Review Beras Diklaim Hasil Bansos, Marshel Widianto Bikin Merinding

Reporter : Amrikh Palupi
Senin, 15 Maret 2021 09:23
Review Beras Diklaim Hasil Bansos, Marshel Widianto Bikin Merinding
Lihat berasnya yang banyak kutunya.

Dream - Komika Marshel Widianto membuat video yag mengulas dengan beras yang diklaim Bantuan Sosial (Bansos) untuk masyarakat di masa pandemi Covid-19. Hasil review Marshel itu diunggahnya lewat video di akun TikToknya @marshelwidianto.

Pada video, Marshel menyebut beras Bansos yang diulasnya sebagai 'Beban Keluarga' singkatan dari Beras Bansos Keluarga. Dengan kalimat yang lucu dan mengundang tawa, Marshel menjelaskan spesifikasi dari beras Bansos tersebut.

" Sobatku, mari kita review beban keluarga, beras bansos keluarga," ucapnya memulai video tersebut.

Komika Marshel Widianto

Awalnya, Marshel memperlihatkan cara ia membuka karung beras tersebut dengan gunting dan peralatan tukang untuk menunjukkan unsur komedinya. Berhasil membuka kantong tersebut, Marshel menunjukan beras Bansos dalam sebuah wadah.

Saat dituang di wadah tersebut mulai terlihat beberapa makhluk kecil yang menjijikan berwarna hitam. Meski begitu, Marshel tetap mengomentari dengan kalimat jenaka jika hewan hitam itu merupakan bagian dari lauk beras yang belum diolah.

Komika Marshel Widianto

" Wah, ini baru beras terbaik. Ada beras dan lauk pauknya. Tapi lauknya belom diolah," kata Marshel dengan memperlihatkan kutu beras.

Video pria berambut ikal ini langsung ramai dikomentari warganet. Mereka langsung fokus ke kutu yang ada di beras bansos.

Komika Marshel Widianto

" Asli kutunya banyak banget soal penerima bansos juga kutunya dari butirn beras," kata akun @intanpermata.

" Jangan bilang itu kutunta pada loncat ke beras bansos ye Bang," kata akun @Brat'sAdja.

" Merinding disko bund lihat kutunya," kata akun @calonmanten1998.

" Asli beras bansos banyak kutunya," kata akun @elvanwirwan.

1 dari 7 halaman

Cegah Potongan Bansos, Mensos Risma Perbaiki Mekanisme

Dream - Menteri Sosial, Tri Rismaharini, akan menyiapkan mekanisme baru terkait penyaluran bantuan sosial sembako di masa pandemi Covid-19. Mekanisme ini untuk memudahkan masyarakat melaporkan dugaan pemotongan bantuan.

" Untuk sembako, Januari segera akan jalan dan pada Februari ada mekanisme yang akan kita perbarui," ujar Risma usai rapat kabinet terbatas pada Selasa, 29 Desember 2020.

Mekanisme itu, kata Risma, akan dibuat lebih mudah namun lebih detail. Akan disiapkan kanal untuk feedback yang bisa dimanfaatkan masyarakat penerima bansos untuk melaporkan langsung adanya dugaan pemotongan atau pungutan.

" Sehingga tidak ada lagi yang berusaha memotong, karena laporan-laporan itu akan masuk ke kami di dalam proses setiap penerimaan bantuan kepada para penerima bantuan," kata Risma.

Lebih lanjut, Risma menjelaskan akan ada mekanisme pelaporan lebih detail mengenai penyaluran bansos. Sehingga diharapkan tidak ada pihak yang berani melakukan pemotongan.

" Sehingga kami berharap tidak ada pemotongan atau penyelewengan bantuan itu," ucap dia.

Pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp3,76 triliun setiap bulan untuk bantuan sosial melalui Kemensos. Setiap daerah akan menerima bantuan sebesar Rp60 miliar dari dana tersebut. 

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

2 dari 7 halaman

Risma: Bantuan Tunai Jangan untuk Beli Rokok, Akan Kami Awasi!

Dream - Menteri Sosial, Tri Rismaharini, menyatakan sebanyak 18,8 juta masyarakat akan mendapatkan Bantuan Pangan Non-Tunai dari Pemerintah Pusat. Bantuan ini diberikan selama satu tahun disertai bantuan tunai sebesar Rp200 ribu per bulan.

Tetapi, Risma menegaskan tidak akan ada lagi penggunaan dana bantuan untuk pembelian rokok. Kementerian Sosial akan memantau penggunaan dana bantuan yang diterima masyarakat.

" Tidak ada lagi untuk pembelian rokok. Kami akan pantau," ujar Risma usai rapat kabinet terbatas pada Selasa, 29 Desember 2020.

Untuk pemantauan, Kemensos akan menyiapkan alat khusus yang akan digunakan pada Februari 2021. Alat tersebut berfungsi memantau transaksi yang dilakukan para penerima bantuan.

" Alat untuk kami akan mengetahui belanja apa yang akan, dengan uang itu dibelanjakan untuk apa saja," kata Risma.

Risma sangat berharap tidak ada penggunaan dana bantuan untuk pembelian rokok. Sebab dapat berpengaruh terhadap rencana yang sudah disusun pemerintah.

" Jangan kemudian karena beli rokok dan kemudian menjadi sakit," ucap Risma.

3 dari 7 halaman

Bantuan Sosial Tunai

Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan program Bantuan Sosial Tunai dengan penerima mencapai 10 juta di seluruh Indonesia. Bantuan ini disalurkan lewat PT Pos Indonesia dengan alokasi sebanyak 300 ribu penerima manfaat setiap bulan.

" Itu diberikan Pemerintah Januari, Februari, Maret, April, selama 4 bulan. Jadi tidak utuh selama 1 tahun," kata Risma.

Dia pun kembali menegaskan akan ada kontrol ketat untuk penggunaan dana bantuan tersebut. Ini demi mencegah penyelewengan dana bantuan di masyarakat.

" Sekali lagi kami juga akan lakukan untuk kontrol pembeliannya. Kami akan buatkan edaran untuk belanja apa saja yang bisa digunakan," terang Risma.

4 dari 7 halaman

PKH

Pemerintah juga akan menyalurkan bantuan Program Keluarga Harapan dengan penerima manfaat sebanyak 10 juta disalurkan oleh Himbara (Himpunan Bank Milik Pemerintah). Alokasi bantuan ini untuk ibu hamil, anak usia dini, anak sekolah, penyandang difabilitas dan lanjut usia.

Bantuan akan disalurkan setiap tiga bulan sekali selama satu tahun. Tahap pertama diberikan pada Januari, tahap kedua April, tahap ketiga Juli, dan tahap keempat pada Oktober.

Lebih lanjut, Risma menegaskan atas instruksi Presiden, tidak ada lagi pembelian rokok dengan dana bantuan. Pihaknya akan menyusun mekanisma untuk mencegah transaksi tersebut.

" Kami akan bicarakan, kalau mekanisme itu terjadi kami akan lakukan evaluasi untuk penerima bantuan. Karena sekali lagi jangan sampai bantuan ini untuk kesehatan namun kemudian ada masalah karena digunakan untuk rokok," kata Risma.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

5 dari 7 halaman

Hore! Insentif dan Bansos Dampak COVID-19 Terus Berjalan di 2021

Dream – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memastikan bantuan sosial dan sejumlah insentif lain bagi masyarakat terdampak pandemi serta para pelaku UMKM akan terus bergulir di tahun 2021 ini. Keputusan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam jangka pendek untuk menghadapi masa pandemi COVID-19.

“ Akan kita teruskan yang berkaitan dengan bantuan sosial untuk yang tidak mampu. Kemudian yang berkaitan dengan bantuan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah entah itu insentif pajak atau bantuan modal darurat,” kata Jokowi dikutip dari laman setkab.go.id, Kamis 21 Januari 2021.

Pemerintah juga akan memberikan perhatian bagi masyarakat yang terkena dampak pemutusan hubungan kerja melalui salah satu program pemerintah, Kartu Prakerja. Semua program dan upaya tersebut bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat.

“ Sekaligus membantu meringankan beban yang dirasakan oleh mereka yang terdampak pandemi saat ini,” kata dia.

 

 

6 dari 7 halaman

Bagaimana dari Sisi Kesehatan?

Sementara dari sisi penanganan kesehatan, Jokowi menegaskan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan masih menjadi strategi utama bagi penanganan pandemi yang juga menjadi upaya jangka pendek pemerintah.

“ Bapak-Ibu (CEO) harus berbicara kepada karyawan-karyawannya. Gubernur, bupati, wali kota, camat, lurah, RT dan RW-nya harus berbicara kepada rakyat kita betapa penting yang namanya disiplin terhadap protokol kesehatan. Pakai masker, jaga jarak, selalu cuci tangan,” kata dia.

Kedisiplinan tersebut juga akan diikuti pemerintah pusat dan daerah dengan membenahi persoalan testing, tracing, dan treatment sebagai salah satu bagian dari upaya penanganan di bidang kesehatan.

 

7 dari 7 halaman

Ditambah Vaksinasi COVID-19

 

 

Terkini, pemerintah telah memulai pelaksanaan program vaksinasi COVID-19 secara gratis. Pada tahap pertama, tenaga kesehatan se-Indonesia, menjadi prioritas vaksinasi COVID-19.

Jokowi mengatakan Indonesia memiliki kekuatan besar dan pengalaman yang banyak melalui program-program serupa yang telah berjalan bertahun-tahun lamanya. Misalnya, Indonesia punya 30 ribu vaksinator, 10 ribu puskesmas, dan lebih dari 3 ribu rumah sakit yang bisa digerakkan untuk menyukseskan vaksinasi COVID-19.

“ Kita memiliki puskesmas yang setiap tahunnya juga melakukan imunisasi kepada anak-anak kita,” kata dia.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID1

Beri Komentar