Skandal Doping, Rusia Dilarang Ikut Olimpiade 2020 dan Piala Dunia 2022

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 10 Desember 2019 13:48
Skandal Doping, Rusia Dilarang Ikut Olimpiade 2020 dan Piala Dunia 2022
Rusia masih mempertimbangkan banding.

Dream - World Anti-Doping Agency (WADA) mengeluarkan larangan pada para atlet Rusia tampil di ajang olahraga bergengsi dunia yaitu Olimpiade dan Piala Dunia selama empat tahun. Penyebabnya, kontingen Rusia kerap terlibat dalam kasus penggunaan doping. 

Komite Peninjauan Kepatuhan (CRC) WADA telah mengusulkan beberapa sanksi karena kegagalan Badan Anti-Doping Rusia (RUSADA) bekerja sama sepenuhnya selama penyelidikan skandal olahraga di Negeri Beruang Putih itu.

Usulan tersebut digunakan Komite Eksekutif WADA untuk merekomendasikan sanksi pada pertemuan di Lausanne, Swiss pada hari Senin.

Pembocor kasus doping Rusia, Grigory Rodchenkov memuji keputusan WADA.

" Akhirnya, doping dan dosa Rusia sekarang mendapatkan hukuman yang layak. Sudah terlalu lama, Rusia mempersenjatai penipuan doping dan kegiatan kriminal yang disponsori negara sebagai alat kebijakan luar negeri," kata Rodchenkov melalui pengacaranya, Jim Walden, dalam sebuah pernyataan yang dikirim ke CNN.

" Biarkan setiap negara korup yang mencoba bermain dengan buku pedoman ilegal Rusia memperhatikan keputusan monumental hari ini. Ketika konspirasi doping menjadi kejahatan di bawah Undang-Undang Anti-Doping Rodchenkov, para penipu akan berada di penjara AS dan atlet yang bersih akan lebih terlindungi," ujar dia.

1 dari 5 halaman

RUSADA memiliki 21 hari untuk menerima keputusan atau mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase untuk Olahraga (CAS).

Svetlana Zhurova, Wakil Ketua Pertama Komite Internasional Duma Negara Rusia, menyebut banding sangat mungkin. Keputusan akan dibuat ketika RUSADA bertemu dengan parlemen pada 19 Desember 2019.

" Saya 100 persen yakin (Rusia mengajukan banding pengadilan) karena harus membela atlet kami," kata Svetlana kepada TASS News Agency.

Larangan terbaru ini membuka pintu bagi atlet Rusia untuk dapat membuktikan prestasi tanpa menggunakan doping. Salah satu contohnya tim nasional Rusia yang bersaing untuk menembus ke putaran final Piala Dunia 2022.

Wada menyarankan tim yang lolos ke Qatar menggunakan para pemain yang bebas doping.

2 dari 5 halaman

Jokowi Respons Aksi Peselancar Filipina yang Bantu Atlet Indonesia di SEA Games

Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi apresiasi ke peselancar Filipina, Roger Casugay, yang menolong atlet Indonesia, Arip Nurhidayat, saat tergulung ombak dalam ajang SEA Games.

"Memenangkan kompetisi itu penting sportivitas olah raga juga harus dijunjung tinggi, tapi kemanusiaan di atas segalanya," tulis Jokowi pada unggahan Instagram, Senin 9 Desember 2019.

Insiden yang dianggap heroik ini terjadi saat ketatnya pertarungan cabang selancar SEA Games 2019 di Provinsi La Union.

Kala itu, Roger berpeluang besar menyabet medali emas, namun dia rela menghentikana lomba untuk menolong Arip yang jatuh dari papan selancar.

      View this post on Instagram

Memenangkan kompetisi itu penting, sportivitas olahraga juga harus dijunjung tinggi, tapi kemanusiaan di atas segalanya. Apresiasi saya untuk peselancar Filipina, Roger Casugay, yang merelakan kesempatan meraih medali emas demi menolong pesaingnya, atlet Indonesia Arip Nurhidayat yang terjatuh dalam lomba. Salam hormat dari Indonesia.

A post shared by Joko Widodo (@jokowi) on

3 dari 5 halaman

Berlebihan?

Meski begitu, peristiwa ini dikabarkan tak seheboh yang dibicarakan. Seorang warganet menyebut sesungguhnya kondisi Arip baik-baik saja.

" Bener itu hehe saya dpt info di grup veteran’s surfer klo arip sebenrnya kasi sinyal ???????? tapi judger tower salah tangkap maksud dan nyuruh Roger ke arah Arip utk bantu, anyway salut buat Roger," tulis seorang warganet.

Dream mencoba menghubungi Arip, namun belum mendapat jawaban. Tapi, di Instagram Stories miliknya dia hanya membantah berita yang dibuat portal online yang menyebut Roger melepas emas demi menyelematkan Arip.

" Ga gituh juga mas beritanya," kata Arip sembari membubuhi emoji tertawa.

4 dari 5 halaman

Aksi Peselancar Filipina Lepas Emas Demi Selamatkan Atlet Indonesia

Dream - Dalam sebuah kompetisi atau pertandingan, tidak ada kamus tolong menolong meski lawan dalam kondisi susah.

Jika perlu, lawan harus dikalahkan apa pun risikonya. Namun tidak demikian dengan yang terjadi di Filipina ini.

Sebuah insiden heroik dan mengharukan terjadi di tengah kompetisi ketat cabang selancar SEA Games 2019 yang digelar di Provinsi La Union.

Peselancar Filipina, Roger Casugay, memilih untuk menyelamatkan saingannya dari Indonesia, Arip Nurhidayat.

Casugay benar-benar membuang peluangnya untuk memenangkan medali emas di cabang olahraga tersebut.

5 dari 5 halaman

Dapat Pujian

Laman resmi Facebook SEA Games 2019 membagikan postingan netizen Jefferson Ganuelas yang memperlihatkan aksi heroik Casugay.

Di postingan tersebut, disebutkan bagaimana Casugay menyelamatkan Arip dari gulungan ombak besar.

" Di tengah-tengah kompetisi selancar openboard longboard pria, tali pengikat Arip Nurhidayat dari Indonesia terlepas dan dia tersapu oleh ombak. Roger Casugay dari Filipina datang untuk menyelamatkannya, mengesampingkan persaingan yang sedang berlangsung untuk memperebutkan emas. Beginilah seharusnya #WeWinAsOne. #2019SEAGames #PHforOne."

Foto detik-detik Casugay menyelamatkan Arip yang diposting di laman resmi SEA GAMES dan akun pribadi Ganuelas langsung viral.

Di postingannya, Ganuelas menceritakan tali pengikat Arip terlepas dari papan selancar selama kompetisi.

Arip pun terjatuh dan diterjang tiga gulung ombak berukuran besar. Melihat lawannya dalam bahaya, Casugay datang untuk menyelamatkan.

Pada postingan selanjutnya, lama Facebook resmi SEA Games 2019 mengumumkan bahwa kompetisi selancar ditunda.

Sumber: Inquirer Sports

Beri Komentar
Cara Samuel Rizal Terapkan Hidup Sehat Pada Anak