Lama Tak Muncul, Artis Pangky Suwito Kini Jualan Martabak

Reporter : Nur Ulfa
Selasa, 23 Oktober 2018 10:29
Lama Tak Muncul, Artis Pangky Suwito Kini Jualan Martabak
Meski baru berjualan, Pangky mengaku sudah merasakan keuntungan yang lumayan besar.

Dream - Lama tak muncul di layar kaca, artis senior Pangky Suwito ternyata sibuk dengan bisnis barunya. Suami Yati Octavia itu kini fokus membuka usaha di bidang kuliner.

Pangky membuka bisnis martabak di Jakarta. Dia mengaku bisnis ini sudah direncanakan sejak lama, namun terealisasi baru-baru ini.

" Saya survei selama setahun, saya tongkrongin tuh tukang martabak di Jakarta. Biasanya malam Minggu kan ramai tuh," kata Pangky belum lama ini.

Pangky Suwito

Pangky Suwito (Muhammad Akrom Sukarya/ Kapanlagi.com)

Meski baru berjualan, Pangky mengaku sudah merasakan keuntungan yang lumayan besar. Inilah alasan pria 67 tahun itu membuka bisnis martabak. " Dari situ saya belajar bisnis ini karena jualan martabak sangat menguntungkan," ujar ayah dua anak ini.

Pangky mengaku menyuguhkan martabak yang berbeda dengan penjual pada umunnya. Dia membuat martabaknya menggunakan bahan-bahan alami.

" Ada juga bermacam pilihan cokelat. Ada juga green tea dan healthy dengan bahan dasar gandum," tutur Pangky Suwito.

1 dari 3 halaman

Lama Menghilang, Begini Kondisi Mat Solar

Dream - Lama sudah tak muncul di layar kaca, komedian senior Mat Solar terlihat menghadiri wisuda putranya Mikhail Ali Shidqi di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS). Sang putra bahkan menjadi salah satu mahasiswa berprestasi di universitas tersebut. 

Prestasi sang putra bahkan diulas secara khusus dalam sebuah artikel yang dimuat di situs kampus tersebut, www.its.ac.id. Artikel itu membahas tentang kegiatan wisuda ke-118 di ITS pada Sabtu, 15 September lalu.

Kehadiran Mat Solar dalam wisuda putranya bahkan mendapat perhatian khusus dari Rektor ITS, Prof Ir Joni Hermana MScES PhD. Sang rektor mengaku terharu dengan kehadiran komedian bernama asli Nasrullah itu meski dalam kondisi sakit.

" Ini adalah contoh orang tua yang sangat baik dalam melaksanakan tanggung jawabnya," puji guru besar teknik lingkungan ini. 

Dalam foto yang diunggah di akun Facebook ITS Media Center, memang tampak kondisi komedian yang tenar lewat sinetron Bajaj Bajuri ini sudah sangat berubah.

Mat Solar hadir dalam wisuda putranya dengan menggunakan kursi roda. Dia hadir mengenakan pakaian berwarna putih. Disebelahnya sang putra yang baru bergelar sarjana mengenakan pakaian wisuda.

Perawakan Mat Solar juga terlihat tak segemuk seperti saat aktif bermain sinetron. Dia bahkan hanya bisa duduk di kursi roda dan wajahnya pun terlihat sudah tidak secerah dulu seperti ciri khasnya saat melawak.

 

2 dari 3 halaman

Ini Sosok Putra Mat Solar

Mikhail, putra Mat Solar, diketahui menempuh pendidikan teknik sistem perkapalan di ITS. Selama menjadi mahasiwa, Mikhail dikenal sebagai mahasiswa berprestasi.

Mikhail tergabung dalam tim Marine Solar Boat serta mampu berkontribusi untuk merancang perahu bertenaga surya. Bahkan perahu yang bernama Jalapatih karya timnya sempat meraih juara III dalam Solar Boat Competition 2018 di Belanda, belum lama ini.

Menanggapi wisuda putranya, Mat Solar berharap agar para lulusan teknik sistem perkapalan ITS dapat mempraktikan ilmu dasar yang diperolehnya untuk masa depan kehidupannya mendapat.

“ Wisudawan ini memiliki banyak pengetahuan tentang pemanfaatan sumber daya laut, sangat rugi apabila tidak bisa diimplementasikan pada negara Indonesia,” ungkap pria asli Betawi ini.

3 dari 3 halaman

Mat Solar Singgung Soal Habibie

Menurut Mat Solar, kampus ITS selama ini sudang sangat membantu perkembangan kemaritiman di Tanah Air. Contoh kecilnya adalah berdirinya PT PAL yang dibangun presiden ketiga, BJ Habibie.

“ Habibie membangun PT PAL karena ada kampus ITS, kampus yang juga dikenal sebagai kampus maritim,” imbuh pria yang juga pernah bermain di sinetron Tukang Bubur Naik Haji ini.

Namun, lanjut Mat Solar, Indonesia saat ini menghadapi tantangan yang sangat besar dalam mengelola laut yakni mengubah lautan yang luas menjadi daratan. Maksudnya, pola hidup bangsa yang tidak selalu berada di darat. “ Pola hidup di laut artinya memanfaatkan luasnya laut Indonesia,” tutur pria yang pernah berkuliah di jurusan Sosiologi Universitas Indonesia ini.

Beri Komentar