mutiara)
Advertisement
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan


Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif

8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor

Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym


5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?