Lubna Sulaiman Olayan (wikipedia.org)
Dream - Ribuan orang memenuhi ruangan. Sebuah podium disiapkan. Menurut jadwal, seorang pengusaha Arab Saudi akan menyampaikan pidato. Begitu banyak tamu penting hadir di Forum Ekonomi Jedah Kelima, Januari 2004 itu. Arab Saudi mengirimkan empat menterinya untuk hadir. Begitu juga mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton dan Perdana Menteri Libanon Rafik Hariri. Belum lagi pebisnis dunia.
Seluruh mata undangan tertuju pada podium. Tak lama berselang seorang wanita mengenakan pakaian bisnis melangkah tenang ke mimbar itu. Ia mengenakan sebuah kerudung. Kerudung yang tidak diikat dengan ketat. Seluruh pandangan mata langsung tertuju pada wanita paruh baya berparas Timur Tengah itu.
Si wanita itu pun dengan tenang memulai pidato berjudul “ A Saudi Vision for Growth” atau sebuah visi Saudi untuk pertumbuhan. “ Visi saya untuk masa depan negara saya bisa diringkas sebagai sebuah negara yang menikmati ekonomi berkembang dan beragam, di mana setiap warga Saudi secara nasional dapat memperoleh kesempatan kerja -tanpa memandang jenis kelamin- di bidang mana pun ia memenuhi syarat untuk bekerja" , begitu sebagian isi pidatonya.
Usai pidato itu, hadirin bertepuk tangan meriah. Tapi kemeriahan ternyata juga menyebar ke luar forum. Kehadiran wanita di forum itu melahirkan kontroversi. Mengguncang Arab Saudi. Pasalnya, itulah pertama kali seorang wanita dalam sejarah Arab Saudi diberikan kesempatan berpidato di Forum Ekonomi Jedah. Sebuah perhelatan yang sudah lima kali digelar di kota Kerajaan Arab Saudi itu.
Seorang tokoh Saudi, Sheikh Abdul Aziz Al-Asheikh, mengeluarkan kecaman pedas. Menurutnya, haram wanita Saudi muncul di acara dengan peserta perempuan bercampur dengan peserta laki-laki. Sheikh Abdul seperti dikutip Arab News menyatakan:. " Kami mengikuti apa yang terjadi di forum dan itu harus dikecam .. ..," kata Sheikh Abdul Aziz.
Pengusaha wanita Saudi yang mendapat kecaman keras itu adalah Lubna Sulaiman Olayan. Usianya 49 tahun saat itu. Setahun berselang majalah Time, memasukkan nama Lubna sebagai satu dari “ 100 Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia Tahun 2005.”
Prestasi Lubna...
© Dream
Prestasi Lubna memang menjulang. Tak heran jika majalah Forbes tahun 2014, juga memasukkan Lubna ke dalam “ 100 Wanita Paling Berpengaruh di Dunia.” Dia ada di peringkat 86.
Tak banyak muslimah yang memperoleh kehormatan serupa. Cuma ada enam dalam daftar Forbes. Mereka datang dari lingkaran politisi dan pemerintahan. Untuk dunia bisnis, Lubna adalah muslimah pengusaha yang berada di peringkat teratas. Membuktikan bahwa dia pebisnis wanita muslim paling berpengaruh di dunia.
Lubna adalah Chief Executive Officer (CEO) Olayan Financing Company. Perusahaan keluarga ini berada di bawah Olayan Group yang berkantor di Arab Saudi. Jaring bisnisnya meluas ke Timur Tengah, Eropa, hingga Amerika Utara.
Di Olayan Group, Lubna duduk sebagai anggota dewan direksi. Disana dia bersama Khaled, saudara laki-lakinya, dan dua saudari perempuannya Hayat dan Hutham. Kekayaan perusahaan kini diperkirakan mencapai U$ 10 miliar atau Rp 124 triliun.
Ayah mereka Sulaiman S Olayan, merintisnya sejak 1947. Olayan Group adalah salah satu perusahaan nasional swasta terbesar di Arab Saudi yang bergerak di bidang distribusi, manufaktur, jasa, dan investasi.
Olayan Financing Company sendiri kini beroperasi atau aktif berpartisipasi pada lebih 40 perusahaan. Sebagian besar perusahaan patungan multinasional. Olayan Financing Company juga menjadi investor terbesar di pasar saham kawasan Timur Tengah dan Arab Saudi.
Rekam jejak Lubna memang meyakinkan. Pada Desember 2004, dia terpilih sebagai wanita pertama yang duduk di Dewan Saudi Hollandi Bank, sebuah perusahaan publik di Arab Saudi.
September 2006 dan April 2007 ia bergabung sebagai Dewan Penasehat Internasional Rolls-Royce dan Citigroup. Olayan juga menjabat di Dewan Chelsfield plc, pengembang properti Inggris, sejak 1996 sampai 2004.
Dia juga anggota dari Business Council International Forum Ekonomi Dunia dan Dewan Penasehat Internasional Dewan Hubungan Luar Negeri. Ia bahkan pernah menjadi ketua pelaksana Konferensi Ekonomi Dunia saat digelar di Davos, Filipina, 2004.
Lubna lahir..
© Dream
Lubna lahir 4 Agutus 1955 di wilayah Qassim, Arab Saudi. Ia adalah putri bungsu dari Sulaiman Olayan dan Maryam binti Jassim Al Absulwahab. Sulaiman Olayan dikenal sebagai pengusaha Saudi yang dianggap berkontribusi terhadap kebangkitan ekonomi Saudi selama tahun 1960-1970an.
Lubna menyelesaikan pendidikan menengahnya di Beirut, tempat keluarganya menetap saat ayahnya menjadi kontraktor proyek. Saat berbicara tentang pendidikannya -dalam sebuah wawancara pers- Olayan mengatakan: " Ayah dan ibu sangat antusias untuk menyadarkan agar kita tidak boleh menjadi sombong. Manusia tidak harus bangga dengan uangnya, tetapi dengan perbuatannya. Apalagi kekayaan ini tidak mendarat di ayahku dalam semalam. "
Lubna menjalani tahun pertama kuliahnya di Universitas Amerika di Beirut. Tapi ia segera berubah arah dan memutuskah pindah kuliah ke Amerika Serikat. Di Amerika, ia menyabet gelar sarjana Teknik Pertanian di Universitas Cornell dan gelar Master Administrasi Bisnis dan Keuangan Internasional dari Universitas Indiana..
Tamat kuliah pada 1983, dia bekerja di Bank Morgan Guaranty di New York sebagai analisis keuangan. Pada tahun 1986, ia dipanggil pulang ke Riyadh oleh ayahnya. Ayahnya pada tahun itu meminta Lubna menjabat sebagai CEO Olayan Financing Company, yang merupakan investor terbesar di pasar saham Saudi.
Olayan Financing Company adalah salah satu proyek multinasional swasta. Bisnis perusahaan dibagi antara investasi, distribusi, manufaktur dan jasa, dan memiliki nama merek waralaba produk dengan profitabilitas tinggi di Timur Tengah, seperti: Coca-Cola, Nestle, Colgate dan Burger King.
Olayan menikah dengan seorang warga negara Amerika, Jhon Nexos. Jhon bekerja sebagai pengacara internasional. Ia berkenalan dengan Jhon saat suaminya masih kuliah hukum di Universitas Cornel. Dari pernikahannya, ia dianugerahi tiga anak perempuan. Dan saat ini tinggal bersama keluarganya di Riyadh.
Lubna kini berada peringkat kesembilan di antara sepuluh orang terkaya di dunia Arab.
Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Arab News, Lubna Olayan sempat tertawa ketika ditanya apakah dia merasa bahwa wanita Arab Saudi banyak yang tertindas. " Saya berpikir bahwa wanita Saudi sangat kuat. Dan saya berpikir bahwa pria Saudi adalah pendukung terbesar bagi wanita Saudi. Pria Saudi memiliki saudara perempuan, ibu dan istri. Dan dari pengalaman saya, saya memiliki dukungan yang luar biasa dari laki-laki Saudi. Saya benar-benar tidak berpikir bahwa wanita Saudi tertindas atau dilecehkan."
Saat ditanyakan sorotan media massa dunia yang mengkritik pelarangan wanita Saudi menyetir mobil, Lubna tidak melihat ini sebagai masalah yang penting. " Saya berpikir bahwa mengemudi adalah masalah yang paling tidak penting. Kita sebagai wanita memiliki lebih banyak hal untuk diatasi sebelum kita sampai ke masalah mengemudi, seperti kesempatan untuk bekerja dalam bidang apapun yang kita pilih. Di sini saya punya perasaan bahwa hal-hal itu akan berubah. "
Demikianlah pandangan Lubna Sulaiman Olayan. Seorang wanita karir sekaligus ibu tiga anak perempuan. Ia telah membuktikan, pandangan konservatif di Arab Saudi tentang peran wanita, tak menghalangi wanita muslim untuk maju. Termasuk juga untuk masuk jajaran pengusaha wanita muslim paling berpengaruh di planet ini.
Advertisement