Achmad Yurianto (foto : Faizal Fanani/Liputan6.com)
Dream - Juru bicara penanganan Covid-19, Achmad Yurianto memberikan tanggapannya terkait video unggahan Deddy Corbuzier di akun instagramnya tentang Pasien Dalam Pengawasan (PDP).
Dalam video yang diunggah Deddy, wanita itu mengaku statusnya PDP (pasien dalam pengawasan), tapi tidak mendapatkan pengawasan dari rumah sakit setelah periksa.
Pasien itu mengaku hanya mendapatkan rujukan ke empat rumah sakit besar tanpa adanya pendampingan.

Yuri mengaku belum melihat video yang diunggah Deddy Corbuzier. Jadi Yuri belum bisa memastikan kebenaran dari video yang diunggah itu hoaks atau bukan.
" Saya belum melihat videonya. Kalau itu belum bisa dibuktikan, saya tidak bisa bilang video itu hoax atau bukan kan?" kata Achmad Yurianto saat berbincang dengan Dream, Senin 16 Maret 2020.
Kendati begitu, Yuri akan menindaklanjuti kebenaran kasus itu. Dia siap memeriksa ke rumah sakit terkait pasien PDP yang mengaku tidak mendapatkan pengawasan dari rumah sakit yang disebutkan.

foto : Faizal Fanani/Liputan6.com
" Rumah sakitnya mana? Kita cek pasiennya siapa namanya saja. Kalau ini nggak benar juga ngapain saya komentari?" tuturnya.
Setelah menemukan bukti valid tentang video itu barulah langkah selanjutnya akan dilakukan untuk si pasien.
" Kita buktikan dulu kalau ada buktinya, kita akan tindaklanjuti seperti apa. Makanya ada videonya, nanti ketemu rumah sakit apa? Dia dirawat dimana? kan selesai," imbuhnya.
Dream - Selebgram Deddy Corbuzier mengunggah video pernyataan dari seorang warga yang mengaku Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terkait corona virus Covid-19. Dalam video, wanita itu mengaku dilepas begitu saja oleh pihak rumah sakit.
" Jangan sakit dan jangan kena. Ini aku PDP (Pasien Dalam Pengawasan) dan rumah sakit itu nggak tahu mau ngapain dan mau gimana dan kita bisa dilepas begitu saja, diminta rujuk ke empat rumah sakit besar tanpa pengawasan," kata wanita bermasker yang diunggah akun @mastercorbuzier.
Wanita itu mengaku pihak rumah sakit tidak bisa berbuat apa-apa. Hanya meminta dirinya memeriksa lebih lanjut ke rumah sakit rujukan kasus virus corona.
Dari video yang diunggah itu, Deddy mempertanyakan kepada Kementerian Kesehatan.
© © Khidr Al-Zahrani
" Dilepas tanpa pengawasan!! Untung orang ini masih baik.. dia bisa share vidio ini.," tulis Deddy Corbuzier dikutip Dream, Senin 16 Maret 2020.
Ayah satu anak ini menduga, banyak di luar sana kasusnya sama seperti wanita yang ada pada video unggahannya itu. Tidak diisolasi tanpa adanya pengawasan.
" Supaya kita lebih waspda, banyak orang yang sudah kena corona tapi MUNGKIN masih bertebaran di luar sana tanpa isolasi!!! Itulah gunanya lebih baik kita tetap DIRUMAH BEBERAPA PEKAN KE DEPAN," ucapnya.
Untuk itu, karena keresahannya itu, Deddy bakal bertemu langsung dengan pihak Kemenkes dan Gubernur DKI Anies Baswedan untuk langkah selanjutnya. Terhadap contoh kasus wanita yang ada di video tersebut.
" Malam ini saya akan podcast dengan kemenkes menanyakan apa yg sebenarnya terjadi.. Are we ready or not.. Is this hoax or not.. And if not.. This is Bad. Gw juga akan bertemu dgn Pak Anies menanyakan apa langkah kita selanjutnya.. Hope all well... God with u," tuturnya.
Warganet pun langsung membanjiri unggahan Deddy dengan berbegai komentar mereka. Ada yang kecewa ada juga yang mempertanyan kinerja kemenkes.
" Tanpa ada pengawasan?, rumah sakit santuy banget ya, kayak emang pengen gitu virus ini menyebar dengan cepat, sangat cerdas," tulis akun @zexx0001.
" Mana nih pemerintah Indonesiaaaaaaa, menteri kesehatan, dokter indonesia, pengawas rumah sakit...??? Where are you???? Katanya standar WHO penanganan dll," tulis akun @bp2_febrian.
" @aniesbaswedan @jokowi @kemenkes_ri, Pak presiden, pak gubernur, pak mentri kesehatan, kondisi di lapangan apakah seperti ini," tulis akun @iwantrisila.
Dream - Deddy Corbuzier sangat geram karena merasa konten podcast kanal YouTubenya dicuri oleh startup asal Vietnam, Wavestalk. Menurut dia, perusahaan itu semula menghubunginya untuk membeli konten podcast, namun tidak terjadi kesepakatan.
" Beberapa bulan lalu sempat menghubungi manajemen saya buat beli konten saya. Saya tidak deal dengan mereka," kata Deddy Corbuzier di Jakarta, Rabu 26 Februari 2020.
Deddy mengatakan, startup Vietnam tersebut mengontak manajemennya setelah konten podcastnya diambil. Konten itu bahkan telah dipublikasikan perusahaan Vietnam tersebut selama sebulan. " Jadi, di-publish dulu baru nego," imbuhnya.
Ayah Azkanio Nikola Corbuzier itu menolak tawaran pembelian konten tersebut. Apalagi, startup Vietnam itu tidak menjawab keberatan Deddy Corbuzier.
" Pertanyaan saya enggak pernah terjawab. Saya tanya, kenapa (mencuri konten)?. Yang dijawab, 'iya, nanti kita take out'. Yang saya tanya kan kenapa harus dicuri," tegas dia.
© © Khidr Al-Zahrani© © Khidr Al-Zahrani
Pria yang mempopulerkan metode diet OCD itu merasa dirugikan. Deddy mengatakan, perusahaan Vietnam tersebut telah mengeruk keuntungan dari kontennya. Deddy juga geram karena tidak ingin kontennya beredar di platform manapun selain Youtube agar bisa mengetahui jumlah penontonnya.
Sebab, tambah dia, akhir-akhir ini penontonnya berkurang. Dia menduga karena kontennya tersebar ke platform lain. " Belakangan penontonnya berkurang, oh ternyata kepecah ke Spotify, Apple Music, yang mecah perusahaan ini. Berarti saya dirugikan dong. Penonton saya dikit, mereka dapat penonton," tuturnya
Hingga kini, beberapa konten yang dicuri oleh perusahaan yang membuka cabang di Indonesia itu masih belum dihapus.
Deddy pun belum berencana menempuh jalur hukum. Ia hanya mempermasalahkan banyak orang yang percaya kontennya disebar di platform lain adalah miliknya.
Pria berusia 43 tahun itu berharap agar perusahaan tersebut bisa memberi penjelasan dan meminta izin sebelum menyebar konten.
" TV aja beberapa kali munculin wawancara saya. Itu pasti ada yang kontak ke manajer saya. Yaudah gapapa, it's just a matter of minta ijin kok," tuturnya.