Maestro Keroncong Mus Mulyadi Tutup Usia, Curhat Sang Putra Bikin Haru

Reporter : Amrikh Palupi
Kamis, 11 April 2019 19:19
Maestro Keroncong Mus Mulyadi Tutup Usia, Curhat Sang Putra Bikin Haru
Begini curhatan dari Erick Haryadi setelah ayahnya meninggal dunia.

Dream - Kepergiaan maestro keroncong pop Indonesia Mus Mulyadi meninggalkan kesedihan bagi putranya, Erick Haryadi. Kakak dari musisi jazz, Mus Mujiono itu menghembuskan napas terakhirnya tadi pagi, Kamis, 11 April 2019 sekitar pukul 9.08 tadi pagi usai sarapan.

Melalui laman akun instagramnya, Erick mengucapkan salam perpisahan untuk terakhir kalinya dengan sang ayah. Erick mengunggah foto genggaman tangan bersama ayahnya dengan keterangan yang membuat haru.

" Selamat jalan Papa, papa udah ga sakit lagi... maaf in aku yang belum bisa membahagiakan papa papa sudah bersama Bapa disurga. Amin," tulis Erick Haryadi dikutip Dream, Kamis 11 April 2019.

mus mulyadi

Sebelum menghembuskan napas terakhir, Erick mengaku sempat berkomunikasi dengan sang ayah. Dalam pertemuan terakhir itu, Erick mengatakan kondisi ayahnya sempat membaik.

Tapi takdir berkata lain. Usai menyantap sarapan pagi terakhirnya, sang ayah dipanggil Yang Maha Kuasa. " Tadi habis sarapan, terus meninggal," kata Erick.

Diketahui Mus Mulyadi meninggal dalam usia 73 tahun di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan. Mus meninggal akibat penyakit gula yang sudah lama dideritanya.

Mus Mulyadi

1 dari 3 halaman

Innalillahi, Musisi Senior Mus Mulyadi Meninggal Dunia

Dream - Innnalillahi wa inna ilaihi raaji'un. Kabar duka datang dari dunia musik Tanah Air. Musisi senior, Mus Mulyadi, meninggal dunia, Kamis 11 April 2019.

" Meninggal pukul 9.08 tadi pagi," kata anak Mus Mulyadi, Erick Haryadi, saat dihubungi.

Mus Mulyadi berpulang pada usia 73 tahun. Dia mengembuskan nafas terakhir saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan.

" Tadi habis sarapan, terus meninggal," tambah Erick.

2 dari 3 halaman

Sempat Membaik

Menurut dia, sebelum meninggal, sang ayah harus dirawat di rumah sakit karena menderita sakit gulaPenyakit ini sudah lama diidap Mus Mulyadi.

" Sakit gula, makanya dibawa ke rumah sakit," ujarnya.

Meski demikian, Erick menyebut kondisi sang ayah sebenarnya sempat membaik. Kondisi gula sempat turun.

" Tadinya sudah enakan, gulanya turun, habis makan beliau makannya enak, tapi habis itu meninggal,"  cerita dia.

3 dari 3 halaman

Tunggu Keluarga

Erick mengaku keluarga belum memutuskan lokasi dan waktu pemakaman Mus Mulyadi. Sebab, keluarga besarnya masih berada di Australia.

" Rencananya dimakamkan di Joglo, tapi kapannya belum tahu, nanti saya updatelagi."

" Karena ini sedang menunggu kakak saya, kakak saya di Australia, menunggu kakak saya pulang," papar Erick. 

Beri Komentar