AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Peneliti Google mengembangkan kecerdasan buatan (AI) untuk memindai retina. Sebagai uji coba, Google menggunakan 300.000 pasien untuk mendeteksi penyakit yang diderita.
Kecerdasan buatan ini diklaim mampu memprediksi pasien yang memiliki kemungkinan serangan jantung atau stroke dengan akurasi mencapai 70 persen. Algoritme yang dikembangkan Google ini sudah dipublikasikan di Jurnal Nature Biomedical Engineering pada Senin, 19 Februari 2018.
Menurut laman Live Science, tingkat keberhasilan 70 persen masih di bawah keakuratan metode diagnostik konvensional, semisal tes darah atau pengukuran kadar kolesterol.
Tapi, para periset percaya suatu hari nanti algoritma itu dapat dikembangkan sebagai bagian dari program pencegahan.
" Ini mungkin cara yang cepat bagi untuk menyaring risiko," kata seorang ahli jantung dari Universitas Yale Dr. Harlan Krumholz.
Cara kerja algoritme kecerdasan buatan yang dikembangkan Google fokus pada pembuluh darah di mata. Sebab, pembuluh darah dapat memberikan gambaran berharga mengenai kesehatan jantung dan kondisi kardiovaskular.
Metode kedokteran saat ini kerap menggunakan retina sebagai fokus untuk mendiagnosis glukoma dan penyakit mata terkait diabetes.
Kecerdasan buatan Google akan menyingkap usia pasien, tekanan darah, kebiasaan merokok, dan faktor lain yang memungkinkan terjadinya serangan jantung atau stroke.
Tetapi, penelitian yang lebih mendalam perlu dilakukan. Sebelum akhirnya dapat menjadi alat yang berguna untuk mendiagnosa pasien.
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia


Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli