Rampung 71%, Stadion Megah JIS Ditargetkan Beroperasi Akhir Tahun

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 24 September 2021 18:01
Rampung 71%, Stadion Megah JIS Ditargetkan Beroperasi Akhir Tahun
Stadion ini merupakan bakal `kandang` Persija.

Dream – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, belum lama ini meninjau pembangunan Stadion Jakarta International Stadium (JIS). Dari laporan pengembang diketahui pembangunan stadion kebanggaan baru di ibu kota ini sudah rampung 71,75 persen.

Dikutip dari laman Instagram @aniesbaswedan, Jumat 24 September 2021, rumput hybrid sudah mulai dipasang di lapangan utama stadion JIS.

“ Tadi melihat langsung proses pemasangan rumput di lapangan utama stadion,” tulis Anies.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, meninjau pembangunan Stadion JIS.© Akun Instagram @aniesbaswedan

1 dari 4 halaman

Dia menargetkan lapangan utama akan selesai terpasang pada Oktober 2021. Diharapkan stadion ini bisa digunakan pada akhir tahun ini.

“ Insya Allah kita sudah bisa bermain di lapangan utama pada akhir tahun,” tulis dia.

Sekadar informasi, nantinya Stadion JIS ini akan menjadi “ kandang” bagi klub sepak bola Persija.

Kabar baik ini disambut warganet. Mereka mengapresiasi Anies yang mewujudkan pembangunan stadion di Jakarta.

“ Mantappp, janji terpenuhi, Pak,” tulis @dannigiovani.

“ Siap penuhi tribun Jakmania,” tulis @zalicastello_0902.

“ Kandang @persija,” tulis @juansiregar23378.

“ Semoga diberi kelancaran, Pak. Stadion pertama di Indonesia dengan kapasitas besar tanpa tren lari,” tulis @edrianludy.

2 dari 4 halaman

KPK Beberkan Hasil Pemeriksaan Anies, Bahas Program Rumah DP Rp0

Dream - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, sempat menjalani pemeriksaan di Gedung KPK pada Selasa, 21 September 2021. Anies dipanggil untuk memberikan keterangan terkait dugaan kasus korupsi pengadaan lahan.

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, mengatakan, selama pemeriksaan, Anies diminta menjelaskan program rumah DP Rp0. Khususnya terkait anggaran pengadaan lahan di Munjul, Pondok Rangon, Jakarta Timur.

" Saksi (Anies) menerangkan mengenai salah satu penyertaan modal kepada Perumda Sarana Jaya yang diperuntukkan bagi pembangunan rumah Rp0," ujar Ali.

 

© Dream

 

Dalam pemeriksaan ini, Anies berstatus saksi atas tersangka Yoory Corneles Pinontoan. Saat itu, Yoory menjabat sebagai Direktur Utama Perumda Pembangunan Sarana Jaya.

Ali menambahkan, keterangan Anies telah dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan. Nantinya, keterangan tersebut akan diuji Jaksa Penuntut Umum.

" Keterangan para saksi tentu detailnya telah tertuang dalam BAP dan saat ini belum bisa kami sampaikan karena akan dibuka seluas-luasnya pada proses persidangan di Pengadilan Tipikor," ucap Ali, dikutip dari Liputan6.com.

3 dari 4 halaman

Anies Baswedan Ditanya KPK Soal Program Pengadaan Rumah di Jakarta

Dream - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menjelaskan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggilnya untuk menjelaskan seputar program dan peraturan yang berlaku di DKI Jakarta.

" Pertanyaan menyangkut landasan program dan seputar peraturan-peraturan yang ada di Jakarta," ujar Anies.

Untuk diketahui, Anies Baswedan hari ini datang memenuhi panggilan KPK  sebagai saksi atas pengadaan lahan di Munjul, Pondok Rangon, Jakarta Timur, yang diduga mengandung unsur korupsi.

Secara khusus, Anies menjelaskan jika pertanyaan yang diajukan penyidik KPK terkait program pengadaan rumah di Jakarta. 

" Ada 8 pertanyaan yang terkait dengan program pengadaan rumah di Jakarta," ungkapnya.

Namun saat dicecar pertanyaan jurnalis seputar materi pemeriksaan, Anies tidak menjelaskan secara rinci mengenai keterangan yang disampaikannya kepada penyidik. Pun, dia tidak memberikan sedikit penjelasan mengenai proses pengadaan lahan di Munjul, Pondok Rangon, Jakarta Timur yang diduga mengandung unsur korupsi.

" Saya berharap penjelasan yang tadi disampaikan bisa bermanfaat bagi KPK untuk menegakkan hukum, menghadirkan keadilan dan memberantas korupsi," kata dia.

 

4 dari 4 halaman

Dicecar 8 Pertanyaan

Anies sempat menyinggung situasi yang terjadi di ruang pemeriksaan. Dia mengaku mendapat delapan pertanyaan dari penyidik.

Tidak hanya itu, Anies juga diminta menjawab sembilan pertanyaan seputar identitas seperti tempat lahir dan tanggal lahir. Pemeriksaan sempat dijadwalkan selesai pukul 12.30 WIB.

" Tetapi kemudian panjang untuk mereview yang tertulis itu sama. Tuntas semua jam 15.00-an lalu," kata dia, dikutip dari Merdeka.com.

Beri Komentar