Stadion Qatar Dan Pekerja Di Burma (break.com)
Dream - Pada masa penjajahan Belanda kita mengenal istilah Kerja Rodi yaitu sistem kerja paksa yang diterapkan pada warga pribumi tanpa dibayar satu sen pun.
Begitupun pada zaman penjajahan Jepang, bagaimana menderitanya para pekerja paksa yang dikenal sebagai Romusha.
Tenaga kerja romusha ini diperlakukan dengan sangat buruk. Banyak di antara mereka yang meninggal dunia karena tak sanggup menahan siksaan beban kerja.
Meskipun saat ini kerja paksa sudah dihapuskan dan dilarang oleh International Labour Organisation (ILO), pada praktiknya masih saja ada eksploitasi tenaga kerja. Bentuknya pun tak seperti dulu. Kerja paksa kini berubah lebih modern.
Dipekerjakan dibawah kediktatoran, pembangunan yang mencapai puluhan tahun dan tak kepedulian terhadap para buruh hingga sebabkan jutaan orang meninggal.
Berikut terangkum 10 proyek kerja gila skala besar dengan korban terbanyak sepanjang masa.
(Break.com)
© Dream
Konstruksi Stadion-Stadion di Qatar Untuk Piala Dunia 2022

Selain dugaan korupsi dan berbagai suap antara Qatar dan FIFA, perlakuan terhadap para buruh juga menjadi perbincangan hangat menjelang bergulirnya piala dunia di negara tersebut.
Beberapa laporan memperkirakan sebanyak 1200 kematian dapat dikaitkan dengan pembangunan stadion dan beberapa real estate yang sedang dibangun di Qatar guna persiapa PD 2022.
Ryugyong Hotel di bangun hampir 30 tahun

Struktur besar yang dijuluki 'Hotel of Doom' atau 'Hotel Malapetaka'. Tingginya 105 lantai, dengan bentuk piramida megah yang mendominasi pemandangan Pyongyang, ibukota Korea Utara. Awalnya, Hotel Ryugyong, nama bangunan itu direncanakan sebagai menara tertinggi di dunia, sayangnya ia terlalu lama dibangun.
Akhirnya setelah 26 tahun, Hotel Ryugyong dibuka pada pertengahan tahun 2013 lalu. Entah berapa banyak pekerja yang meregang nyawa selama pembangunan yang hampir 30 tahun dan dibawah kediktaktoran sang penguasa.
Jalan Raya Karakoram

Dikenal sebagai Highway/jalan tol Persahabatan di Cina, Jalan Raya Karakoram menghubungkan China dan Pakistan melintasi pegunungan Karakoram dan merupakan jalan beraspal tertinggi internasional di dunia.
Wilayah Xinjiang di wilayah China dan wilayah Gilgit-Baltistan dan daerah Pakhtunkhwa Khyber di wilayah Pakistan dihubungkan oleh Jalan Raya Karakoram ini, dan juga dianggap sebagai " Sembilan keajaiban di dunia" .
Jalan raya yang dibangun di daerah yang sangat tinggi, tepatnya pada ketinggian 4.693 meter dan dalam kondisi medan yang sangat sulit. Selama pembangunan jalan tersebut, Diperkirakan selama konstruksi antara 1959 dan 1978 sebanyak 1.300 pekerja tewas berusaha untuk menyelesaikan jalan.
© Dream
Bendungan Aswan

Dibangun pada tahun 1970 di Mesir, Bendungan Aswan dibangun sebagai bendungan tanggul di Sungai Nil. Proyek ini dibangun untuk mengendalikan banjir, pembangkit listrik tenaga air, dan menyediakan air untuk irigasi pertanian.
Bendungan ini sebenarnya memiliki dampak yang signifikan terhadap industrialisasi Mesir, ekonomi dan budaya.
Manajemen yang salah menyebabkan sekitar 500 kematian, dan meskipun jumlahnya cukup rendah dibandingkan dengan pesaing lain dalam daftar ini, kematian para pekerja disebabkan terutama karena kurangnya protokol keamanan yang tidak cerdas dalam proyek-proyek konstruksi modern.
Kondisi keselamatan dalam proyek ini adalah sangat buruk dan itulah alasan mengapa banyak para pekerja meninggal.
The White Sea - Kanal Laut Baltik

Sebuah kanal kapal di Rusia menghubungkan antara Laut Putih dengan Danau Onega, dan selanjutnya terhubung ke Laut Baltik.
Laut Baltik-White Sea Canal dibangun menggunakan tenaga kerja paksa dari tahanan Gulag pada tahun 1931 sampai 1933.
Seperti biasa, tidak ada catatan resmi untuk kasus kematian pekerja pada proyek ini, tetapi para ahli memperkirakan bahwa sekitar 100.000 orang meninggal selama proyek karena kecelakaan, penyiksaan, mal nutrisi/kekurangan makanan dan karena berbagai penyakit.
Rel Keret Maut Burma

Death Railway alias Rel Kereta Maut, menjadi saksi kekejaman kerja paksa yang dilakukan tentara Jepang di perbatasan Myanmar. 106.000 nyawa melayang saat itu.
Jalur kereta Death Railway yang menyimpan sejarah pilu pada masa kekejaman Jepang di Myanmar pada tahun 1942. Bangunan ini juga menjadi salah satu saksi bisu Perang Dunia II yang terkenal. Death Railway banyak dikenal wisatawan karena film 'The Bridge Over the River Kwai'.
Death Railway memiliki panjang sekitar 420 km yang menghubungkan Thailand dan Myanmar. Jalur kereta ini, dahulu digunakan sebagai jalur transportasi Jepang yang berperang melawan pasukan Inggris dan sekutunya.
© Dream
Terusan Panama

Pembangunan terusan Panama adalah salah satu proyek paling mematikan dalam sejarah kontemporer. Dimulai pada tahun 1880 di bawah kepemimpinan Perancis, upaya pertama untuk membangun kanal permukaan laut ditinggalkan karena kondisi medis dan biaya pembangunan yang mahal, apalagi suatu proyek dikerjakan di daerah tropis dengan medan yang tidak stabil dan berat serta hujan yang turun setiap tahun. Proyek ini bangkrut dan ditinggalkan pada tahun 1890 setelah sekitar 22.000 pekerja telah meninggal. Kematian terutama adalah dari kecelakaan, penyakit malaria dan penyakit kuning.
Kemudian, orang Amerika mengambil alih proyek dan pembangunan kanal akhirnya selesai di tahun 1914 yang dua tahun lebih cepat dari target waktu yang ditetapkan. Alasan utama yang berkontribusi terhadap keberhasilan proyek ini adalah kemajuan dalam bidang medis, meskipun hampir 6.000 pekerja meninggal selama pihak Amerika mengambil alih proyek ini (1.904-1.914).
Korban total untuk proyek ini diperkirakan antara 28.000 sampai 30.609 dan sebagian besar dari penyakit yang disebarkan oleh nyamuk, yaitu malaria.
The Great Pyramids of Egypt

Pembangunan piramida Agung Mesir tidak begitu berbeda dari Tembok Besar China dalam hal kematian pekerja. Ratusan ton bobot batu-batu besar & berat dipindahkan untuk membangun Piramida besar tersebut. Di Mesir, suhu udara tidak begitu baik untuk setiap tenaga bagi para pekerja fisik.
Setidaknya ratusan ribu orang tewas dalam pembangunan Piramida Agung tersebut, dan tidak ada keraguan bahwa tenaga kerja paksa yang digunakan saat itu sangat tidak dipedulikan sama sekali mengenai keamanan bekerja & keselamatannya, sehingga menyebabkan banyaknya korban jiwa.
The Great Wall of China

Tidak ada fakta yang dapat di verifikasi atau dokumen tertulis tentang buruh/pekerja dari Tembok Besar China. Namun, dalam rentang waktu lebih dari 2.000 tahun untuk menyelesaikan proyek tersebut, dan di bawah pengawasan prajurit kerajaan, tidak ada keraguan bahwa dinasti pada masa itu menerapkan kerja paksa untuk membangun proyek tembok tersebut, para budak dan tawanan perang dipaksa untuk menyelesaikan proyek tersebut.
Sejarawan memperkirakan bahwa sekitar 2 sampai 3 juta orang meninggal selama konstruksi, dan meskipun tidak ada literatur untuk membuktikan perkiraan ini, tampaknya hal ini menjadi pembenaran sejarah karena kita bahkan tidak tahu apa metode yang digunakan saat itu, atau metode-metode yang aman bagi para pekerja proyek tersebut .
Advertisement



OPPO Reno15 Hadir sebagai Ikon Hangout Baru, Kamera Makin Canggih dan Performa Makin Gaming!

Modinity Fashion Parade 2026 at Borobudur: Tonggak Penting Fashion Asia Tenggara

Modinity Fashion Parade 2026 at Borobudur: Tonggak Penting Fashion Asia Tenggara

OPPO Reno15 Hadir sebagai Ikon Hangout Baru, Kamera Makin Canggih dan Performa Makin Gaming!
