5 Penyebab Telat Haid yang Sering Dialami Wanita

Reporter : Reni Novita Sari
Rabu, 6 Mei 2020 16:01
5 Penyebab Telat Haid yang Sering Dialami Wanita
Tidak perlu khawatir, ayo ketahui penyebabnya!

Dream - Terlambat datang bulan atau haid sering dikaitkan dengan kehamilan, khususnya pada wanita yang telah menikah. Padahal, telat datang bulan bisa disebabkan berbagai hal dan bahkan bisa mengindikasikan masalah kesehatan yang serius. 

Normalnya, siklus menstruasi sekitar 21-35 hari. Kenyataannya periode tersebut tidak berlaku pada sebagian wanita.

Lantas apa saja yang menjadi penyebab haid telat yang sering terjadi?

Penyebabnya bisa bermacam-macam. Bagi yang masih belum menikah, penyebab sering telat haid bisa karena terlalu lelah. Contohnya, belajar terlalu keras bagi yang masih sekolah atau kuliah, atau berolahraga kelewat berat.

Belum seimbangnya hormon dalam tubuh juga bisa menyebabkan remaja telat datang bulan. Fenomena remaja telat datang bulan memang sering terjadi.

Terlambat haid lebih sering dialami mereka yang masih gadis, karena pola ovulasinya belum teratur. Hanya saja, kalau sudah terbiasa haid teratur kemudian terlambat cukup lama, apa yang menjadi penyebabnya?

1 dari 5 halaman

1. Alat Kontrasepsi

Pil KB atau pil pencegah kehamilan mengandung hormon estrogen dan progestin yang mencegah indung telur melepaskan sel telur. Dibutuhkan waktu hingga enam bulan agar siklus menstruasi kembali konsisten setelah berhenti mengonsumsi pil ini. Alat Kontrasepsi hormonal yang ditanam atau disuntik juga dapat menyebabkan menstruasi terlambat.

Itu karena kontrasepsi ini menunda jumlah waktu antar periode. Sebenarnya  tidak ada kontrasepsi yang 100 persen efektif untuk mencegah kehamilan. Jadi, jika tidak menstruasi tiga atau empat hari setelah tidak aktif minum pil KB, segera periksa kehamilan.

2 dari 5 halaman

2. Sindrom ovarium polikistik (polycystic ovary syndrome/PCOS)

PCOS adalah suatu kondisi di mana terdapat kelainan pada hormon dan sistem metabolisme sehingga fungsi indung telur terganggu. Kondisi ini dapat menyebabkan menstruasi terlambat atau tidak menstruasi sama sekali, dan dapat memengaruhi kesuburan.


Penyebab kondisi ini belum diketahui secara pasti, namun diduga PCOS berhubungan dengan kondisi lain, seperti resistensi insulin dan sindrom metabolik. Selain mentruasi terlambat, gejala PCOS lainnya adalah jerawat, berat badan meningkat, sulit mendapat keturunan, serta tumbuh rambut berlebih di wajah, dada, dan perut.

3 dari 5 halaman

3. Stres

Ketika stres, hormon dan bagian otak yang bertanggung jawab mengatur siklus menstruasi, yaitu hipotalamus, akan terganggu. Selain itu, berat badan bisa naik atau turun secara drastis sebagai akibat dari stres. Itu semua dapat memengaruhi siklus menstruasi.

Pada kasus tertentu, hal ini bisa menyerupai gejala kehamilan palsu. Jika menstruasi terlambat disebabkan oleh stress, disarankan untuk berlatih teknik relaksasi, mengubah gaya hidup, dan rutin berolahraga agar siklus haid kembali lancar.

4 dari 5 halaman

4. Berat Badan Berfluktuasi / Turun Berlebihan

Penurunan berat badan yang berlebihan lebih mungkin menyebabkan periode terlambat daripada kenaikan berat badan, meskipun peningkatan berat badan, ketika terkait dengan kondisi lain seperti PCOS, dapat memiliki efek yang sama.

Hal ini terjadi karena penurunan berat badan yang parah dan anoreksia dapat mematikan produksi hormon perangsang folikel (FSH) hipotalamus dan hormon luteinizing (LH) yang mengatur ovarium.

Jika berat badan berkurang 10 persen dari berat badan ideal, fungsi tubuh akan terganggu dan ovulasi (proses di mana salah satu indung telur melepaskan sel telur) pun terhenti. Mengobati gangguan makan dan menaikkan berat badan secara sehat dapat mengembalikan siklus haid yang normal.

5 dari 5 halaman

5. Penyakit kronis

Diabetes dan penyakit celiac dapat memengaruhi siklus menstruasi. Gula darah yang tidak stabil terkait erat dengan perubahan hormon. Karena itu, diabetes yang tidak terkontrol membuat menstruasi menjadi tidak teratur.

Sedangkan penyakit celiac menyebabkan peradangan yang dapat menimbulkan kerusakan pada usus kecil. Kondisi ini bisa menghalangi tubuh menyerap nutrisi penting, hingga menyebabkan menstruasi terlambat.

Sumber: Parents

Beri Komentar