Betrand Peto Dan Ruben Onsu
Dream - Betrand Peto, anak angkat Ruben Onsu dan Sarwendah ternyata pernah mengalami kejadian mistis seperti dialami orang tua angkanya tersebut. Kejadian menyeramkan bahkan mirip seperti peristiwa yang dialami Ruben.
Ruben menceritakan jika putranya itu mengalami kejadian aneh berupa darah yang tiba-tiba keluar dari pahananya.
" Kejadian yang gue alamin juga dialamin sama dia juga. Dia cerita ke bundanya Keluar darah dari paha. Itu pernah kejadian gue dulu dan sama," ujar Ruben Onsu dalam tayangan Diary The Onsu Trans Tv.
Betrand menceritakan kejadian itu bermula saat dia sedang tidur siang. Tiba-tiba saja dari pahanya menetes darah padahal dia sama sekali tak memiliki luka di bagian tersebut.
" Onyo lagi nonton sambil ngantuk. Pas tidur Onyo garuk-garuk ini (paha) licin pas Onyo lihat, hah darah. Nggak ada luka. Lumayan banyak (darahnya), Onyo cuci nggak ada luka," ujar Betrand.
Beruntung kejadian aneh itu hanya terjadi satu kali. Ruben menambahkan, usai kejadian itu, ia mengajak Betrand untuk berdoa.
" Itu karena kita berdoa," ucap Ruben.
Ruben juga sempat merasa kaget saat mendengar anak angkatnya mengalami kejadian mistis tersebut. Alasannya dia tidak pernah menceritakan apapun kepada Betrand mengenai kejadian aneh yang pernah dialaminya.
" Dia itu nggak tahu tentang kejadian itu. Sampai akhirnya gue cerita pernah mengalami. Terus gue bilang ya nggak apa-apa, ayah masih sehat," ucap Ruben
(Sumber: Youtube The Diary of Onsu)
Dream - Ruben Onsu tampaknya tak main-main untuk menjaga keselamatan Betrand Peto. Semenjak anak angkatnya itu menjadi artis, Ruben memberikan pengawal khusus.
" Pengawal sudah dilakukan. Mereka enggak pakai seragam, jadi teman biasa aja. Kami cari yang cair dengan anak-anak," ujar Ruben Onsu di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasaz 28 Januari 2020.
Ruben memberikan pengawalan karena khawatir dengan keselamatan Betrand. Apalagi saban Betrand tampil menyanyi di berbagai tempat, selalu banyak penggemar.
Ruben sadar, tak semua orang menyukai Betrand. Apalagi kini muncul foto-foto wajah Betrand yang kepalanya diubah menjadi binatang.
Tak hanya itu, Ruben juga khawatir Betrand mendapat ancaman. " Tapi bukan masalah ancaman saja, tapi apa yang saya fasilitasi untuk Thalia dan Thania itu harus ada juga untuk Betrand," tambah dia.
Dream - Ruben Onsu mengatakan, tudingan penggunaan pesugihan di rumah makannya tak hanya mencemarkan nama baiknya. Tuduhan itu bahkan membuat sejumlah pegawainya berhenti kerja.
" Jadi, ada beberapa yang kuping tipis juga karyawan. Ada tujuh sampai delapan karyawan beranggapan bahwa mereka dijadikan tumbal sama Ruben. Jadi ya, gimana ya? Ya enggak apa-apalah," ujar Ruben Onsu di Jakarta, Rabu 13 November 2019.
Meski demikian, Ruben hanya bisa pasrah dan ikhlas dengan kondisi itu. Dia menganggap tudingan tersebut sebagai ujian hidup. " Memang sudah jalannya saya harus melewati ini dulu. Kalau dibilang capek saya capek, ngelewatinnya gini-gini saja," katanya.
Suami Sarwendah itu menambahkan, gara-gara isu pesugihan, saat ini kondisinya belum stabil untuk datang ke kantor. Kabar tentang pesugihan sangat menggangunya.
" Sampai saat ini saya enggak ke kantor, jadi bukan karena enggak bergairah ya tapi masih down saya. Saya butuh waktu untuk saya bisa kembali pulih, datang ke kantor seperti normal kayak biasa," imbuh Ruben.
Dream - Ruben Onsu marah besar. Dia tidak terima dengan tudingan bahwa rumah makannya laris karena menggunakan pesugihan, sebagaimana diungkapkan sebuah akun Youtube.
" Jadi yang saya marah di situ, saya anggap dia berbicara yang kurang pantas tentang hal yang kurang logis," ujar Ruben Onsu di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Senin 11 November 2019.
Ruben bertambah marah karena dalam tudingan itu juga menyebut pesugihan yang dipakai oleh restorannya sampai memakan korban. Dia mengaku sangat bingung dengan tudingan tersebut.
" Ini kan ada beberapa ribu orang yang bekerja dengan saya, ini kok ada kata-katanya yang 'memakan korban'. Korban yang mana?" tambah suami Sarwendah itu.
Ruben merasa namanya sudah dicemarkan, sehingga berhak melapor ke polisi. Kesabarannya sudah habis.
" Mau tanya itu, korban yang mana yang dimaksud? Jadi saya menggunakan hak suara saya ya, saya meminta laporan kepolisian kepada orang-orang yang punya konten digital itu," imbuh Ruben.