(Sumber Foto: Tiwisituing.blogspot.co.id)
Dream - Aktor Dallas Pratama lama tak muncul di layar kaca, pasca mengalami koma akibat penyakit darah tinggi yang sempat dideritanya.
Kini, namanya kembali menjadi perbincangan usai salah satu warganet memviralkan testimoninya ketika naik taksi yang dipesan secara online.
Hal tersebut diakses Dream dari akun gosip @igtainment. Dalam unggahannya tersebut, warganet memberikan pujian terhadap pemain film 'Serigala Terakhir'.

" Sekarang hidup gk perlu gengsi apapun pekerjaan nya yg penting halal dan tidak merugikan orang lain..haduh babang salut deh..semoga lancar ya bang rezekinya dan dalam lindungan allah," tulis akun @reinisaputri.

" Salut sama keluarga ini. Dallas sama kadhita ayu walo artis tetep sederhana," tulis akun @fitrianti_wulan.
" Ku follow ig dan temenan fb sm abang dallprats ini, orgnya keliatan humble bgt. Ga neko neko, seng penting kerjaan halal ya bang," tutur akun @heniastarini.
© Dream
Dream - Menjalani profesi sampingan sebagai sopir baru-baru ini dilakoni suami dari pesinetron Poppy Bunga, Muhammad Fattah Riphat. Tidak sedikit masyarakat yang bertanya-tanya soal pilihan Fattah ini.
Rasa penasaran masyarakat pun dijawab pria yang menikahi Poppy 2003 silam lewat akun instagram miliknya @fattahriphat.
" Ini bukanlah masalah besar. Semua bertanya sepertinya saya ini politis, korup atau pengemis. Padahal hanya soal pekerjaan sampingan saya yakni sopir uber," tuturnya, Kamis 30 Juli 2015.
Uber sendiri adalah layanan taksi yang armadanya terdiri dari mobil berpelat hitam. Keberadaan Taksi Uber di Jakarta bisa diperoleh melalui jasa layanan aplikasi internet.
Fattah pun menjelaskan mobil yang dikemudikannya itu pun milik pribadi. " Saya menghasilkan uang dari mengemudi dengan mobil saya sendiri. Dan Ya saya memilih untuk menjadi driver uber sebagai pekerjaan sampingan saya, dan mengapa tidak?. Saya memiliki 3 mobil, saya mendaftarkan semua mobil saya untuk uber," ungkapnya.
Pekerjaan sampingannya ini pun dilakukan setelah dirinya selesai bekerja. " Jadi kalau lagi naik mobil A atau B, Saya selesai kerja. Saya lihat ada Yang searah, dan mengapa tidak menghasilkan uang dari ini? Sesimpel itu," ujar Fattah.
Fattah juga menambahkan menjadi sopir adalah pekerjaan biasa. " Ketika saya masih di Amerika Lain dan memilih pelayan sebagai pekerjaan paruh waktu saya. Menjadi seorang pembalap uber juga hanya pekerjaan biasa .Hanya di Indonesia orang stereotip sopir taksi," terangnya.
© Dream
Dream - Setelah memutuskan untuk keluar dari anggota Brimob, Norman Kamaru terjun ke dunia dagang dengan berjualan bubur Manado. Ini dia lakukan agar tetap memiliki pendapatan setelah sudah tidak lagi bergabung dengan satuan kepolisian.
Tidak hanya itu, Norman ternyata juga sempat menjadi pengamen. Dia mengamen di sekitar lampu merah Kalibata.
" Saya pernah ngamen di lampu merah Kalibata. Dari sekitar setengah tujuh pagi sampai jam 12 siang," ujar Norman, dikutip Dream dari Money.id, Minggu, 6 Desember 2015.
Norman mengaku penghasilan yang dia peroleh dari mengamen tidaklah banyak. Seharian mengamen, dia hanya mendapat uang sekitar Rp12.000.
Meski begitu, dia tidak menyerah. Norman lalu berusaha bekerja serabutan demi mendapat penghasilan.
" Untungnya teman-teman di sini baik, saya ikut project bikin video klip juga. Lumayanlah penghasilannya," kata dia.
Saat mengamen, Norman mengaku tidak ada orang yang mengenalinya. Sebab, dia memakai masker sehingga oratg tidak dapat melihat wajahnya.
" Waktu itu saya pakai masker sampai dagu, kumis saya panjang menutupi mulut, pakai topi. Jadi mungkin nggak pada ngeh," kata Norman.
© Dream
Dream - Di era 70 hingga 90an, nama Eva Yanthi Arnaz atau kerap disapa Eva Arnaz begitu bersinar di dunia sinema Indonesia.
Sosok wanita kelahiran Bukittinggi, 14 Juli 1958 ini begitu lekat dengan julukan ‘artis panas’. Eva mengawali karir di dunia perfilman dengan peran berani.
Keberanian itu membuat Eva Arnaz berada di puncak popularitas. Tetapi, belakangan Eva memutuskan untuk berhijrah.
Eva mengaku sudah sangat tak tertarik masuk ke dalam dunia hiburan, yang notabene sudah membesarkan namanya itu.
Dunia hiburan bukan lahan Eva lagi untuk mencari nafkah.
" Ga sama sekali tertarik. Saya narik diri dari film karena kejenuhan. Kalau kaya gini uang banyak yah, yang mau sama saya banyak kok, tapi saya malah ga bahagia. Karena ga ada keberkahan. Kita hidup hanya sebagai untuk beribadah," kata Eva saat ditemui di acara halalbihalal Starina, di Cafe Safari, Jakarta Selatan, Senin, 25 Juli 2016.
Eva mengungkapkan, saat ini mencari nafkah dengan cara berdagang. Menurutnya itu jauh lebih bahagia, dibandingkan dengan jadi 'artis panas' seperti dulu.
" Sudah muak di dunia hiburan, padahal enak duit banyak, saya sekarang bikin baju muslim, dagang makanan (lontong) juga tapi malah bahagia banget, alhamdulillah itu yang membedakan bahagia di hati, ga bisa dibeli dengan uang," kata wanita 58 tahun.
Semenjak hijrah pada 1991, ia menjadi lebih rajin ibadah, sering ikut pengajian-pengajian.