2 Kelompok ini Bakal Diprioritaskan untuk Rapid Test Corona

Reporter : Annisa Mutiara Asharini
Rabu, 25 Maret 2020 10:48
2 Kelompok ini Bakal Diprioritaskan untuk Rapid Test Corona
Rapid Test dilakukan sebagai screening terhadap kasus positif.

Dream - Pemerintah menetapkan dua golongan yang diprioritaskan untuk dilakukan Rapid Test Corona (Covid-19). Mereka adalah orang yang memiliki kontak dekat dengan pasien serta tenaga kesehatan (Nakes).

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, dr. Achmad Yurianto mencontohkan orang yang telah kontak dengan pasien positif adalah keluarga yang satu rumah dengan pasien. Golongan ini juga bisa mencakup orang yang satu kantor dengan pasien.

Sementara itu, Rapid Test untuk Nakes juga diprioritaskan mengingat mereka adalah orang yang sering kontak dekat dengan pasien.

Prioritas Rapid Test

Achmad menjelaskan Rapid Test bukanlah pemeriksaan langsung terhadap virus Covid-19, melainkan dilakukan dengan memakai metode pemeriksaan antibodi, zat pemusnah bakteri atau virus di dalam tubuh.

“ Metode Rapid Test digunakan sebenarnya untuk skrining terhadap adanya kasus positif di masyarakat. Oleh karena itu yang diperiksa pada Rapid Test ini adalah antibodi nya yang ada di dalam darah, sehingga spesimen yang diambil adalah darah," tutur dr. Achmad lewat keterangan Kemenkes, Rabu 25 Maret 2020.

1 dari 5 halaman

Cara Kerja Rapid Test

Rapid Test

Rapid Test memerlukan waktu 6-7 hari hingga terbentuk antibodi untuk pemeriksaan darah. Bisa hasilnya positif maka pasien diyakini sedang terinveksi Covid-19. Jika hasil menunjukkan negatif 2 kali, pasien diyakini tidak terinfeksi namun sangat rentan terinfeksi.

“ Meskipun pada hasil pemeriksaan pertama negatif maka kita akan tetap meminta pasien jaga jarak dengan orang lain supaya tidak ada proses penularan. Ini penting dan harus dilaksanakan bersama-sama. Yang hasilnya positif akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan antigen melalui pemeriksaan swab dan kemudian PCR,” ungkap Yurianto. (mut)

 

Sumber: Kementerian Kesehatan

2 dari 5 halaman

Rapid Test Dimulai: dari Daerah Paling Rawan Corona, Jakarta Selatan

Dream - Pemerintah mulai melakukan rapid test corona atau Covid-19. Rapid test ini dilakukan terlebih dahulu ke wilayah yang paling rawan.

" Rapid test memang sudah dilakukan sore hari ini di wilayah yang dulu sudah diketahui ada contact tracking dari pasien positif Covid-19," ujar Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta, Jumat 20 Maret 2020.

Rapid Test

Kata Jokowi, petugas medis dari rumah sakit dan puskesmas yang ditunjuk mendatangi satu per satu rumah warga di wilayah itu untuk meminta warga melakukan tes Covid-19.

Ia mengatakan, wilayah itu ada di Jakarta. " Di Jakarta Selatan" .

3 dari 5 halaman

Jokowi: Kita Sudah Siapkan Obat Corona, Pesan 2 Juta!

Dream - Pemerintah telah menyiapkan obat untuk menangani virus corona atau Covid-19. Obat itu sudah dicoba di beberapa negara. Dan memberikan kesembuhan.

" Anti virusnya belum ditemukan. Tapi obat ini sudah dicoba oleh satu dua negara dan memberikan kesembuhan," ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Jumat 20 Maret 2020.

Obat yang dimaksud adalah Avigan dan Chloroquine. " Kita telah mendatangkan 5.000 (Avigan) dan dalam proses pemesanan hingga 2 juta. Dan kita juga siapkan 3 juta (Chloroquine)," imbuh Jokowi.

Obat tersebut akan sampai pada pasien yang membutuhkan melalui dokter keliling dari rumah ke rumah, melalui rumah sakit dan puskesmas di kawasan yang terinfeksi.

" Kita ingin sampaikan, kita tidak diam. Tapi mencari hal dan informasi apa yang bisa agar dapat selesaikan Covid-19 ini" .

4 dari 5 halaman

Obat Flu Fujifilm Ampuh Lawan Virus Corona?

Dream -  Pencarian terhadap vaksin dan obat untuk menangani virus corona terus  dilakukan. Salah satu temuan terkini, yaitu, oblat influenza favipiravir.

Dilaporkan Nikkei Asian Review, obat influenza itu dibuat anak perusahaan Fujifilm Holdings. Obat tersebut dijual di pasaran dengan nama Avigan.

Pemerintah China mengonfirmasi temuan ini. Obat itu bahkan telah diuji klinis terhadap 200 pasien.

Beberapa dokter dari Jepang juga telah merawat pasien Covid-19 dengan Avigan. Tokyo telah menimbun cukup banyak obat untuk mengobati 2 juta pasien.

" Kami telah diminta oleh pemerintah untuk mempertimbangkan peningkatan produksi," kata Fujifilm.

Avigan disetujui untuk mengobati influenza di Jepang pada Maret 2014. Fujifilm menandatangani perjanjian lisensi dengan Zhejiang Hisun Pharmaceutical China pada 2016.

Beijing sudah merekomendasikan obat ini kepada penyedia layanan kesehatan.

5 dari 5 halaman

Uji Coba dan Efek Samping

Sementara itu, perusahaan bioteknologi Amerika Serikat (AS) Gilead Sciences sedang melakukan uji klinis untuk remdesivir, yang awalnya dikembangkan untuk mengobati Ebola, pada 1.000 pasien virus corona. Obat ini sedang diuji di AS, Jepang, Cina, dan di tempat lain.

Remdesivir masih belum disetujui di mana pun untuk penggunaan apa pun.

Kaletra, pengobatan HIV yang dibuat oleh AbbVie yang berbasis di A.S., juga telah digunakan untuk mengobati virus corona di China bersama dengan obat lain. Jika terbukti efektif, produksi obat ini berpotensi ditingkatkan dengan cepat.

Institute of Medical Science di University of Tokyo akan mulai secara eksperimental merawat pasien coronavirus dengan nafamostat, perawatan pankreatitis, pada akhir minggu ini.

Meski begitu, beberapa obat di atas masih punya efek samping. Avigan, misalnya, menyebabkan cacat lahir selama pengujian hewan dan tidak direkomendasikan untuk digunakan oleh wanita hamil.

Kerusakan hati dan pankreatitis telah diamati pada pengguna Kaletra. Efek samping untuk remdesivir masih belum jelas, tetapi dapat termasuk menurunkan tekanan darah.

Beri Komentar