Kala Hati Dewi Sandra Tersentuh Kejayaan Muslim Eropa

Reporter : Ratih Wulan
Jumat, 28 April 2017 11:15
Kala Hati Dewi Sandra Tersentuh Kejayaan Muslim Eropa
Dewi Sandra merasa tersentuh melihat perjuangan Muslim Eropa, yang terusir dari negaranya sendiri.

Dream - Beda zaman sudah tentu beda tantangan. Jika dulu, RA Kartini berjuang lewat pemikiran, kini para Kartini modern seperti Dewi Sandra memberikan baktinya dengan cara berbeda.

Artis berhijab ini, tengah terlibat dalam sebuah kampanye pembangunan masjid di Seville, Spanyol.

Kepedulian pada komunitas Muslim di Seville membuat Dewi tertarik ikut membantu menggalang dana pembangunan masjid. Sejarah Islam Eropa yang pernah menemui masa jayanya pada 700 tahun silam menyentuh hatinya untuk berperan membangkitkan kejayaan Islam di sana.

" Awalnya lucu banget, ketemu Oki Setiana Dewi secara nggak sengaja langsung dia bilang kamu ikut ya. Hah? Aku nggak tahu apa tapi Oki ngotot kalau aku sudah ditunjuk Ukhwah4ummah untuk ikut berangkat ke sana, padahal aku lebih suka di Indonesia nggak perlu ke luar negeri," tutur Dewi saat berbincang bersama Dream, Rabu, 26 April 2017 di Gathering Wardah di Jakarta Selatan.

Oki terus meyakinkan Dewi serta menceritakan sedikit sejarah Islam di Andalusia. Berbekal sedikit informasi yang didapatnya dari melihat film '99 Cahaya di Langit Eropa' akhirnya rasa keingintahuan itu menggerakan langkahnya menuju Seville.

Dewi Sandra

Selama 9 hari, keduanya menjelejahi Seville dan Granda untuk menjejak peradaban Islam Spanyol. Dewi berkesempatan langsung untuk bertemu dan bertukar pikiran dengan masyarakat Muslim generasi kedua yang ada di Spanyol.

" Akhirnya benar ketika berangkat mata jadi terbuka sekali. D sana bertemu Jamal dan Ibrahim yang akhirnya menceritakan, memperlihatkan Youtube tentang perjuangan Islam di Eropa dan aku menjadi sangat tertarik sekali. Islam pernah sejaya itu dan akhirnya dikalahkan dan kembali ke titik nol," imbuhnya.

Istri Agus Rahman ini merasa sangat sedih tatkala melihat ruang ibadah mereka yang sempit dan pengap. Pasalnya hanya menempati sebuah basement ruko, yang hanya cukup menampung kapasitas sekitar 100 orang saja.

dewi sandra

Bahkan, selama 20 tahun terakhir mereka harus menyewa ruangan sempit itu. Sehingga, membuat para jamaah shalat harus bergantian karena keterbatasan tempat dan fasilitas.

" Selesai shalat langsung pulang nggak bisa silahturahmi, mereka juga adzan tidak bisa pakai pengeras suara karena di atas mereka rumah jadi tidak boleh mengganggu suaranya. Bayangkan gimana kalau shlat Jumat, terawih atau shalat ied?" lanjutnya.

Melalui gerakan atileforseville, Dewi bersama Oki akan membantu mereka untuk ikut membantu penggalangan dana tersebut. Bersama dengan lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT) mereka akan ikut berjuang mengumpulkan rupiah demi rupiah agar pembangunan masjid segera terwujud.

" Bukan tugas saya meyakinkan orang lain karena ini gerakan hati. Semua karena Allah, saya hanya menyampaikan informasi dari mereka dan silhakan yang ingin membantu. Bentuk campaign-nya nanti akan bersama ACT, melalui sosmed, bertemu orang-orang seperti ini dan targetnya ya sampai terbangun," pungkas Dewi.(Sah)

 

Beri Komentar